Dyarinotescom

Mereka sebut kami Generasi Strawberry

Mereka sebut kami Generasi Strawberry

Kami sering menjumpai komentar-komentar di media online yang melabeli Generasi Milenial sebagai “Generasi Strawberry” atau “Snowflakes (Kepingan Salju)”. Generasi yang berperan sebagai orang dewasa muda, lahir antara tahun 1982 hingga 2002. Milenial sering di sebut “stroberi” karena mereka anggap, ‘kita’ ini tidak dapat menerima kesulitan, narsis, dan mementingkan diri sendiri.

Gen-strawberry ‘dituduh‘ memiliki ketergantungan besar terhadap teknologi dan perubahan sosial. Banyak orang menggunakan istilah ini dalam artian yang ‘negatif’ untuk penekanan bahwa generasi ini cenderung lembek, lemah serta tidak punya etika apalagi adat. Literasi yang di bangun menjurus kepada diskriminasi usia. Mungkin juga karena takut kalah bersaing.

Kami Dyarinotescom setuju bahwa diskriminasi usia dan diskriminasi terhadap pekerja yang lebih muda ataupun tua adalah salah. Lagi pula, tidak ada generasi yang lebih unggul dari yang lain dan setiap generasi memiliki tantangan dan style sendiri. Coba kamu renungkan baik-baik, bahwa generasi yang sekarang boleh jadi bentukan dari generasi sebelumnya juga.


Mereka sebut dengan Generasi Strawberry

Kadang kala kita mendengar orang tua meratapi bagaimana anak mereka tidak bisa menerima tekanan dan mudah sekali menyerah. Harus kita akui bahwa generasi yang lebih tua memiliki banyak pengalaman. Namun, itu berlaku pada zaman di mana mereka tumbuh.

Sangat berbeda dengan keadaan yang di hadapai generasi muda seperti kita saat ini.

Pertama-tama, Generasi Y (yang lebih di kenal juga dengan Millenial), harus menghadapi sistem pendidikan yang lebih keras dan kompetitif. Ketika memasuki dunia kerja pun, seringkali harus bekerja lebih keras agar dapat bersaing. Persaingan dalam menghadapi kompetisi baik pada background Pendidikan, status sosial, dan kerasnya lingkungan.

Beberapa menyalahkan kami ‘Milenial‘ karena tidak ingin menikah muda dan kurang berani memulai sebuah keluarga. Hal tersebut di karenakan biaya hidup mahal, pengeluaran semakin besar dan wajar saja menikah bukan target utama.

Setiap generasi akan menentukan kemana arah tujuan dalam lingkup tempat kerja dan juga di kehidupan sosial. Kata-kata kasar pun kadang kala terucap untuk Generasi Strawberry yang menggambarkan sosok pemalas, tidak berguna dan bertingkah konyol.

Era Yang Terjamah

Dalam satu masa akan berbeda perlakuannya. Generasi di awal 1800-an misalnya, memperjuangkan sistem 40 jam seminggu yang kita gunakan saat ini di mana jam kerja karyawan berkisar antara 10-16 jam selama enam hari seminggu. Kemudian mundur ke belakang, pada tahun 1970-an, generasi muda saat itu (saat ini berusia 50-60 tahun), mengungkapkan keinginannya untuk bekerja di kantor ber-AC. Yang lebih di kenal dengan generasi perintis. Kemudian datanglah generasi kita yang menginginkan pekerjaan yang berbasis digitasi, berarti, seimbang, berkembang, dan mandiri.

Secara alami seiring kemajuan teknologi dan habit sosial, kebutuhan berkembang dan manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka yang lebih tinggi dan mencari perbaikan di segala sektor. Jika generasi sebelumnya tidak menginginkan hal yang lebih baik, kita semua mungkin hanya akan memiliki cuti 6 sampai 7 hari setiap tahun, kerja tanpa AC dan tidak ada tunjangan Kesehatan dan banyak sekali hafalan.


Mencoba Mencari Sisi Baik

Dyarinotescom mencoba mencari sisi baik dari generasi yang di perumpamakan sebagai Strawberry, yang berwujud indah dengan stylist, namun lembek jika tertekan dan asam jika di makan. Beberapa Sisi Baik dan Positif Generasi strawberry, di antaranya:

– Motivasi Yang Tinggi

Ada banyak nilai positif dari karakteristik generasi strawberry. Sebut saja, Generasi strawberry menyukai sebuah tantangan. Generasi strawberry cenderung menghindari sesuatu yang monoton atau rutinitas berulang. Mereka sangat suka sesuatu yang baru dan menantang. Hal ini sangat baik tentunya, karena bisa membantu mendukung kerja di masa yang akan datang.

Generasi ini juga di klaim memiliki banyak ide cemerlang serta tingkat kreatifitas yang tinggi. Tahukah kamu, Generasi strawberry bekerja bukan sekedar karena materi atau uang.

Mereka punya cara pandang yang berbeda dalam bekerja. Bagi mereka ‘strawberry , bekerja itu tidak hanya soal materi, pendapatan dan uang. Tapi juga pengembangan diri, minat, hobi dan bakat. Hal ini juga menjadi salah satu sebab mengapa generasi ini di anggap punya kreatifitas tinggi.


– Terbuka Terhadap Segala Sesuatu

Generasi strawberry berani berpendapat. Jika ada yang salah langsung sikat. Tidak segan untuk mengutarakan apa yang di rasakan. Cenderung lebih toleran karena terbuka terhadap segala sesuatu. Secara gambling dapat mengutarakan ide-ide cemerlang dan ini tentunya hal ini positif dan patut kita dukung bersama.

Adaptasi teknologi dapat di lakukan dengan mudah. Gen-strawberry memiliki pemahaman yang baik dalam aplikasi teknologi. Mudah beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dengan baik untuk dapat membantu berbagai urusan. Pengetahuan yang luas karena mudahnya akses informasi.

Notes

Buah Strawberry itu sangat menarik dari sisi warna, bentuknya menarik, dan banyak orang menyukainya. Namun di balik semua kecantikan ‘Strawberry’, ada kekecewaan bagi banyak orang. Buah ini ternyata rapuh. Keras terlihat tapi lunak di dalamnya.

Generasi masa kini memiliki kemampuan knowledge dan teknologi yang lebih hebat dari generasi terdahulu. Mereka di lahirkan ketika perkembangan teknologi digital dan arus informasi terbuka dan bertumbuh.

Namun, ketika mereka di hadapkan permasalahan ‘Gen-strawberry’ mudah sekali patah, menyerah pada keadaan dengan daya juang yang rendah, sehingga kalian menyebut kami sebagai Generasi Strawberry.

Salam Dyarinotescom


2 komentar untuk “Mereka sebut kami Generasi Strawberry”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *