Latest Post

Tenang. Mengatur Diri Dengan Emosi Berkendali

Di persimpangan jalan ada rumah makan padang. Tempat itu ramai seramai masalah kita dalam hidup ini, dan tentu mudah bagi kita untuk terbawa arus emosi. Rasa marah, kesal, dan cemas bisa memaksa diri, mengaburkan pikiran, dan menghambat tindakan. Namun, di sinilah letak kekuatan Pengaturan Diri. Tetap tenang, atur dirimu dengan emosi berkendali.

Ini bisa dengan permainan nafas dan posisi. Ini kemampuan untuk mengelola emosi dan impuls dengan cara yang banyak orang lakukan karena dipercaya lebih konstruktif. Ini berarti tetap tenang dalam situasi gaduh, Ini berarti bisa dengan menunda kepuasan, mengatasi dorongan kemunduran, dan mengarahkan emosi kepada tindakan yang dirasa lebih baik.

Materi ini materi lama, menunggu dipoles untuk lebih berharga. Karena nya,

Patut kami singgung kembali. Saat ini ada banyak orang merasa kurang bisa mengatur emosi, “Tumpah bagai membuah sampah sembarangan”. Tidak bisa mengendalikan diri untuk tetap lebih tenang dan tersenyum dibawah tekanan kenyataan.

“Kenyataan bahwa kita ini jelek! Sejelek perkataan yang kamu ucapkan”.

 

 

Mengatur Diri Dengan Emosi Berkendali

Manusia diciptakan menjadi makhluk yang unik lagi menarik dengan berbagai macam wujud emosional. Emosi itu sendiri, dapat menjadi kekuatan yang dahsyat. Misalnya, tiba-tiba kita bisa mengangkat barang yang cukup berat karena desakan kontrol emosi.

Kekuatan yang mendorong kita untuk mencapai hal-hal di luar batas. “Semua menjadi begitu cepat”. Pun itu bisa terjadi ketika kita terbawa emosi ‘ketakutan’ saat dikejar seekor anjing. Kita bisa langsung cepat, wuuzz.. meloncat diding tembok yang tinggi layaknya seorang Spiderman.

Tapi sayangnya “ketika kamu lepas kendali akan diri“, menjerumuskan kita ke dalam situasi yang sulit. Itu karena lidah tak bermata, bisa menyasar siapa pun, termasuk orang yang ada disamping kita. Dapat merusak hubungan dan menyakiti orang lain.

Kata-kata mu sungguh kasar.

 

Sebenarnya jika kita pikir kembali, pengaturan diri itu bisa kita katakan sebagai investasi berharga untuk diri sendiri, lho. Ini adalah kunci untuk membuka potensi penuh kita. Dengan kendali diri, kita dapat mencapai lebih banyak hal, “Teman, kawan, sohib lebih banyak”. membangun hubungan yang lebih kuat, dan menjalani hidup lebih baik.

Percaya tidak, pengaturan diri memungkinkan kita secara individu untuk lebih:



1. Tenang dalam Segala Situasi

Makin besar tingkat ketenangan pikiran kita, makin besar pula kedamaian pikiran kita sehingga makin besar kemampuan kita untuk menikmati kehidupan. Lakukan semuanya dengan tenang dan dalam semangat yang tenang. Jangan kehilangan kedamaian batinmu untuk apa pun, bahkan jika seluruh duniamu tampak sangat amat-amat 1000x kacau.

Bayangkan,

Kamu sedang presentasi di depan banyak orang. Tiba-tiba, Kamu lupa apa yang ingin Kamu katakan dan mulai merasa gugup “Ee.. Ee..Ee..”. Jangan panik! Tetap tenang dan tarik napas dalam-dalam. Ingatlah bahwa semua orang pernah merasa gugup, dan tidak ada yang perlu malu.

Alihkan perhatian Kamu ke audiens yang ada di depan. “Tatap betapa jeleknya muka mereka, nikmati itu, lol”. Bayangkan mereka semua mengangguk dan tersenyum pada Kamu. Tarik napas dalam-dalam dan lanjutkan.

Ini mudah? Tiidaaakkkk!

Kunci untuk tetap tenang dalam desakan situasi stres adalah dengan berlatih mindfulness dan self-awareness. Pelajari cara mengenali pemicu stres Kamu dan kembangkan strategi untuk mengatasinya.

 

 

2. Menunda kepuasan

Jika kamu tidak mengendalikan apa yang kamu pikirkan, kamu tidak bisa mengendalikan apa yang kamu lakukan. Sederhananya, disiplin diri memungkinkan kamu untuk berpikir dulu dan bertindak sesudahnya. Disiplin hanya memilih antara apa yang kamu inginkan sekarang dan apa yang paling kamu inginkan. Tanpa disiplin, tidak ada kehidupan sama sekali. Dan,

Disiplin itu, satu ibu dengan menunda kepuasan.

Bayangkan Kamu sedang berjalan di taman dan melihat seorang penjual es krim “Kring, kring!!”. Kamu sangat ingin mencicipi es krim yang lezat itu, tetapi Kamu hanya memiliki cukup uang untuk membeli satu. “Tipe pria dengan kantong datar, misalnya”.

Di satu sisi, Kamu dapat memilih untuk langsung membeli es krim dan menikmati kenikmatannya saat itu juga. Di sisi lain, Kamu dapat menunda kepuasan dan menabung uang untuk membeli mainan yang Kamu inginkan dalam beberapa minggu.

Manakah pilihan yang lebih baik?

Jika Kamu menunda kepuasan dan menabung uang, Kamu akan mendapatkan hadiah yang lebih besar di masa depan. Kamu dapat membeli mainan yang lebih mahal atau bahkan menabung untuk sesuatu yang lebih besar lagi. Sepeda baru, misalnya.

Menunda kepuasan memang tidak selalu mudah. Diperlukan disiplin dan tekad untuk menahan godaan dan tetap fokus pada tujuan. Namun, manfaat jangka panjang dari menunda kepuasan jauh lebih besar daripada kesenangan sesaat.



3. Mengatasi kemunduran

Pria itu sudah terjatuh secara pribadi, jauh sebelum mereka jatuh di depan umum. “Artinya: Mereka itu sudah lebih dulu kacau, sebelum berbuat banyak kesalahan”. Jika kamu tidak mengalami kemunduran dalam karir, jika kamu tidak memiliki keraguan dan kekecewaan, izinkan kami memberi tahu mu satu hal yang baik, bahwa “Mimpi mu itu tidak cukup besar kawan”.

Tanpa kita sadar, sebenarnya kita memasuki masa depan dengan kemunduran, lho.

Bayangkan seorang pelari maraton yang tersandung dan jatuh di tengah perlombaan. Rasa sakit, malu-maluin lagi, frustrasi, dan kekecewaan mungkin menyelimuti dirinya. Tapi, untuk seorang pelari tangguh, tentu tidak akan menyerah. Dia akan bangkit, mengganti air mata dengan keringat lebih, membersihkan luka, dan melanjutkan perlombaan dengan tekad yang lebih kuat.

Kemunduran adalah hal yang wajar dalam hidup. Semua orang mengalaminya. Yang terpenting adalah bagaimana kita merespon itu dengan cepat. Mengatasi kemunduran bukan berarti mengabaikannya. Kita hanya perlu menerima kenyataan dan belajar dari kesalahan.

Cari terus lebih dalam dimana akar penyebab kegagalan dan mencari solusi untuk mencegahnya terulang kembali. Namun, lebih penting lagi adalah mempertahankan semangat dan optimisme. Kita perlu percaya pada kemampuan kita untuk bangkit. Kita perlu mengingat lebih jelas kembali “Tujuan kamu itu apa?”, dan menemukan tali untuk menarik diri bangkit dari jatuhmu.



4. Mengarahkan emosi

Untuk meningkatkan efektivitasmu, jadikan emosimu lebih rendah dari komitmenmu. “Jangan pernah tidak setuju dengan ini”. Jawaban yang kamu cari tidak pernah datang ketika pikiran sibuk, mereka datang ketika pikiran tenang.

Tooh, keheningan berbicara paling keras di saat diam. Karena orang-orang terkuat bukanlah mereka yang menunjukkan kekuatan di depan kita, tetapi mereka yang memenangkan pertempuran yang tidak kita ketahui.

Emosi itu tentang arah kemana kamu bawa. Jangan lurus tapi belok!

Bayangkan sebuah sungai yang mengalir deras menuruni bukit. Aliran airnya kuat dan tak terkendali, berpotensi menimbulkan kerusakan jika tidak di arahkan dengan tepat. Itu sama seperti kita. Emosi itu bagai aliran air sungai tersebut.

Ketika tidak di arahkan “Buarr!” menabrak sana sini. Emosi dapat membawa kita ke tempat-tempat yang tidak terduga, “Tempat-tempat dimana kita mulai dari nol lagi”, dan terkadang menjerumuskan kita ke dalam situasi yang tidak di inginkan.

Mengatur Diri berarti mengendalikan aliran emosi seperti mengendalikan aliran air sungai. Kita dapat membangun bendungan untuk menampung emosi yang kuat, membelokkan alirannya ke saluran yang lebih aman, atau menggunakan kekuatannya untuk menghasilkan energi.

Dan ini kami finalkan karena kamu sudah merasa tenang saat ini.

 

 

Sekali Lagi Untuk Tetap Tenang

Mencari ketenangan dalam hidup bukan berarti harus menghindari semua masalah dan kesulitan. Justru, ketenangan adalah tentang bagaimana kita merespon dan menghadapi berbagai situasi dengan cara yang terkendali. Ma dari itu, berlatihlah!

Ketenangan adalah sebuah pilihan. Kita dapat memilih untuk fokus pada hal-hal positif dalam hidup, bersyukur atas apa yang kita miliki, dan menerima setiap situasi dengan lapang dada. Karena ketika kita memilih ketenangan, maka kita akan mempercepat keadaan yang baik-baik saja.

Yang miskin merindukan kekayaan, yang kaya merindukan surga, tetapi yang bijak merindukan keadaan ketenangan. Makin tenang seseorang, makin besar kesuksesannya, pengaruhnya, kekuatannya untuk kebaikan. Dan makin adem cara tertawanya.

Ketenangan pikiran adalah salah satu permata One Piece.

Ketenangan bukanlah kebebasan dari ombak, tetapi kedamaian di tengah badai. Kadang kita tidak bisa ingat, bahwa untuk melihat diri kita, jalan terbaik adalah melalui mata orang di samping kita. Kumpulkanlah kesalahan saat itu, karena kelak kumpulan kesalahan yang bernama “Pengalaman” akan membawamu kepada puncak dan pengampunan.

Ampunilah aku atas kata-kata burukku.

Salam Dyarinotescom.

Related Posts:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publisher artikel lifestyle yang dikemas menarik, dengan tips dan opini, serta didesain secara kekinian untuk pembaca setia.