35-dari-100-kesalahan-anak-muda-jaman-now

35 dari 100 Kesalahan Anak Muda Jaman Now

Masa muda akan menjadi aset hebat jika kamu menggunakan waktu dengan melakukan berbagai hal yang bermanfaat. Banyak kesalahan yang di lakukan anak muda, dengan tanpa sadar akan resiko dan konsekuensi nya.

35 Kesalahan Anak Muda Jaman Sekarang merupakan artikel yang bisa menjadi referensi kamu yang masih muda, untuk menjadi lebih baik. Mungkin baik saja tidak cukup untuk kamu. Tidak ada yang tahu akan seperti apa masa depan yang akan kamu jalani.

 

35 Kesalahan


Banyak dari anak muda jaman sekarang yang lebih suka meniru kesalahan yang di lakukan orang lain. Dan juga mereka mengira dengan cara itu mereka bisa meraih kesuksesan.

Apa pun itu, yang pasti jangan malu terhadap bentuk usahamu. Hidup yang kamu jalani adalah tanggung jawabmu sendiri. Omongan orang lain tidak akan membantu merubah future mu.

 

Your future is your step –

 

Berikut Dyarinotes rangkum beberapa kesalahan yang anak muda jaman sekarang lakukan dan mungkin itu kamu, antara lain:

 

1. Terlalu Fokus Dengan Pencapaian Orang Lain

Pada suatu masa tertentu, orang lain bisa berhasil mendapatkan keinginan dan pencapaian akan kesuksesan. Bisa memenuhi semua impian. Membeli rumah, mobil mewah bahkan bisa membeli kekuasaan.

Saat kita terlalu terobsesi membandingkan diri dengan orang lain, yang tersisa adalah perasaan rendah diri dan semakin pesimis. Perjalanan dan titik awal perjuangan tiap orang tidak akan sama. Alias berbeda.

Terus meratapi diri sendiri karena melihat orang lain tampak lebih bersinar hanya akan membuat hidup kita makin meredup. Jangan memuja pada pencapaian orang lain.

Hal ini bisa membuat diri kita sendiri seakan makin mengecil. Di tangan kita ada banyak pilihan. Pilihan untuk hidup lebih baik terbuka lebar. Jangan kita terus meratapi. Kolaborasi juga bisa, jika kita mau merasakan efek dari kesuksesan orang.


 

2. Terlalu Memikirkan Percintaan

Terlalu memikirkan percintaan tidaklah baik. Masa produktif akan habis di pergunakan untuk bercinta. Bukannya berkarya malah bercinta. Cinta itu seperti obsesi walaupun berbeda.

Sebagian orang menilai bahwa obsesi yang mereka rasakan pada seseorang adalah cinta. Obsesi bisa berakibat fatal bagi kehidupan seseorang.

Sebab, dia kemungkinan akan susah Move On. Jika Kamu sedang terjebak dalam situasi semacam ini, waspadalah!

 

3. Terlalu banyak rebahan

Banyak diantara kamu Millennial yang terlalu banyak rebahan. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Waktu yang digunakan untuk rebahan bisa sangat berguna jika di manfaatkan untuk hal lain. Yang berfaedah tentunya.

Dari sisi kesehatan, terlalu banyak rebahan membuat persendian kita menjadi kurang terlatih. Hal ini berbahaya. Karena menjadikan sendi kaku bahkan bisa jadi kram. Punggung bagian bawah juga akan terasa sakit.

Oleh karena lama tidak melakukan aktivitas fisik sehingga tubuh kamu kehilangan kekuatan dan fleksibilitas otot.

 

4. Percaya Zodiak


Tidak hanya satu, tapi ada jutaan orang yang masih percaya dengan ramalan zodiak. Pada umumnya orang yang percaya dengan zodiak ingin tahu apa kata ramalan bintang tentang hidupnya.

Tren percaya zodiak rupanya lebih banyak kita alami. Ada kecenderungan orang dalam melihat ramalan zodiak sebagai alternatif penyembuhan stres maupun untuk menghibur diri.

Hey.. Zodiak itu omong kosong. Kepercayaan primitif dari bangsa jadul. Komunitas Bar-Bar. Bangsa yang tidak berkeTuhanan. Di buat untuk mencari penghasilan. Jangan percaya akan zodiak.

Apalagi kamu yang dengan zodiak Scorpio dan Gemini yang suka berbohong. lol

 

5. Sulit berkata Terima kasih, Tolong, Meminta Maaf

Mengatakan maaf, tolong dan terima kasih itu mungkin sulit untuk diucapkan jika kita tidak terbiasa. Mungkin karena gengsi. Mungkin juga merasa lebih tinggi. Lebih senior, atau lebih pintar.

Hal semacam itu sampah. Jangan diikuti. Cobalah untuk membiasakan mengucapkan kata “Tolong’ dalam meminta sesuatu. Mengucapkan kata “Maaf” jika merasa ada kesalahan kepada orang lain.

Membiasakan “Terima kasih” jika mendapatkan sesuatu walau sekecil apapun itu. Harus kita pahami bahwa, berterima kasih kepada orang lain membuat seseorang merasa dihargai.

Berterima kasih memicu untuk berbuat baik. Dan meminta maaf dapat memperbaiki hubungan.

 

6. Mudah Baperan

Anak muda jaman sekarang mudah baperan. Salah satu penyebab utama yaitu terlalu mengikuti tren. Kamu yang mudah baper pasti mudah sekali terpengaruh dengan perasaaan orang lain.

 

Temen yang ribut, kok kamu yang ikutan emosi –

 

Mengenali batasan diri jauh lebih baik untuk kamu. Apa dan sejauh mana kamu harus campuri urusan teman atau orang lain. Terkadag sedikit cuek juga baik untuk kita membatasi diri dengan urusan teman.

 

7. Bingung Mau Jadi Apa

Kamu yang sudah selesai sekolah bahkan tamat kuliah, masih bingung mau jadi apa? Masih belum tahu mau kemana? Ada banyak orang merasakan hal yang sama seperti kamu.

Kebanyakan dari kita merasa cukup ‘cuma’ jadi orang sukes. Dari mana ya.. kesuksesan itu bisa berasal? Jangan bingung. lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Jalani saja dulu.


 

8. Terlalu Insecure

Perasaan Insecure akan membuat kita kurang percaya diri. Terkadang sering membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Kamu akan selalu merasa diri sendiri payah dan tidak berharga.

Insecure jika di biarkan berlarut-larut berdampak buruk pada kesehatan mental. Insecure itu merupakan perasaan tidak percaya diri, malu, takut, gelisah dan tidak aman yang disebabkan oleh rendahnya penilaian terhadap diri.

  Make Your Child Become Super Anak

Hampir setiap orang pernah mengalami insecure, khususnya ketika berhadapan dengan orang yang “lebih” dari diri kita.

 

9. Overthinking

Penyebab utama seseorang Overthinking bisa jadi tingkat stres dan kecemasan yang tinggi. Beberapa penyebab lain seperti rendah diri atau meragukan diri sendiri.

Biasanya kita jika terkena overthingking akan berulang kali memikirkan kejadian yang memalukan. Dan juga sering berandai-andai sebelum tidur.

Overthingking bisa membuat kamu merenungkan hal yang sama berulang kali. Dan juga suka memikirkan ulang percakapan dengan orang lain.

Bisa juga menjadikan kita tidak fokus mencari solusi dari suatu masalah. Akhirnya membuat kamu merasa cemas dan susah tidur.

Hai, kamu anak muda, apa yang kamu pikirkan? Jangan terlalu diambil pusing. Nanti Stres. Apa yang ada di kepalamu, belum tentu jadi kenyataaan. Jalani, nikmati dan syukuri.

 

10. Lemah Mental

Mental lemah atau mental down bisa terjadi pada siapa saja dan itu bisa juga termasuk kita. Penyebabnya beragam. Mulai dari masalah keluarga, tekanan pekerjaan dan lainnya.

Orang yang bermental lemah itu biasanya tidak mengakui kekurangan pada dirinya, berpikir bahwa kegagalan bukanlah pilihan, menggantungkan harga diri pada penilaian orang lain dan terlalu menekan emosi.

Ada juga orang dengan mental lemah seperti: Menyangkal rasa sakit yang dirasakan, berpikir dapat melakukan segalanya dan juga mencoba mengendalikan orang lain karena kurang mampumengendalikan diri sendiri.

Kita yang masih tergolong remaja, masalah kesehatan mental yang umum dialami adalah gangguan kecemasan umum, gangguan makan, skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi. Gangguan kesehatan mental pada remaja tak jarang memicu tindakan bodoh.

 

11. Sibuk memelihara Gengsi


Hari gini masih gengsi! Kesalahan yang perlu kamu hindari adalah kebiasaan anak muda sekarang yang seolah menjunjung tinggi rasa gengsi. Perasaaan gengsi bisa membuat peluang didepan mata menjadi hilang. Jangan ditolak.

Jangan terlalu malas dengan perubahan. Zona nyaman tidaklah selalu aman. Aman tidaklah selalu Terang. Jangan bersahabat dengan gengsi.

 

12. Memendam masalah sendiri

Ada masalah jangan dipendam sendiri. Ada baiknya mencari seseorang yang bisa memberikan solusi. Karena bentuk dari usaha kita, jangan pernah berhenti mencari.

Jika pun tidak ada yang bisa dipercaya, ada Allah SWT yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

13. Menunda-nunda pekerjaan

Menunda-nunda pekerjaan bukanlah pekerjaan seorang Profesional. Merasa belum mendekati dead line. Banyak dari anak muda yang lebih suka menunda pekerjaan. Kebiasaan seperti ini bisa mempersulit kita dalam dunia kerja.

Ranjin pangkal pandai. Pandai dalam manajemen waktu. Waktu tidak akan kembali ke masa lalu. Gerbong akan selalu maju. Memanfaatkan waktu itu poin penting nya.

 

14. Kurang fokus sama potensi diri sendiri

Setiap individu dari kita anak muda, mempunyai kelebihan dan potensi masng-masing.  Banyak cara menggali potensi diri untuk menjemput prestasi.

Seperti mencari tahu apa impian kita, memahami akan kelebihan dan kekurangan diri, mengetahui apa yang kita suka dan sedikit berani untuk berbeda.

Berani menghadapi kegagalan akan menjadi motivasi yang kuat untuk kita melangkah kedepan. Gagal itu biasa.

Tentukan tujuan kita dalam rangka memperbanyak daftar pencapaian dalam diri. Jika semua itu dilakukan, potensi kita sebagai manusia akan mudah ditemukan.

 

15. Suka Berbohong

Berbohong itu dosa. Kita tidak boleh bohong dengan siapa saja. Apa lagi dengan kedua orang tua. Saat ditanya “Pulang sekolah ngapain?“.

Lalu kita mengucapkan kebohongan dengan jawaban “Tadi pulang sekolah langsung ngerjain tugas sekolah bersama teman“. Dan ternyata nge-date sama pacar.

Biasanya jika kita melakukan kebohongan maka akan menghasilkan hasil yang buruk pada kehidupan kita.

Banyak sekali pengalaman yang bisa kita jadikan contoh jika kita suka berbohong. Cobalah untuk menjadi individu yang jujur. Jujur dalam berkata dan perbuatan.

 

16. Suka Membentak

Berbohong saja sudah tidak boleh, apa lagi membentak kedua orang tua. Suatu masa, terkadang orangtua menasihati kita dengan lembut dan pelan, tetapi jawaban yang kita berikan malah membentak dan kasar.

Jika pun orang tua salah, setidak nya kamu diam dan mendengarkan. Koreksi di lain waktu. Itu pun dengan cara yang lembut.

Sukses itu tidak hanya kerja keras dan usaha. Attitude juga menjadi bekal kesuksesan kita. Dan yang paling penting adalah restu dan doa dari kedua orang tua kita.

 

17. Mengabaikan Pola Hidup Sehat

Kesehatan merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap individu. Kesehatan di dapat dengan pola hidup sehat. Jangan terlalu tergiur dengan makanan kuliner yang di promosikan oleh media.

Sebersih-bersih makanan yang kita beli, masih sehat makanan yang kita buat di rumah. Jangan percayakan kesehatan kamu kepada banner yang menarik di medsos. Penipu semua itu.

Kita harus paham, konsep seorang penjual itu menjual barang dengan modal sekecil-kecilnya dan mendapatkan untung yang besar. Jika mau konsumsi makanan sehat, buat saja di rumah.

Repot!, yaa pasti. Tapi manfaat yang akan kamu dapat akan terasa. Jika tidak percaya, coba saja rajin konsumsi makanan siap saji.

Tinggal klik langsung diantar. Satu dua tahun tidak terasa. Mungkin dalam lima tahun kedepan baru deh kelihatan tuh. Muka menjadi jelek dan badan menjadi tidak karuan bentuk dan fungsinya.

 

18. Sopan Santun Hilang

Sopan santun itu bisa diartikan peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan satu komunitas manusia di dalam suatu wilayah dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari.

  Big Little Lies – Ketika Dusta Kecil Bisa Membahayakan

Dengan sikap yang baik ini, seseorang dapat di hargai dan di senangi dengan keberadaanya sebagai individu sosial. Seperti hal nya kita anak muda, perlu juga memahami cara bersopan santun.

Semisal: mengingat nama orang yang kita temui, tersenyum dan mau mendengarkan, jangan asal bicara, jangan gibah apa lagi fitnah, berusaha untuk berbaur dalam setiap pertemuan, tidak mudah mengeluh dan jangan menyela pembicaraan orang.

 

19. Salah dalam Bermedia Sosial

Banyak kamu yang muda, sukanya memfollow akun yang tidak ada manfaatnya. Media sosial tempatnya. Hal ini boleh saja untuk menjadi hiburan di sela kesibukan kita.

Tapi jangan sampai semua yang kita ikuti akun kaleng-kaleng. Memenuhi timeline social media kamu. Nantinya akan hilang manfaat dari media sosial untuk masa depanmu.

 

20. Tidak Mau Ribet

Semakin ribet aktivitas yang kita lakukan, hasil yang di dapatkan sebanding dengan tingkat kesulitan. Seperti bangaimana ribet nya ‘Belajar’. Dari awal sampai akhir.

Karena jika kamu anak muda tidak belajar, yaa.. jadinya mencontek. Mencontek itu tidak boleh. Nanti dampak kebiasaan pada kehidupan akan besar juga. Kamu di masa depan akan terbiasa copy paste.

Kebiasan mencontek menunjukkan motivasi kamu tentang belajar dan percaya akan diri sendiri, bisa di katakan kurang. Yang ada hanya hasil yang memuaskan, dengan cara yang tidak ribet yaitu Mencontek.

 

21. Terlalu Santai 

Beberapa orang yang beranggapan bahwa dirinya punya banyak waktu. Selalu telat ketika mengerjakan tugas atau terlambat hadir dalam suatu acara, misalnya.

Di istilahkan sebagai Tidsoptimist atau Time Optimism. Individu dengan kondisi seperti ini selalu yakin dan optimis bahwa mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengerjakan suatu.

Biasanya perilaku yang juga disebabkan oleh kondisi terdesak. Mereka aktif dan sedikit jika sudah terdesak. Terlalu lama menjomblo juga bisa. Di saat umur sudah berkepala tiga, baru mereka berpikir untuk mencari pasangan.

 

22. Terlalu Manja

Tidak salah jika seseorang memiliki sifat manja. Akan tetapi akan berdampak bukur jika kita terlalu bermanja. Dampak buruk nya kepada kehidupan kita kedepannya. Dan yang pasti akan mendapatkan nilai yang kurang baik dari orang di sekitar kita.

Banyak dampak negatif dari sifat manja yang berlebihan, seperti: akan dikucilkan dari pergaulan, sulit untuk beradaptasi pada lingkungan yang baru dan biasanya tidak dapat bertanggung jawab.

 

23. Mindset yang Salah

Berpedoman kepada yang salah akan menghasilkan yang salah. Anak muda yang berpedoman pada “Aku masih muda, Berseneng-seneng dulu lah. Kita tidak tahu mati kapan“.

Yang seperti ini harus di sadarkan dengan segera. Mindset lain yang salah seperti tentang ‘Bersedih Berarti Lemah dan Tidak Harus Bersyukur’.

Bersedih bukanlah bukti akan kehancuran. Itu adalah bukti bahwa kita manusia. Sangat banyak pikiran dari kita yang keliru.

Kita cenderung berpikir bahwa tidak ada yang bisa mengubah keyakinan jika kita sudah yakin. Kita lebih suka mempertahankan posisi itu meskipun kita tahu bahwa itu salah.

Ada sesuatu yang mengambil alih diri kita. Sesuatu itu disebut dengan ego. Alasan mengapa semua ini terjadi adalah kepercayaan kita lebih besar daripada pengetahuan.

 

24. Selalu berfikir Masa depan

Berpikir terlalu jauh ke depan seperti perilaku yang memikirkan hal yang tidak perlu di lakukan. Atau akibat yang akan kita timbulkan dari suatu perbuatan sehingga memiliki sikap terlalu waspada.

Terlalu khawatir tentang segala sesuatu yang akan terjadi di masa datang. Pahami bahwasannya masa sekarang adalah cerminan dari masa depan. Jarak dari masa sekarang dan masa depan adalah hitungan detik.

Kita mungkin diberikan kesempatan pada detik ini untuk memilih kanan dan kiri. Karena pada detik berikut nya akan ada pilihan yang baru yang harus kita tentukan. Bingung!

 

25. Takut Masa Depan

Masa depan adalah masa dimana kita tidak akan tahu apa yang terjadi. Kita sebagai manusia boleh jadi memprediksi. Tapi tidak bisa mengetahui secara pasti.

Jangan kita tinggal di masa lalu, jangan pula memimpikan masa depan, pusatkan pikiran kita pada saat ini.

 

Untuk kamu anak muda:

Semuanya kelihatan tidak mungkin, sampai segala sesuatu terselesaikan –

 

Pekerjaan kecil yg selesai di lakukan lebih baik daripada rencana besar kamu yang hanya didiskusikan. Jangan menghindari dan menakuti masa depan.

Karena masa depan selalu berjalan. Mesin waktu berputar. Zaman berotasi. Seperti saat di mana kamu membaca artikel ini.

 

26. Bucin

Budak Cinta merupakan satu istilah untuk kamu yang sedang duduk. Kamu terlalu memprioritaskan diri dan segala yang kamu miliki untuk orang lain. Dengan beralaskan romantisme. Seperti film Korea Jadul.

Bucin itu berdampak buruk, seperti: Malas beraktivitas, kurang cinta diri sendiri. Dampak buruk lainnya juga bisa jauh dari orang lain dan mudah untuk di bodohi.

Saat Bucin, Hormon dopamin banyak diproduksi. Hormon ini akan banyak di dalam otak ketika kita sedang kasmaran atau jatuh cinta.

Otak kita mempunyai program untuk untuk merasakan jatuh cinta. Sehingga terasa seperti narkotika dan candu. Efek selanjutnya akan muncul fenomena yaitu Perbudakan.

 

27. Tidak Jelas Tujuan Hidup

Hidup harus memiliki tujuan hidup yang jelas. Jangan seperti angin yang bisa dibawa kemana mana ketika gesekan udara tetiba. Anak muda jaman Now akan kebingungan jika ditanya mau ngapain ke depannya.

Kita hanya bisa diam dan bahkan terkadang menjawab “Belum Tahu”. Atau bisa juga tidak berani menjawab disebabkan takut salah karena tidak sesuai dengan kemauan orang tua.

  Pentingnya Pembelajaran Life Skill untuk Anak Usia Dini

“Wahai Anak Muda Hidup Bagai Celengan”. Belajar setitik demi setitik. Belajar memang bukan satu-satunya tujuan. Tetapi kalau itu saja kita tidak sanggup, lantas apa yang akan dicapai?

 

28. Tidak Berani Mengambil Resiko

Risiko mengajarkan kita tentang diri sendiri. Risiko itu menghasilkan ekspresi diri. Dan bisa mengajarkan banyak hal. Kita harus berani mengambil segala resiko.

Berani mengambil resiko adalah salah satu kunci dari keberhasilan. Ambil kesempatan mu. Semua hidup adalah kesempatan.

Orang yang melangkah paling jauh biasanya adalah orang yang mau melakukan dan berani. Kamu yang tidak berani, hanya jadi pendengar dan penonton.

Kita terkadang bertanya-tanya tentang para petualang. Mereka yang telah mengarungi sampai ke ujung lautan bahkan melintasi benua.

Betapa takutnya ketika mereka mengambil risiko jatuh. Betapa bangganya mereka ketika menemukan dan melihat tempat-tempat yang hanya mereka lihat.

 

29. Cari Aman

Mau nya cari aman saja. Tidak bersentuhan dengan aparatur negara, karena takut mengkritik pemerintah. Seperti Siswa yang hanya menerima apa saja yang diajarkan guru, tanpa harus bertanya apa kegunaan dan manfaatnya.

Biasanya kamu anak muda yang selalu cari aman itu kurang berani dan tidak mau mengambil resiko. Jadinya kurang banyak pengalaman.

Cari aman itu juga tidak salah. Jika ditempatkan pada porsi yang tepat. Seperti cari aman dalam berkendara. Hal tersebut sangat baik di jalanan dengan resiko tertinggi.

 

30. Terlalu Banyak Nongkrong

Pulang sekolah nongkrong dulu. Pulang kerja langsung nongkrong. Liburan akhir pekan kerjanya nongkrong. Cerminan masa muda. Beberapa oarang banyak beranggapan nongkrong lebih banyak memiliki dampak negatif.

Nongkrong bisa dianggap sebagai kegiatan membuang waktu, seperti: sering pulang larut, mabuk-mabukan dan pergaulan bebas.

Dan dapat mengganggu kesehatan seperti: saat nongkrong menkonsumsi makanan dan minuman yang manis, berlama-lama nongkrong membuat tubuh jarang bergerak dan merubah gaya hidup kita.

 

31. Banyak Teori, Lupa Aksi

Teori bisa menghasilkan metoda dan memantapkan rencana. Tapi itu semua hanya angin lalu seperti ‘fart’ jika kita tidak melakukan aksi. Aksi yang kita lakukan harus lah nyata.

Bukan berupa rencana. Jangan terlalu berpatokan dengan teori. Tidak akan ada yang terjadi tanpa action. Ketika tindakan diambil, keajaiban akan terjadi.

Jangan menunggu, tidak akan pernah ada waktu yang tepat untuk bertindak. Mulailah di mana pun kita berada. Dan bekerjalah dengan alat apa pun yang kita miliki saat ini.

Segala sesuatu yang baik akan di temukan dengan sendirinya ketika kita mulai melangkah. Cara nya dengan: cari tahu hal yang ingin kamu lakukan dan lakukan dengan persisten.

 

32. No Kritik No Saran

Kritik dan saran sangat kita butuhkan, di masa kita sedang tumbuh dan berkembang. Tapi ingat juga, jangan menerima saran dan kritik membangun dari orang-orang yang tidak pernah membangun apa pun.

Jika seseorang mengoreksi kita, dan kita pun malah merasa tersinggung, maka bisa di pastikan kita memiliki masalah ego.

Orang yang sukses itu lebih suka mendapatkan keuntungan dari satu kritik yang membangun daripada di gagalkan oleh pujian seseorang yang palsu.

Banyak anak muda jika di kritik langsung nge Gas dengan kata “Suka-suka Gue dong“. Ini perbuatan tidak baik. Jangan pernah berasumsi bahwa setiap kritikus adalah pembenci.

Tidak semua orang membenci kamu. Beberapa orang mengatakan yang sebenarnya walaupun itu ucapan dari seorang anak kecil.

 

33. Menjadi orang lain

Tidak semua individu dapat menjadi diri sendiri. Banyak hal sebagai penyebab. Kurang bersyukur dan iri dengan pencapaian seseorang merupakan sebab utama.

Semisal, Teman punya sepatu baru, kita pun ingin ikut juga membeli sepatu. Pada hal sepatu kita masih sangat layak untuk dipakai.

Menjadi diri sendiri itu tindakan yang tepat dan tidak melelahkan. Menjadi diri sendiri akan lebih baik bagi mu. Jangan membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain.

 Cintai apa yang kamu kerjakan. Jangan juga memikirkan apa yang orang katakan. #ItuSaja

 

34. Sering begadang

Terlalu sering begadang dapat berpengaruh pada kondisi emosi dan psikologis kita. Kebiasaaan begadang itu, bisa membuat tubuh terserang berbagai penyakit.

Diantaranya: tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit jantung. Kita jika terlalu sering begadang akan mudah terbawa emosi dan mudah sekali tersinggung.

Banyak manfaat jika tidur kita cukup, diantaranya: Lebih kreatif, Konsentrasi lebih baik, mampu membuat keputusan positif, energi lebih banyak di siang hari dan dapat memelihara hubungan baik dengan orang lain.

 

35. Hanya bisa Copi Paste

Jika Kamu dengan usia yang masih produktif, kegiatan copi paste dikurangi. Hal semacam ini bisa saja membuat kamu menjadi tidak kreatif dan malas untuk berfikir dengan sesuatu yang baru.

Kegiatan meniru juga baik untuk kamu yang masih belajar. Tapi semua itu haruslah dipilih dan dipilah. Teman kamu sering bolos jangan kamu ikuti.

Kamu itu bisa mendapatkan kesuksesan sejati jika kamu dapat mempercayai, mencintai dan menjadi diri sendiri.

 

#ItuSaja

Salam, Dyarinotescom

Tinggalkan Balasan

error: Dyarinotes is protected