Ketika Dominasi WhatsApp Terancam, Yahoo Bertindak

Masyarakat pengguna applikasi WhatsApp di kejutkan dengan terobosan dari manajemen tentang kebijakan baru. Sungguh mengejutkan. Menurut laporan terbaru yang di dapat, Efek dari perubahan pada kebijakan privasi mereka, menyebabkan jutaan pengguna setia termasuk juga penulis PANIK.

Dalam keadaan yang tidak menguntungkan bagi WhatsApp Seharusnya ini menjadi pintu masuk bagi platform lain misalnya Kita sebut Yahoo menyusul Telegram dan Signal. Kesempatan yang sangat terbuka bagi Yahoo untuk bermain di bisnis massenger.

Platform Yahoo sudah sangat dikenal malaupun dalam satu dekade mereka mengalami kemunduran. Yahoo harus maju. Platform Yahoo di kala jaya di masanya, performanya sangatlah baik. Baik dari segi keamanan dan fleksibelitas sistemnya sendiri.

 

Apa yang terjadi dengan WhatsApp?

 

Isu yang berkembang di masyarakat pengguna aplikasi bahwa aplikasi ini di rasa kurang aman lagi. Pengguna resah. Itulah alasan artikel ini di buat. Semenjak di ambil alih oleh Facebook kebijakan WhatsApp kian menghawatirkan.

 

Akar dari Masalah

 

  13 dari 100 Portal Berita Online dan Media Terbaik di Indonesia

Rencana nya Awal bulan ini aplikasi messenger WhatsApp mengumumkan perubahan kebijakan privasi mereka. Perubahan yang akan mereka lakukan pada dasarnya menyatakan bahwa data dari WhatsApp pengguna akan di bagikan dengan Facebook.

App di Inggris mengungkapkan, WhatsApp yang dulunya menempati urutan kedelapan turun menjadi urutan ke 23 sebagai salah satu dari sekian banyak aplikasi yang paling banyak di unduh di negara tersebut.

Para pesaingnya seperti Telegram dan Signal secara cepat mengambil keuntungan dari kebijakan tersebut. Sebagai contoh di kutip dari Ubergizmo, Kamis (28/1/2021) aplikasi masenger Signal tidak termasuk dalam 1000 aplikasi teratas di Inggris, langsung terbang ke posisi pertama selama beberapa hari pengumuman tersebut.

 

Bayangkan jika Yahoo masuk ke bisnis ini. Mungkin akan berbeda.

 

Telegram sebelumnya juga telah berhasil dengan sangat gesitnya menambah setidaknya 25 juta pengguna baru dalam kurun waktu tidak lebih dari 72 jam. Sejak itu Platform WhatsApp mengumumkan mereka akan menghentikan perubahan kebijakan tersebut.

Dari Sumber media lokal inews.id, WhatsApp pun berharap ini akan memberi mereka lebih banyak waktu untuk meyakinkan pengguna soal perubahan ini.

  Seputar Aplikasi Clubhouse

Perusahaan sebelumnya telah menyatakan bahwasannnya sebagian besar pembagian data akan di lakukan antar akun bisnis, dan mereka juga meyakinkan pengguna bahwa mereka tidak dapat membaca pesan mereka atau memiliki akses ke log telepon mereka.

Di lemanya, sebagian pengguna merasa kebijakan baru yang akan di keluarkan WhatsApp memaksakan pengguna. Dan sungguh mengecewakannya lagi pengguna harus menyetujui aturan baru agar terus bisa menggunakan WhatsApp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: