Menu Tutup

Digital Hoarding Pemicu Stes?

Digital Hoarding Pemicu Stess?

Pernahkah kamu berada dalam satu kondisi di suatu moment terpenting dan ingin mengabadikannya lewat foto & video di ponselmu, kemudian muncul notifikasi memori penuh. Karena tak mau kehilangan kesempatan mengabadikannya, kamu pun mulai menghapus foto-foto dan video lama.

Yakinlah! Kamu tidak sendiri. Menurut penelitian, rata-rata orang memiliki puluhan aplikasi yang terpasang di ponsel mereka, yang lebih dari setengahnya tidak pernah di gunakan. Yang artinya, pemborosan daya ponsel dan menghabiskan memori.



Jika kamu sudah berulang kali mengalami kejadian ini, terus menerus mendapatkan notifikasi yang menyatakan memori ponsel atau memori cloud hampir penuh, menambah memori bukanlah solusinya. Cobalah untuk mulai merapikan perangkatmu. Mengapa? Karena gawai yang berantakan, dapat menimbulkan pola stres yang sama dengan kamar yang berantakan.

Di saat kamu harus menyortir ribuan file untuk menemukan yang kamu butuhkan. Ketika kamu mencari file yang terkubur, proses pencarian akan membutuhkan waktu dan secara bersamaan membuat kamu stres. Dan stes yang konstan akan mendatangkan malapetaka pada kesehatan mentalmu.

  Sederhana dalam Copywriting

Dapat di maklumi, banyak orang yang tidak pernah ingin menghapus foto-foto dan video-video lama yang tersimpan di ponselnya, dan tidak pula berniat membuang aplikasi-aplikasi yang lama sudah tidak pernah di gunakan bahkan tanpa alasan yang jelas.

Namun, jika terus di biarkan lama kelamaan hal ini akan membuatmu kewalahan dan perlahan akan berujung pada stres. Berulang kali harus mengeluarkan biaya untuk meningkatkan memori cloud atau pun membeli perangkat yang baru karena perangkat lama sudah tidak mampu mengakomodir kebutuhanmu. Orang-orang seperti ini di kenal dengan Digital Hoarders (Penimbun Digital).



Digital Hoarder atau penimbun digital merujuk kepada orang-orang yang suka mengumpulkan data digital dan enggan untuk menghapus file-file digital lama yang sudah menahun tidak pernah di gunakan bahkan hingga file sudah terkubur dalam sampah digital.

Selain dampak stres yang sebelumnya sudah di sampaikan, perilaku penimbun digital ini juga dapat memberikan peluang bagi pencurian informasi. Informasi-informasi penting, atau data privasi dapat berpotensi menyebar luas di internet yang justru malah merugikan diri sendiri.

Empat Tipe Penimbun Digital

Ragam penimbun digital di bagi menjadi empat tipe, yaitu:

  1. Collectors, tipe penimbun yang terorganisir, sistematis, namun tetaplah penimbun.
  2. Accidental Hoarders, tipe yang tidak terorganisir, tidak sadar akan data digital yang di miliki, dan tidak punya kendali atas data-data tersebut.
  3. Hoarder by Instruction, jenis orang yang menimbun data karena protocol kerja atau aturan perusahaan tempatnya bekerja.
  4. Anxious Hoarders, mempunyai ikatan emasional yang kuat dengan data-data yang di milikinya dan merasakan kekhawatiran jika harus menghapusnya.
  Share ini Berakibat Fatal Jika Tersebar di Media



Lalu bagaimana caranya agar tidak menjadi penimbun digital?

Bersiaplah membersihkan jejak digital dan merapikan perangkatmu.

Sahabat DyariNotesCom, memang bukan hal yang mudah saat harus menyortir data digital, kemudian harus memutuskan mana yang akan di pertahankan dan mana yang akan di hapus dari sekian banyak file-file sentimentil seperti: memo suara, foto atau video kenangan berharga.

Jika mengikuti saran dari Marie Kondo, seorang konsultan tata ruang dan penulis buku, mulailah dengan mempertanyakan “Apakah hal itu (mempertahankan file-file sentimentil) memicu kebahagiaan?” Jika iya, cetak saja dan kumpulkan di album foto sambil. Jika tidak, BERSIHKAN!

Berikut enam cara untuk membersihkan jejak digital:

  1. Arsip. Buat folder “arsip” dan pindahkan data secara massal. Kami dengan mudah dapat menggunakan fungsi pencarian untuk menemukannya kembali nanti.
  1. Simpan koleksi foto dari ponselmu dengan menggunakan layanan Flickr atau Google Photos. Kamu dapat menghapus foto-foto dari ponselmu, namun foto tersebut tetap tersimpan aman.
  1. Audit dan sortir akun media sosial dan akun belanja untuk di non-aktifkan dan di hapus. Ajukan pertanyaan ini, “Apakah hal itu membawa kebahagian dan membuat hidupku lebih bermakna?”
  1. Unsubscribe dari mailing list. Daripada terus menerus menghapus email, unsubscribe saja.
  1. Pilih satu untuk mewakili semua. Bisakah kamu menceritakan indahnya liburan di Labuan Bajo dalam 20 foto alih alih 1.000 foto. Bayangkan kamu di minta memilih beberapa foto saja oleh si Juru Foto.
  1. Di waktu luang, hapus 5 aplikasi dalam 10 menit saja.
  Mencari Tahu Masalah Kaki Bau

Ingatlah, mencoba berdamai dengan tumpukan sampah digital akan sangat melelahkan. Karena itu, upayamu untuk menyortir data-data digital juga bagian dari usaha untuk menjaga kesehatan mentalmu.

So, it’s time to hit “DELETE”.

Salam DyariNotesCom


Posted in technology

More Options

1 Comment

Tinggalkan Balasan