Oh… Uang…
Oh… lagi-lagi uang

Bukalah dompet Anda, keluarkan uang koin dan selembar uang kertas. Lihatlah di salah satu sisi keduanya, terdapat sebuah potret. Jika di lihat lebih seksama, potret pada uang koin berupa profil.

Coba kita bandingkan potret yang terlihat pada uang kertas, bukan profil namun full-face. Pola yang sama juga berlaku di negara lain: potret profil pada koin dan potret full-face pada uang kertas. Kok, beda?

Untuk menampilkan potret pada uang logam dan uang kertas di perlukan keterampilan seorang seniman. Jika harus memilih, seorang seniman lebih menyukai membuat potret full-face. Tetapi lebih sulit membuatnya jika media yang akan di ukir adalah logam (uang koin).

Secara teknis potret full-face pun akan sukar di kenali pada uang logam. Jikalau di ukir lebih detail, akan membutuhkan biaya yang besar. Lagi pula, banyak detail halusnya yang akan hilang dengan cepat ketika koin-koin itu beredar.

  Susu yang Rectangular VS Soft Drink yang Bundar

Selain itu ada batas ukuran tertentu yang harus di penuhi untuk memuat potret pada uang koin.

Berbeda halnya jika potret dalam bentuk profil. Subjek foto akan mudah di kenali dari siluetnya. Lalu, bila potret profil lebih mudah di kenali dan di produksi, mengapa potret pada uang kertas tidak menggunakan profil saja?

Uang kertas menggunakan potret full-face. Potret pada uang kertas di buat dengan banyak detail. Detail wajah full-face pada uang kertas berguna untuk menghindari pemalsuan.

Desain produk adalah alasan di balik penggunaan jenis potret, profil dan full-face. Dan itu terdapat pada uang koin dan juga uang kertas, tentunya. Mengenai uang, pemilihan desain produk yang tepat, akan berpengaruh pada:

  1. Biaya produksi (lebih murah)
  2. Kemudahan penyampaian informasi (potret mudah di kenali)
  3. Keamanan (tidak mudah di palsukan)

Salam DyariNOtesCom

2 Responses

Tinggalkan Balasan