Kesalahan Memilih Pilihan Yang Tepat. Pedagang Janji 2024

Apakah kamu sebagai warga negara sudah menentukan pilihan yang tepat? Satu pilihan yang membawa bangsa ini menjadi lebih maju, tenteram, damai, adil, dan sentosa. Yakin, pilihan kamu tidaklah keliru? Karena banyak dari kita melakukan “kesalahan demi kesalahan” dalam memilih pilihan yang tepat dari si pedagang janji 2024.

Ada banyak kisah yang bisa kita ambil hikmah, dan bisa kita jadikan pelajaran untuk membuat kita “sadar dalam melakukan keputusan”. Kesadaran kita dalam menentukan satu pilihan. Berikut kisahnya.

Pilihan yang Tepat

Di sebuah desa kecil di tepi hutan, hiduplah seorang pemuda gagah berani bernama Indra. Indra adalah pemuda yang cerdas, kritis, dan berpengetahuan luas. Ia sering kali dimintai bantuan oleh orang-orang di desa untuk memecahkan satu masalah krusial.

Suatu hari, seorang pedagang datang ke desa. Pedagang itu menawarkan barang-barang dagangannya dengan harga yang sangat murah. Banyak orang yang tertarik untuk membeli barang-barang dagangan pedagang itu.



Apa yang Dilihat Itu Yang Dipertanyakan

Indra melihat kerumunan orang yang sedang berebut untuk membeli barang-barang dagangan pedagang itu. Ia pun menghampiri pedagang itu dan bertanya, “Apakah barang-barang dagangan kamu benar-benar asli?”

Pedagang itu menjawab, “Tentu saja asli. Saya datang dari kota besar dan saya menjual barang-barang ini dengan harga murah karena saya ingin membantu orang-orang di desa.”

Tentu saja, Indra tidak bisa langsung yakin dengan perkataan pedagang itu. Ia pun meminta pedagang itu untuk menunjukkan dokumen dan surat keterangan asli dari produsen barang-barang dagangan itu.

Pedagang itu menolak untuk menunjukkan surat keterangan asli. Ia hanya mengatakan, “Saya tidak membawa surat keterangan asli. Lupa saya bawa. Tapi kamu bisa percaya 100 persen kepada saya.”

Keragu-Raguan

Indra tidak percaya pada perkataan pedagang itu. Ia pun memperingatkan orang-orang di desa untuk lebih bijak dan berhati-hati. “Jangan tergiur dengan harga yang murah,” teriak Indra. “Bisa saja barang-barang dagangan itu palsu.” “Nanti kita semua tertipu”, sambungnya.

Orang-orang di desa tidak menghiraukan peringatan Indra. Mereka tetap membeli barang-barang dagangan pedagang itu. Dan ini yang terjadi.

Sesuatu Terjadi

Beberapa hari kemudian, orang-orang di desa mulai menyadari bahwa barang-barang dagangan pedagang itu ternyata palsu. Mereka pun marah dan menuntut pedagang itu untuk mengembalikan uang mereka.

Pedagang itu melarikan diri dari desa. Orang-orang di desa pun menyesali kesalahan mereka. Indra hanya bisa tersenyum melihat kerumunan orang yang sedang marah-marah. Ia tahu bahwa ia telah melakukan hal yang benar. Ia telah mencoba memperingatkan bahwa ada sesuatu yang tidak benar.



Berhadapan Dengan Pilihan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali di hadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Kita harus memilih antara dua hal, atau lebih yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan untuk menentukan pilihan yang tepat, kita harus mempertimbangkan berbagai faktor. Semua hal tersebut termasuk:

1. Tujuan kita

Apa yang ingin kita capai dengan pilihan kita? Apakah itu sudah benar, atau malahan salah. Bisa saja apa yang kita dengar tidak sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

2. Kemungkinan yang akan terjadi

Apa dampak yang akan terjadi jika kita memilih pilihan ini? Sudah benar kita memilih pilihan yang kata “orang lain” sudah tepat. Atau kitanya yang kurang waspada.

3. Nilai-nilai kita

Apakah pilihan ini sesuai dengan nilai-nilai yang kita yakini? Nilai yang ingin kita peroleh jika kita memilih pilihan kita dengan atau tanpa desakan dari manapun. Atau sebaliknya.



Satu Pertimbangan

Dalam kasus Indra, ia mempertimbangkan faktor-faktor berikut untuk menentukan pilihannya:

Sisi: Tujuan si pedagang. Apa tujuan pedagang menawarkan barang-barang dagangannya dengan harga murah? Sisi: Kemungkinan yang akan terjadi. Apakah barang-barang dagangan pedagang itu asli atau palsu? Nilai-nilai. Apakah Indra percaya pada pedagang itu?

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Indra telah memutuskan untuk tidak percaya pada pedagang itu. Ia memperingatkan dan mencoba memberikan satu pengertian kepada orang-orang di desa untuk lebih berhati-hati.

Untuk saat ini, pilihan Indra adalah pilihan yang tepat. Ia berhasil menyelamatkan sebagian orang-orang di desa dari penipuan, kerugian, dan pilihan yang tidak tepat. Begitu juga jika kita memilih tokoh yang akan kita berikan dukungan.



Memilih Tokoh yang Jujur dan Kredibel

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering kali harus memilih tokoh yang jujur dan kredibel. Tokoh-tokoh ini bisa berupa pemimpin, politisi, pengusaha, atau bahkan orang-orang di sekitar kita.

Di tahun Pemilihan tepatnya tahun 2024 ini, untuk memilih seorang tokoh yang jujur dan kredibel, kita harus memperhatikan hal-hal yang menurut kita itu penting. Misalnya:

1. Perkataan dan perbuatannya

Perkataan bisa saja menjadi cermin dari perbuatannya. Apakah perkataan dan perbuatannya sesuai dengan apa yang telah ia lakukan.

2. Reputasinya

Nama baik dan reputasi akan sangat berperan. Sebagai modal dan bekal yang bisa kita jadikan bukti. Bagaimana reputasinya di mata masyarakat?

3. Kemampuannya

Jangan pernah bebankan seseorang di luar kemampuan yang ia miliki. Apakah ia memiliki kemampuan yang di butuhkan untuk menjalankan tugasnya? Atau malahan membuat ketidakkaruan bagi bangsa ini. Satu kesalahan yang bisa kita sesali.



Dalam Satu Pemikiran

Dalam kasus pedagang di desa, Indra mempertimbangkan hal-hal yang menurutnya sangat penting untuk menilai kejujuran dan kredibilitas seseorang.

Apa yang Ia katakan sesuai dengan penalaran. Pedagang itu menawarkan barang-barang dagangannya dengan harga murah karena ingin membantu orang-orang di desa. Namun, Indra kurang yakin dengan perkataan itu.

Pun berkaitan dengan reputasi. Pedagang itu tidak memiliki reputasi yang baik di tempat-tempat lainnya. Ia pernah terlibat dalam kasus yang kurang baik untuk kita bicarakan.

Begitu juga dengan kemampuannya. Pedagang itu tidak memiliki kemampuan yang di butuhkan untuk menjalankan tugasnya. Ia tidak memiliki surat keterangan asli dari produsen barang-barang dagangannya.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, Indra menyimpulkan bahwa pedagang itu tidak jujur dan kredibel.



Kesalahan Orang dalam Menilai

Orang sering kali salah dalam menilai satu perkataan serta janji. Janji-janji yang di nikmati dan di inginkan oleh pendengar mereka yang lapar akan janji manis. Padagang sangat tahu bahwa di balik satu perkataan terdapat hal yang sangat ingin di dengar oleh kita sebagai pendengar. Apa itu?

Keinginan yang kuat.

Ngomong-ngomong, siapa nama pedagang itu?

Salam Dyarinotescom.

Related Posts:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kumpulan artikel lifestyle yang dikemas menarik, dengan tips dan opini, serta didesain secara kekinian untuk pembaca setia.