Latest Post

Generasi O Yang Kelelahan. Tapi Kita Bisa Apa?

Di era digital ini, masih hangat di ingatan kita tentang fenomena yang disebut Generasi O. Istilah ini mengacu pada kelompok individu yang kelelahan akibat bekerja berlebihan (overworked), kelebihan berat badan (overweight), dan terlalu terbebani alias kewalahan (overwhelmed). Sekarang berusia sekitar 25 hingga 55 tahun. Generasi yang kelelahan ini, banyak ditemukan di ‘negara-negara berkembang’ seperti: Asia, termasuk Indonesia.

Tentang Si Paling lelah.

Meskipun Generasi ini memiliki tekad baja, semangat usaha untuk “menjalani hidup yang sehat”, kesibukan dan tuntutan pekerjaan saat ini seringkali membuat mereka terjebak, tercekik, dan memang harus begitu.

 

Kami terjebak ke dalam siklus kelelahan”. Lelah sekali hari ini.

Sebenarnya, siapa seeh yang tak lelah setelah seharian beraktifitas? bahkan ketika main catur pun akan terasa lelah, jika itu seharian penuh kita lakukan. Bukan masalah lelah yang kita khawatirkan, tapi gaya hidup tak seimbang yang mereka lakukan, patut kita bicarakan.

Ini penting! Kurangnya olahraga dan pola makan yang tidak sehat menjadi penyebab hidup menjadi tidak seimbang. Hari demi hari, fisik kita sudah tidak muda lagi, kesehatan yang tidak bisa diajak kompromi, stres dan kecemasan yang sulit untuk dihentikan.

Dan kami terjebak…

 

Generasi O Terjebak dalam Siklus Kelelahan

Lihatlah betapa sulitnya menjalani hidup ketika semua sepertinya berjalan dengan kecepatan yang tidak dapat kita ikuti. Wuuuzzz! Orang ditempurkan dengan kecepatan teknologi dan digitalisasi. “Tepar gak lhoe”.

Lelah dan perasaan lelah ini memukul kita dan mengingatkan diri bahwa “Kita ini humanis”. Kita memiliki keterbatasan, punya hanya dua tangan, dan juga saat ini please “Aku butuh tidur”. Sebagai gambaran, kondisi kami saat ini:

#Overworked (Kelebihan Beban Kerja)

Memiliki jam kerja yang panjang sepanjang mata memandang. Dan beban kerja yang berat, sehingga waktu untuk istirahat dan waktu untuk keluarga pun menjadi berkurang. Bekerja keras memang baik, tapi jika sampai berlebihan, ini bisa berdampak buruk.

 

#Overweight (Berat Badan Berlebih)

Memiliki berat badan di atas ideal “Besar, padat, gempal” oleh karena pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Ketika kita ‘sibuk’ semua makanan “siap uang, siap makan” alias Juck food! Menu sejuta umat kantoran. Menjadi lezat kala itu berminyak, gurih-gurih micin, higienis dipertanyakan, dan kaya akan tepung.

 

#Overwhelmed (Kewalahan)

Merasa terbebani dan tidak mampu mengatasi tugas atau situasi yang ada, ditambah ekspektasi sosial yang tinggi, menjadi kewalahan tingkat tinggi. “Stres akibat tuntutan pekerjaan dan gaya hidup”. Overwhelmed berupa kelelahan fisik dan mental, kesulitan berkonsentrasi, mudah marah, dan perasaan putus asa.

 

Ini Yang Kami Khawatirkan

Gaya hidup Generasi O, yang dikenal dengan kecenderungannya menghabiskan waktu hidupnya di depan layar monitor, terkoneksi dengan internet, membawa contoh buruk dalam menjalani hidup sehat.

Nyatanya, ketika kita kurang aktivitas fisik, pola tidur yang tidak teratur, dan konsumsi makanan tidak sehat, akibat “gaya hidup ini” apa yang kita hindari akan terjadi. Risiko obesitas lebih tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya.

‘Kewalahan’ akibat tuntutan tinggi dan FOMO (Fear of Missing Out) juga menjadi kekhawatiran, yang dapat berakibat pada kelelahan mental, dan bahkan burnout. Meskipun tidak semua Generasi O memiliki gaya hidup tidak sehat, kekhawatiran ini perlu menjadi perhatian agar dapat kita cegah dan diminimalisir.

 

 

Menghindar Untuk Menjadi Generasi O

Menjadi bagian dari Generasi O, dengan gaya hidup yang serba digital dan minim aktivitas fisik, bukanlah sebuah catatan takdir. Lalu, bangaimana menghindarinya?

1. Batasi jam layar

Kasihan mata kita jika seharian melihat monitor terus terusan. Atur waktu penggunaan gadget dan komputer. Lakukan aktivitas lain seperti berolahraga, membaca buku, atau bersosialisasi secara langsung.

 

2. Aktivitas fisik

Aktivitas fisik paling baik jika dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur. Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari. Pilihlah aktivitas yang kamu sukai agar lebih menyenangkan.

 

3. Cukupkan tidur

Jaga pola tidur kamu secukupnya. Tidurlah di jam-jam yang memang itu saatnya kita tidur. Jam 10 malam cukup baik bagi kita orang dewasa untuk tidur. Tidurlah 7-8 jam setiap malam untuk menjaga kesehatan. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur.

 

4. Konsumsi makanan sehat

Usahakan membawa bekal dari rumah. Bawa juga botol air minummu. Jika pun harus makan di luar, pilihlah makanan yang kaya akan buah, sayur, dan protein. Kurangi konsumsi makanan olahan, gorengan, dan minuman manis.

 

5. Kamu kok mudah sekali stres

Mengapa yaa, banyak orang saat ini mudah terserang stres. Lakukan kegiatan yang dapat membantu merilekskan tubuh dan pikiran, seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam. Jangan habiskan waktu istirahatmu untuk nongkrong di tempat-tempat yang buruk.

 

6. Bangun interaksi sosial

Dalam interaksi terdapat kebebasan. ‘Teman baik’ adalah hal paling pertama dalam sebuah interaksi. Luangkan waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain dan lakukan aktivitas yang tidak melibatkan layar.

 

7. Kembangkan hobi

Ketika kamu menemukan hobi yang benar-benar “Ini gue banget”, itu akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dirimu. Lakukan hobi yang kamu sukai untuk mengisi waktu luang dan meningkatkan kreativitas.

 

8. Lakukan Kegiatan yang Bermanfaat

Kebahagiaan tidak datang dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa yang kita nikmati. Dan kebahagiaan sejati datangnya ketika kita menjadi orang yang bermanfaat. Lakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, seperti mengikuti kegiatan sosial.

 

9. Kembangkan Keterampilan Baru

Kebaruan tentu menginspirasi kita semua. Semua baru! Kesempatan baru, Tempat-tempat baru, Pengalaman baru dan Belajar hal-hal baru. Tahukah kamu itu juga termasuk keterampilan baru, seperti “Apa Peran barumu di tempat kerja saat ini?”. Pelajari hal-hal baru yang kamu minati. Hal ini dapat membantu kamu untuk lebih kreatif, produktif, dan terhindar dari kebosanan.

 

Kita Bisa Apa?

Terkadang, perlu ada kelelahan untuk memahami arti sebuah kenikmatan istirahat. Menjadi generasi muda yang produktif, tidak harus dengan mengorbankan waktu, nafasmu demi sesuatu yang bukan milikmu. “Ini hanya pekerjaan bro”. Kesehatanmu jauh lebih mahal dari pada itu.

Andai kamu lelah, istirahatlah. Andai kau terjatuh, bangunlah. Dan jika kau tidak di manusiakan oleh mereka, maka pergilah. Kebebasan ini di titipkan kepadamu untuk kau jalani dan kau pilih. Tapi, kebebasan tidak layak untuk kita miliki, jika itu tidak termasuk “kebebasan untuk melakukan kesalahan“.

Sungguh, kamu beruntung ketika “mengambil ukuran yang tepat untuk diri sendiri” dan memiliki keseimbangan yang adil antara apa yang bisa kamu peroleh dan apa yang bisa kamu gunakan. Masalah akan muncul ketika seseorang “harus menemukan keseimbangan” antara apa yang di butuhkan orang lain darimu, dan apa yang kamu butuhkan untuk dirimu sendiri.

Salam Dyarinotescom.

Related Posts:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Publisher artikel lifestyle yang dikemas menarik, dengan tips dan opini, serta didesain secara kekinian untuk pembaca setia.