Dyarinotescom

Brand Avatar, Simbol Dari Komunikasi Bisnis

dyarinotescom brand magazine

Saat ini banyak dari entitas bisnis mulai mencari bentuk perwakilan. Mewakili siapa mereka dan apa yang mereka tawarkan. Bentuk komunikasi dari usaha yang mencerminkan nilai agar pasar bisa dengan cepat mengidentifikasi siapa mereka. Yups, dengan Brand Avatar. Simbol dari komunikasi bisnis.

Pastinya kamu tahu apa itu Brand Avatar? Sedikit mengulang, Brand Avatar adalah representasi visual dari usaha yang sedang dibangun oleh entitas bisnis. Simbol yang mewakili karakter yang ikonik dari usaha, kepribadian bentuk dan komunikasi pesan tersembunyi.

Brand Avatar for Your Business

Brand Avatar seperti potret visual dari komunikasi. Bisa saja divisualkan kedalam bentuk logo, ikon, atau karakter yang pada intinya mewakili nilai. Yaitu massage dalam mengulang pengalaman pengguna.

Jelas ini sangat efektif, dan dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat, erat dengan pelanggan. Dan menariknya Brand bisa berkata-kata tanpa suara. Sedikit menakutkan memang, karena otak pelanggan secara bebas menterjemahkan bentuk simbol dari Brand tersebut. Dan munculah sebuah ‘KESAN’.

Persepsi pelanggan terarah bukan karena itu di perintah, tetapi mereka pernah melakukan atau boleh jadi terhasut story telling dari meraka yang pernah menggunakan produk tersebut.



Simbol Dari Komunikasi

Logo atau ikon adalah simbol dari komunikasi. Seperti wajah yang terpampang di balik kemasan. Pelanggan bisa mengetahui siapa dan apa produk tersebut, bahkan event yang diadakan bisa terdeteksi secara cepat hanya dengan satu logo yang terpampang.

Ada banyak Brand Avatar yang telah berhasil membangun entitas bisnis mereka dengan cara-cara yang sangat efektif. Apple, misalnya. ‘Logo Apple‘ yang sederhana tapi mewah dan ikonik adalah salah satu Brand Avatar paling terkenal di dunia. Logo ini mencerminkan nilai dan kepribadian merek Apple yang sederhana, elegan, dan inovatif.

Coba juga kita lihat Google. Karakter ‘Google Doodle’ yang lucu dengan warna-warna membantu merek Google terlihat lebih friendly, menyenangkan dan ramah. Dan karena itu pastaslah mereka mendominasi.

Sama halnya dengan merek Nike. ‘Logo Nike‘ yang ikonik adalah salah satu avatar merek paling abadi. Dari dahulu waktu kita masih kecil sampai sekarang masih tetap sama. Logo yang mencerminkan nilai dan kepribadian yang melambangkan power, trendy, nyaman dan atletis.



Jika Kita Menjadi Mereka

“Jika kita menjadi mereka?” tentu bisa. Tapi ingat! bahwa keberhasilan itu tidak akan berkhianat dengan apa yang kita lakukan. Tidak ada di dunia ini yang di berikan itu kepadamu dengan gampil. Kamu harus banyak-banyak belajar, berdoa, keluar dari zona nyaman, dan mendapatkannya. Tidak ada yang mengatakan “ternyata mudah”, tetapi kerja keras selalu membayar.

Lalu darimana kita harus memulai?

Ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan saat membuat Brand Avatar, salah satu atau keduanya, meliputi:



1. Pastikan Nilai dan Kepribadian

Brand Avatar harus mencerminkan nilai dan kepribadian merek. Ini harus membantu pelanggan memahami betul apa yang mewakili merek kita. Jangan hanya mengatakan bahwa merek kami ini “inovatif dan berkualitas”.

Jelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan inovatif dan berkualitas itu. Jadilah autentik. Jadilah sesuatu itu nyata, valid, atau reliabel dengan karakter yang terpercaya, original, tulen, atau sah.

2. Target Audiens

Brand Avatar juga harus menarik bagi target audiens atau konsumen atau pengguna dan atau lainnya. Itu harus sesuatu yang akan mereka sukai dan mudah untuk di identifikasi. Bagaimana menciptakan basis pelanggan, memahami kebutuhan mereka, pesaing kita siapa, serta membuat pesona yang mewakili konsumen pemakai.



3. Kesan yang Ingin Kita Ciptakan

Brand Avatar dapat membantu kita menciptakan kesan tertentu. Misalnya, jika kamu ingin merek brand terlihat modern dan dinamis, kamu dapat menggunakan avatar yang berwarna-warni dan lebih kekinian dengan gaya modern. Bukan bentuk yang kaku dan jadul.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Dalam mendesain Brand Avatar berupa logo atau ikon untuk produk, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan. Secara gamblang Dyarinotes rangkumkan beberapa diantaranya, seperti:

1. Simplicity

Logo yang baik adalah logo yang sederhana. Logo yang simple menggunakan bentuk dan pola yang mudah di ingat dan mudah untuk di pahami. Yaitu dengan menggunakan elemen yang sedikit dan tidak pula berlebihan.

Coba untuk Hindari penggunaan bentuk dan warna yang rumit dan berlebihan. Sederhanakan juga dalam menggunakan tipografi. Gunakan ruang ‘negatif’ atau warna berlawanan untuk memberi kesan kontras dan seimbang.



2. Uniqueness

Ini tentang logo yang unik. Logo yang unik menggunakan desain yang berbeda dari Brand Avatar lain di pasaran. Logo yang unik dapat membantu merek untuk lebih menonjol, berbeda dari pesaing, dengan tujuan untuk lebih mudah diingat oleh konsumen.

Perhatikan dan cermati logo apa yang kompetitor gunakan dan apa seeh yang membuat logo mereka itu unik. Jangan takut untuk berpikir – Out of the Box – dan mengambil resiko karena itu berbeda. Jangan hanya meniru yang sudah ada.

3. Relevancy

Logo yang relevan adalah logo yang sesuai dengan kepribadian produk, target audiens dan nilai merek. Dapat membantu merek kita dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan target pasar.

Logo Nike sebagai pelajaran. Brand ini menggunakan garis Swoosh yang melambangkan gerakan dan kecepatan. Begitu relevan dengan target pasar, yaitu atlet dan orang-orang yang aktif. Apple pun menggunakan cara-cara yang efektif.

Sama halnya dengan Logo McDonald’s. Brand ini menggunakan huruf M yang berwarna kuning dan merah. Logo ini relevan dengan target audiens McDonald’s, yaitu orang-orang yang menyukai makanan cepat saji.



4. Appeal

Bagaimana mendesain logo yang menarik bagi masyarakat sebagai konsumen? Logo yang appeal (menarik) akan sangat bisa mengajak “Let’s Go“, berbicara, menarik perhatian, dan pastinya dapat di ingat dengan mudah. Semua ini dengan maksud membangun brand awareness atau kesadaran merek.

Suatu tingkat di mana pasar menyadari dan tahu keberadaan kita. Keberadaan yang di ukur pada batasan di mana Brand di kenal dan di ingat. Dengan penuh kesadaran dan rasa ketertarikan dalam melihat: seberapa baik itu di kenal, seberapa banyak, seberapa sering merek itu muncul di benak para konsumen.

Catatan Kemudian

Logo mempertegas kepada masyarakat konsumen seperti apa ‘Bisnis ini’ ingin di kenal. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut kita memiliki Term of Reference dalam mendesain Brand yang berbeda sebagai perwakilan kita tanpa harus hadir.

Ini bukan tentang nama di belakang entitas bisnis. Ini tentang Ikon dan Logo di depannya, dan itu tidak harus mengikuti logika dan etika, tetapi apa maunya mereka. Dan pasar dapat mengetahui tanpa harus kita bicara. #CreateYourLogo

Salam Dyarinotescom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *