medsos dyarinotes

Status Asli tapi Bohong

Banyak orang menggunakan media sosial untuk berbagi hal-hal yang biasa dengan maksud tertentu. Banyak hal negatif di media sosial.  Media sosial itu sungguh luar biasa, karena kita bisa melukis diri sendiri seperti yang kita inginkan agar di lihat banyak orang. Status pada akun media sosial, misalnya. Ke pasar saja di buat status. Lagi di rumah di buat status juga. Ehh, ternyata bohong. Asem! Yaa, seperti Status asli tapi bohong. Lol.

Media sosial merupakan sarana media daring yang di gunakan untuk berinteraksi dan berbagi dengan prantara virtual tanpa ada batas ruang.  Kamu pasti sering menggunakan media sosial, apa pun itu produk aplikasinya.

Orang memposting sesuatu entah itu sedang di pesta, makan besar, sedang berwisata atau pun sedang bertemu sapa dengan maksud agar orang lain ikut serta merasakan apa yang kamu rasakan. Apakah itu status asli atau bohong, sudah tidak penting lagi. Nobody knows!

 

Status Settingan 


Ada juga orang membuat status hanya untuk menunjukan kebolehan atau keberhasilan yang sedang di capainya. Memiliki barang mewah dengan brand terkenal sebut saja Louis Vuitton dan Chanel, mendapatkan mendali penghargaan atau pun sedang berjabat tangan atau berfoto dengan pesohor.

Apakah semua itu boleh? Apakah membuat status itu di larang? Membuat status amat sangat di perbolehkan asalkan tidak menyinggung atau merusak nama baik seseorang atau orang lain.

  Peran Habit dan Budaya dalam Strategi Pemasaran

Sekarang media sosial adalah separuh nafas. Kamu bisa saja di bilang kuper atau nggak gaul jika belum punya akun media sosial. Selain itu timeline media sosial juga sering di jadikan identitas seseorang. foto editan pun bertebaran layak menjual paras seseorangan di profil media sosial.

Ada beberapa rangkuman penelitian yang menemukan bahwa orang akan sangat senang berselancar di media sosial dan mencari hiburan atasnya serta membaca berita tidak mudah mengalami depresi.

Namun cara mereka menggunakan media sosial yang menghubungkan mereka dengan depresi. Hmm…bingung bukan?

Orang yang depresi biasa nya mengalami hal-hal jika di kaitkan dengan pengaruh media sosial terhadap dirinya. Terkadang mereka membandingkan orang lain dengan dirinya. Sudah tentu hal itu akan terjadi dan sering kali terjadi tanpa terkecuali.

Dan yang paling tidak mengenakkan bahwa orang tersebut berfikir dan menyimpulkan bahwa kehidupan mereka tidak lebih baik dari kehidupan orang lain. Dan parahnya mulai lah terjadi pergunjingan dan menjelek-jelekkan orang tersebut.

 

If you live according what others think, you will never be rich

(Seneca-Letters)

 

Semua orang seperti domba di media sosial. Seperti hal nya satu orang mulai membuat keributan, dan semua orang berkata, ‘Hei, ya!’. Dan kemudian ada banyak orang yang membuat keributan padamu. Tahukah kamu orang sering membuat status dan di kaitkan dengan kepribadian dari orang tersebut.

  Hikikomori: Isolasi Diri Si Anti Sosial

 

Update status tentang Foto Bersama Teman

Biasanya orang tersebut memiliki kepribadian extrovert yang memiliki kemampuan besosialisasi dan biasnya orang tersebut sangat menyukai karamaiaan dan lebih mudah dalam menyesuaikan diri.

 

Update status Berlebihan 


Walau memiliki pinggul bohay dan bermuka aduhai tapi jika statusnya lebay yaa.. tidak bagus juga kan. Orang tersebut biasanya memiliki ketidakseimbangan mental yang menjurus kepada neuroticism atau sering di sebut neurotisisme.

 

Update status tentang kebiasaan Pasangan

Mungkin ada saja orang di sekitar kita upsate status tentang kebiasaan pasangan. entah apa maksudnya, yang pasti hal tersebut di share ke media sosial. Biasa nya orang yang sering melakukan hal tersebut memiliki kepribadian rendah diri dan secara tidak langsung menunjukan bahwa perasaan tidak aman.

 

Update status tentang keyakinan Berpolitik 

Banyak sekali status yang terkait politik apalagi pada saat pemilihan kepala daerah. Dan hal ini terkadang membuat risih dan tidak nyaman. Akan tetapi sering juga update status yang berbau intelektual yang bisa di kaitkan bahwa orang tersebut memiliki kepribadian kreatif, open mind dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi.

  15 Menit Setiap Hari

 

Update status tentang anak

Orang yang sering update status tentang anak bisa di kategorikan menjadi orang yang teliti dan biasanya pemilik akan merupakan orang yang cukup bertanggung jawab dan juga pekerja keras.

 

Gangguan Kepribadian

Ada sebuah penelitian ilmiah menyebutkan bahwa sering update status bisa menyebabkan gangguan kepribadian yang di sebut Histrionic Personality Disorder. Gangguan ini membuat emosi berlebihan dan memiliki ketergantungan sangat besar untuk menjadi pusat perhatian orang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa pengguna media sosial terbanyak tersebut adalah wanita. Setidaknya lebih dari tujuh puluh persen wanita bahkan lebih, melakukan hal tersebut di media sosial, seperti:

– Terlalu perduli dengan penampilan fisik dan lain sebagainya;

– Berpakaian tidak wajar dan menunjukkan perilaku menggoda;

– Membuat keputusan yang gegabah dan sensitif terhadap kritik;

– Senang menjadi pusat perhatian; dan

– Bertindak sangat dramatis dan ekspresi yang berlebihan.

 

Salam, Dyarinotes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: