Stay At Home

Sisi Lain Kehidupan di Rumah Saat Pandemi

Pandemi melanda tak kunjung reda. haahh… Helaan nafas seorang bapak yang biasa hidup dikantor menghabiskan waktu macet di jalan kini harus dirumah seharian selama berminggu minggu.

Mungkin awalnya senang tetapi lama kelamaan jenuh juga terasa difikiran dan badan. Kebanyakan tidur dan makan. Itupun hanya ada telur di wajan karena penghematan anggaran.

Sang istri pun mulai berkerut dan berkata, “Pak, beras kita sudah habis” Si bapak menjawab ” Sabar ya bu, nanti bapak cari pinjaman” Hela sang bapak. Begitulah seterusnya, hari demi hari dilalui.

 

Di Rumah lebih sibuk dari pada Pasar

 

Banyak gangguan yang di alami sebagian orang jika kita terlalu banyak di rumah. Membantu anak mengerjakan PR sekolah, membantu istri memasak di dapur bahkan cuci piring pun turut jadi bagian.

 

Sehebat hebatnya Papa lebih hebat Mama

 

Upps… tapi kita harus waspada, karena banyak juga gangguan lainnya seperti Cabin fever contohnya.┬áDikutip dari sumber media yang dapat dipercaya alodokter.com, Cabin fever merupakan suatu istilah untuk menggambarkan berbagai perasaan negatif dari seseorang akibat terlalu lama terisolasi di dalam rumah atau tempat tertentu.

  Beberapa Kondisi Yang Dilarang keras Minum kopi

Kondisi ini sangat rentan sekali terjadi di saat kebijakan pemerintah kita untuk stay at home dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus di masa pandemi.

Orang yang sedang menderita atau mengalami cabin fever merasakan perasaan sedih, bosan, gelisah dan mudah tersinggung serta beragam perasaan negatif lainnya.

 

Kebiasaan Baru

 

Tanpa kita sadari berdiam diri di dalam rumah selama berminggu minggu memunculkan gaya hidup baru, istilahnya malas gerak ‘mager’.

Gaya hidup baru ini bisa mendatangkan efek negatif bagi kesehatan kita tentunya. Mulai dari perubahan pola tidur hingga tubuh menjadi buntal atau gemuk.

 

Jika terlalu lama di rumah

 

Seperti penulis juga, kebanyakan di rumah membuat perut menjadi buncit dan tak menarik. Hahaa… Ada beberapa efek samping jika terlalu lama di rumah dan gak ngapa-ngapain, seperti:

 

1. Pola tidur berubah

 

Perubahan rutinitas harian selama pandemi menjadikan pola tidur berubah. Harus di akui kita akan lebih banyak tidur siang. Ketika kita berada di dalam rumah, tentunya tidak mendapatkan cukup oksigen dan sinar matahari yang baik bagi tubuh yang notabene sangat dalam ritme pola tidur.

  Semua Dimulai Pada Usia 40 Tahun

 

“Ketika dunia mengalami pandemi seperti ini, satu hal yang pasti – kita menyadari pentingnya kehidupan manusia lebih dari sebelumnya.”

 

2. Perubahan postur tubuh

 

Selama masa pandemi berlangsung, sebagian orang yang melakukan WFH (Work From Home) akan lebih sering duduk. Tanpa di sadari seseorang akan duduk dalam posisi yang salah.

Posisi Duduk dan berbaring sepanjang hari akan sangat mempengaruhi bentuk tubuh, bahu, pinggul, dan mata karena kebanyakan berada di depan komputer.

 

3. Tubuh menjadi lebih gemuk

 

Kelamaan berada di rumah sepanjang hari, kemungkinan besar menkonsumsi makanan menjadi lebih sering serta porsi makan menjadi bertambah. Dan jika di lakukan secara terus menerus berisiko gula darah melonjak.

 

4. Hilangnya kekuatan otot si bapak

 

Di rumah saja mungkin terasa santai dan nyaman dan sedikit pasif. hal ini membuat tubuh kita melemah. Otot pun menjadi kendur.

Bebeda jika kita melakukan aktivitas harian di luar rumah melibatkan banyak aktivitas fisik dan terkadang melatih kekuatan otot.

  Mencegah Kulit Keriput Ala Kekinian

 

Salam, dyarinotes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: