Ghosting, Perilaku Menggantung Hubungan

Kata Ghosting yang baru-baru ini viral di media sosial, bukanlah kosakata baru. Namun, di Indonesia ghosting baru di kenal luas akhir-akhir ini. Istilah ghosting semakin menjamur hingga akhirnya di kenal luas seiring peningkatan pengguna media sosial, serta maraknya aplikasi dan web kencan daring.

Kemudian istilah ini menjadi semakin akrab di telinga publik pada medio 2015-an, ketika banyaknya hubungan selebritas terkenal dunia yang kandas akibat ghosting. Di Indonesia, kata ghosting menjadi semakin ramai di perbincangkan usai prahara kisah asmara anak seorang petinggi negeri ini.

Secara umum ghosting dapat diartikan sebagai sebuah situasi ketika seseorang memutuskan hubungan dengan menghentikan seluruh komunikasi secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan. Makna ghosting sebenarnya tidak hanya di tujukan bagi mereka yang sedang berkencan. Ghosting bisa terjadi juga dalam hubungan pertemanan dan hubungan pekerjaan.

Menurut beberapa psikolog, ghosting dapat berdampak pada psikologis seseorang yang jadi ‘korban’ karena dapat menimbulkan perasaan merasa ‘ditolak’ atau tidak diinginkan. Perasaan tersebut dapat menimbulkan rasa kesepian, kesedihan, kecemasan, menurunnya self-esteem, hingga frustrasi dan depresi.

  Individu Yang Konsisten

Ada beragam alasan yang membuat seseorang menjadi ghoster (pelaku ghosting). Beberapa di antaranya, yaitu:

 

1. Bosan

Alasan paling umum yang dimiliki saat seseorang menghilang secara mendadak dari suatu hubungan adalah karena merasa sangat bosan berada di dalam suatu ikatan. Bisa jadi karena percakapan yang tidak menarik, melakukan hal yang itu-itu saja dan lainnya.

 

 

 

2.Tidak ada chemistry

Tanpa keserasian, akan sulit untuk menjalani sebuah hubungan hingga waktu yang panjang, apalagi tanpa dilandasi pengertian. Dan sayangnya, kebanyakan ghoster menyerah sebelum menggali apa yang bisa membangun chemistry.

 

3. Menghindari konflik

Ghoster ingin berpisah, tapi khawatir dengan drama dan konflik. Sehingga, lebih baik baginya untuk pergi tanpa penjelasan, daripada harus melewati konflik berkepanjangan.

 

4. Tidak tertarik untuk berkomitmen

Alasan lainnya seseorang melakukan ghosting adalah karena tidak tertarik untuk berkomitmen. Ghoster memutuskan untuk mengakhiri hubungan, karena dia takut memulai hubungan yang lebih jauh dan tidak pernah menganggap serius setiap hubungan yang dijalani.

  Hikikomori: Isolasi Diri Si Anti Sosial

 

5. Kepedulian

Bisa jadi, pelaku ghosting merasa hubungan yang di jalin adalah hubungan yang toxic. Sehingga dia memilih keluar dari hubungan secara tiba-tiba, untuk kebaikan bersama. Apa pun alasannya ghosting adalah cara terburuk untuk mengakhiri suatu hubungan. Karena hal itu dapat menyebabkan konfrontasi yang lebih besar di kemudian hari.

 

Kau menggantungkan hubungan ini
Kau diamkan aku tanpa sebab
Maunya apa?
Ku harus bagaimana, kasih?

Gantung-Melly G

 

Bagi pelaku-pelaku ghosting, mereka mungkin merasakan manfaatnya. Mereka tidak perlu menghadapi konflik, tidak perlu memberi penjelasan, dan tidak perlu menghadapi perasaan orang lain. Para ghoster bisa dengan mudah menghindari situasi yang tak nyaman dan drama yang mungkin muncul.

Tapi bagaimana dengan mereka yang menjadi korban ghosting? Tentu saja rasanya menyakitkan. Mereka kebingungan tanpa adanya penjelasan. Mereka kerap bertanya-tanya dan menyalahkan diri. Pada akhirnya, korban ghosting selalu merasa cemas, khawatir, dan bahkan merasa rendah diri.

Bagi para korban, jangan berkubang dalam keterpurukan terlalu lama, segeralah bangkit, hadapi ketidakpastian itu dengan membangun benteng pertahanan diri, fokus pada kesehasan fisik dan mental diri sendiri, luangkan waktu bagi orang yang sungguh-sungguh mencintai, keluarga dan teman terdekat. Pada akhirnya, let it go, ikhlaskan. Karena hanya itu yang akhirnya akan membawa kembali rasa tenang, nyaman, dan mengembalikan kepercayaan diri setelah menjadi korban ghosting.

8 thoughts on “Ghosting, Perilaku Menggantung Hubungan

  1. Dlu pernah deket dg seseorang, kenal dr kerabat. Beberapa x jalan, saling chat. Tiba2 orgnya ngilang gitu aja. Chat ga dibls, tlp gak pernah diangkat. Korban ghosting gw hahaha
    Anehnya tu org msh suka ngepoin IG gw.
    Skrg gw sdh punya yg lebih baik, berkas dighosting kali ya, jadi Tuhan kasian ke gw

  2. Engak semua yg ghostingin org niatnya jahat. Kayak nomor 5 maksudnya baik, kejadian jg sama temenku. Dia ghostingin cewek karena ceweknya terlalu baik dan beda kelas jadi dia ngerasa enggak sepadan.jadi dia ngerasa enggak enak hati

  3. Jujur lebih baik kalau tidak cocok, jangan pula orang digantung-gantung. Tak usahlah berdalih menghindari konflik jika tak mau ada komitmen dan tak punya rasa tanggung jawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: