Spy Woman

Ancaman Dunia selain Virus

Virus yang diberi label oleh para ilmuan dengan nama Virus Covid-19 menjadi ancaman yang nyata dan sangat mengelisahkan. Di karenakan virus ini, banyak Negara di buat kerepotan pada beberapa sektor penting. Kebocoran tak terelakkan.

Bagi Negara dengan kekuatan ekonomi besar, bencana ini di manfaatkan dengan sangat baik untuk melakukan tindak spionase kepada negara-negara yang menjadi target.

Negara mana saja? Bagaimana cara melakukannya? Semua pertanyaan ini bisa menjadi sangat layak untuk di perbincangkan jika ini menyangkut pertahanan dan keamanan suatu Negara.

Spionase bisa di katakan pengintaian atau secara umum merupakan kegiatan penyelidikan rahasia terhadap data suatu negara yang menyangkut keamanan, ekonomi, sosial dan terkadang budaya.

 

Orang Bilang Aksi Memata-Matai


Aksi Spionase yang paling populer sih masih dalam urusan militer. Secara kekuatan militer menjadi tolak ukur dari kuat atau tidaknya suatu negara. Jika suatu negara memiliki kekuatan militer yang tangguh dan mematikan maka di pastikan Negara tersebut akan di segani dan di takuti oleh negara lain.

Aksi spionase ekonomi pun juga patut di waspadai. Mengapa ekonomi? Yang paling mudah di cerna oleh masyarakat seperti saya adalah jika suatu negara miskin atau lapar, negara tersebut akan sangat mudah di hancurkan dan di kalahkan oleh para penakluk. Tidak perlu di serang.

Cukup diamkan saja, hancur dengan sendirinya.

Dari beberapa sumber yang dapat di percaya, spionase ekonomi merupakan bagian dari kegiatan intelijen yang di sponsori kekuatan asing yang arah tujuannya untuk mempengaruhi suatu keputusan atau kebijakan ekonomi strategis tentunya, atau untuk memperoleh suatu informasi data penting secara tidak sah, seperti rahasia perdagangan.

Informasi kekayaan intelektual pun juga bisa menjadi target.

 

  Menjadi Pribadi Super Optimis

Intelijen Kompetitif

Paradigma baru saat ini, data adalah jenis kekayaan baru. Data lebih berharga dari batubara dan minyak. Betulkah hal ini? Seberapa penting informasi atau data yang di maksud?

Data atau Informasi menjadi tolak ukur antara keberhasilan dan kegagalan. Jika suatu infromasi perdagangan berhasil untuk di curi, maka pesaing bisa selangkah lebih maju dalam penerapan strategi dan ini keunggulan tersendiri.

Aksi pengumpulan informasi di lakukan dengan secara legal melalui intelijen kompetitif, tetapi terkadang perusahaan merasa cara terbaik untuk mendapatkan informasi penting adalah dengan mengambilnya secara diam-diam.

Spionase ekonomi atau bisa juga spionase industri biasanya di lakukan dengan beberapa cara:

Pertama, Informasi di dapat dari orang yang menjual informasi atau data untuk kepentingan sendiri atau juga dengan tujuan untuk merusak perusahaan tersebut.

Kayawan penting juga bisa menjadi target spionase dengan cara di rekrut atau karena meninggalkan perusahaan untuk bekerja di perusahaan lain dan membawa informasi bersama mereka.

Kedua, Informasi di dapat dengan melakukan interogasi dari sumber terpercaya dengan cara di bujuk atau di bawah tekanan.

Mungkin pada awalnya interogasi untuk suatu informasi yang tidak begitu penting kemudian menjurus kepada informasi tertentu.

Bisa di lakukan dengan cara di peras, di siksa atau di sudutkan dengan aksi kejahatan sebelumnya. Di rayu juga bisa dengan iming-iming suatu imbalan. Pendapat para pakar pun di jadikan sumber informasi yang dapat di percaya.

Di beberapa negara maju, lebih memilih mempekerjakan individu untuk melakukan mata-mata dari pada menggunakan badan intelijen mereka sendiri.

Saat ini, banyak media yang menerbitkan tentang imigran China yang masuk ke Indonesia dalam jumlah besar, dengan dalih bekerja atau lainnya. Entah hal ini berkaitan atau tidak. Tapi kita harus juga waspada. Sejatinya kita bersahabat dengan semua Negara.

 

  Pembelajaran yang sudah ditinggalkan

Beberapa Aksi Terkait

Melansir Yahoo News, beberapa tahun lalu, AS mengeluarkan peringatan kerasnya terhadap China. Kini, negara-negara demokratis di seluruh dunia menyuarakan ketakutan yang sama. seperti Belanda dan Kanada.

Beberapa waktu lalu, Badan Intelijen dan Keamanan Umum Belanda (AIVD) merilis laporan tentang ancaman terkait kepentingan keamanan nasional Belanda. Laporan ini di buat secara blak-blakan dengan menuliskan kritikannya terhadap China.

Mereka menyatakan, spionase dunia maya Beijing menimbulkan “ancaman yang akan datang” bagi ekonomi Belanda di beberapa sektor termasuk perbankan, energi dan juga infrastruktur.

Badan Intelijen Keamanan Kanada, juga turut mengatakan beberapa waktu lalu bahwa China tengah melakukan beberapa strategi untuk keuntungan geopolitik di semua lini mulai ekonomi, teknologi, politik, dan militer.

 

Notes

Ancaman bertebaran di mana-mana. Spionase juga menjadi ancaman yang cukup menakutkan dan harus di waspadai.

Data atau Informasi bisa menjadi tolak ukur antara keberhasilan dan kegagalan dalam menentukan kebijakan dan keputusan penting, pastinya.

Poin nya adalah Data adalah Kekayaan sama pentingnya dengan kesehatan.  Simpan dengan baik-baik. Jaga dengan bijak dan pergunakan untuk kebaikan. (DKA)

 

  Overthinking

Salam, Dyarinotes

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: