Sabar dan Nikmatnya Hidup

Sabar merupakan salah satu ciri orang beriman. Tidak ada iman tanpa rasa malu dan sabar. Secara garis besar, sabar dapat dibagi menjadi dua:

 

1. Sabar dalam konteks badani

Artinya segala bentuk beban dan kesulitan yang dirasakan oleh tubuh dalam menunaikan perintah-perintah Allah SWT

 

2. Sabar dalam konteks jiwa

Yakni menahan kehendak nafsu dan keinginan-keinginan yang bersifat naluriah, yaitu:

• Sabar terkait keinginan hawa nafsu, artinya kesabaran ketika seseorang mendapatkan kesenangan dan memperoleh nikmat, sebagaimana yang tercantum dalam QS. Hud: 9-11

“Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami berikan kebahagiaan padanya setelah dia di timpa bencana, niscaya dia akan berkata, “Telah hilang bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

• Sabar untuk hal yang bertentangan dengan keinginan hawa nafsu, yaitu:

  Empat Hal Pembangun Tawakal

– Ketika Sabar dalam melaksanakan ketaatan;
– Sabar dalam hal menghindari kemaksiatan;
– Sabar terhadap kenyataan yang terjadi di luar keinginan.

 

Adapun hakikat sabar, di antaranya yaitu:

1. Membiasakan diri melawan hal yang di sukai tetapi tidak baik dalam pandangan syar’i.
2. Keteguhan bersama Allah SWT, termasuk dalam menerima musibah dengan lapang dada

Sabar sangat di butuhkan dalam menjalani kehidupan. Tanpa sabar, manusia akan mudah terguncang bahkan terlecut menjadi orang yang sombong dan pongah seiring silih bergantinya ujian kebahagiaan dan kesulitan yang menghampiri.

Apabila terasa sulit untuk menjaga konsistensi dalam bersikap sabar, teruslah mengingat-ingat manfaat yang kelak di dapat ketika bersabar.

Beberapa fadilah sabar, di antaranya:

• Akan mendapatkan dukungan dan pertolongan Allah,

seperti yang Allah SWT ungkapkan dalam firmannya di Al Qur’an Surah Al Baqarah ayat 153:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Dan juga pada Surah Ali Imran ayat 125:
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.”

 

  Saat ini Kamu Mengalami yang Namanya Istidraj?
• Akan mendapatkan cinta Allah

Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)

• Mendapatkan jalan kebaikan

“Dan sifat-sifat yang baik itu tidak akan di anugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)

Dengan senantiasa berusaha bersikap sabar, semoga kita akan mendapatkan fadilahnya serta mampu mensyukuri dan menikmati warna warni hidup.

 

“Nikmatnya hidup hanya kurasakan melalui sikap sabar.” (Umar bin Khattab RA)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: