Kisah Klasik Cerita Dibalik Ya, Goo dan Se

Kisah Klasik Cerita Dibalik Ya, Goo dan Se

Kita semua tahu siapa yang menjadi pelopor layanan search engine atau mesin pencari. Siapa lagi kalau bukan Yahoo. Fokus Yahoo sebagai perusahaan media memang terbilang sukses. Miliaran dolar mereka dapatkan dari beragam merek terkenal beriklan disana, sebut saja Coca Cola sampai dengan General Motors. Inilah kisah klasik cerita di balik Ya, Goo dan Se.

Orang bilang Jika mau email yahoo saja sudah pasti ok punya. Beberapa juga banyak mengatakan yahoo identik dengan news dan beberapa orang dari beberapa tadi bersuara yahoo itu search engine.

 

Cerita Klasik


Seperti halnya perusahaan bidang media cetak, perusahaan ini lama kelamaan mulai kesulitan dan mulai  sekarat dalam hal pendapatan pada menjualan halaman iklan mereka.

Pasar melihat bahwasannya mereka terlalu lama bertindak dalam mengambil keputusan penting dan tidak memiliki visi serta teknologi periklanan masa depan.

Kita tahu bahwa eBay identik dengan bisnis lelang, Google merupakan pencarian online, Intel dan Microsoft terkenal dengan Windows.

Dalam kesulitan yang mereka alami, Yahoo memang pernah mencoba keras untuk mengejar ketertinggalan. Mereka melakukan akuisisi Overture. Tapi nyatanya Yahoo tidak bisa mengungguli kompetitor sekelas AdWords dan AdSense yang ada di Google.

Beberapa tahun belakangan ini sepertinya yahoo sudah tiada dan dilupakan. Apalagi kalau bicara soal layanan search engine, pastinya Google jadi juara.

Lama tidak terdengar, bulan September 2019 lalu, Yahoo tampil dengan desain logo baru. Kehadiran desain logo baru yang muncul secara tiba-tiba, seolah jadi pertanda Yahoo masih ada sampai detik ini.

Walaupun saat ini sulit untuk bersaing, layanan Yahoo masih banyak memiliki pengguna setia. Terutama pada layanan email yahoo dan Yahoo News. Dan hal tersebut di pertahankan mereka.

 

SE (Search Engine) sudah seperti karbo

Search engine sudah jadi kebutuhan utama bagi setiap kali kita berselancar di dunia maya. Search engine merupakan perangkat daring yang berfungsi melacak informasi dari kata kunci yang di cari pengguna dunia maya.

Perangkat ini kemudian akan menampilkan informasi yang di minta dari database yang tersedia.

  Konten Web Dicintai dan Dinanti Pembaca

Sampai hari dimana artikel ini di terbitkan, Google masih menjadi search engine terpopuler. Setiap search engine memiliki bots crawlers yang bertugas untuk memindai atau scanning isi internet.

Mesin tersebut pun mengecek setiap sudut dan selah dari dunia maya.

Setelah itu bots crawling selesai dengan tugasnya, kini saatnya buat menyusun indeks. Ini seperti kamus super besar seperti raksasa yang berisi seluruh website dunia.

Bot juga akan bekerja mengindeks halaman terus-terusan. Ini di lakukan supaya mesin pencari mendapatkan data dan informasi terbaru yang relevan.

Mesin pencarian akan langsung menyusun hasil pencarian. Peringkat dalam pencarian di lakukan berdasarkan algoritma yang sudah di desain dan di buat sedemikian rupa.

 

Algoritma search engine


Algoritma search engine adalah rumusan yang begitu unik yang menentukan ranking website di halaman hasil pencarian. Mesin pencari tentu saja memiliki algoritma yang berbeda-beda. Apapun dari versi algoritma-nya, relevansi mesti menjadi faktor utama yang selalu ada.

Sudah tidak perlu di tanya. Ketika berbicara tentang search engine teknologi pastilah “Google” berada di posisi pemenang tanpa lawan. Mesin pencari yang di dirikan era 1998 ini memang masih mejadi yang terbesar.

Fakta yanng di dapat adalah 70% dari pengguna internet menggunakan Google untuk mencari informasi. Bahkan yang kerennya kata “googling” yang di artikan aktivitas browsing informasi pun sampai populer di seluruh dunia. beberapa pesaing google selain yahoo diantaranya: Baidu, Bing, MSN Search, Yandex dan DuckDuckGo.

 

Go adalah Google

Di bangun dan di dirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin yang pada saat itu merupakan Mahasiswa Pascasarjana di Stanford University. Google merupakan suatu proyek riset yang oleh sendirinya di kerjakan oleh mereka berdua di tahun 1996 dan al hasil berkembang pesat sampai saat ini.

Merupakan perusahaan multinasional di negara Amerika Serikat, Google berfokus pada produk-produk dan jasa di internet.

Produk google ini Greader seperti Google Chrome, Google Maps, Google Drive, Asisten Google, dan masih banyak lainnya, seperti 1000 buku di saku anda. Banyak alasan pembelajaran mengapa Yahoo kalah bersaing dengan Google.

  Social engineering semakin canggih

1. Begitu Ketinggalan dan Lambat melakukan inovasi

Mundurnya kekuatan Yahoo mungkin di karenakan Yahoo terlalu lambat melakukan inovasi. Yahoo seakan dan seolah tidak percaya diri dengan inovasi yang mereka ciptakan.

Berbeda dengan Google yang sangat percaya dengan inovasi yang mereka ciptakan sendiri. Dalam dunia bisnis yang penuh persaingan, mengakuisisi perusahaan lain adalah sesuatu yang baik.

Namun, sesuatu yang di buat sendiri dari awal akan jauh berbeda dan lebih memahami dari akarnya dari pada membeli apa yang sudah jadi.

 

2. Berbeda Filosophy dan Algoritma

Kunci keberhasilan Google lebih cepat mengadopsi teknologi. Pada saat itu Yahoo masih mempertahankan cara yang manual menggunakan sumber daya manusia untuk mengelola dan melakukan indeks dengan satu per satu halaman website yang bisa muncul pada pencarian.

Sangat berbeda dengan Google sudah membuat sebuah sistem dan Algoritma yang memungkinkan mesin atau robot mengindeks halaman website secara otomatis.

Algoritma yang di rancang Google juga di anggap lebih baik ketimbang Yahoo di karenakan Algoritma Google sangat mampu menampilkan hasil pencarian sesuai dengan kemauan pengguna.

 

3. Tidak memiliki Browser Sendiri

Sebagai sebuah mesin pencari, Yahoo justru tidak memiliki fasilitas Browsernya sendiri.

Sedangkan pesaingnya Google lebih pintar, Mereka membangun Browser sendiri bernama Chrome yang di luncurkan di 2008, dan Bing selalu eksis di Internet Explorer-nya.

 

4. Keterkaitan Sistem

Kedua perusahaan ini memang memiliki layanan seperti e-mail dan sebagainya.

Dari beberapa banyak layanan, pastinya Yahoo dan Google ingin semua fasilitas layanannya tersebut sukses dan di terima oleh banyak orang dan penggunanya serta menghasilkan keuntungan.

Keberhasilan dari Google di karenakan meraka berhasil mengkaitkan semua layanannya dan artinya semua layanan Google saling membutuhkan dan mendukung satu sama lain.

 

5. Keberpihakan dan dukungan dari para Pengembang

Kesuksesan mesin pencari di ukur seberapa besar dan banyaknya dukungan konten dari website yang berhasil di indeks.

  Keberanian Mencoba Ide Gila

Suatu Konten amat sangatlah penting dalam sebuah mesin pencari, itu karena jika tidak ada konten yang berhasil di indeks, sama saja mencari sesuatu sebenarnya tidak ada di mesin pencari.

Yahoo sebenarnya sudah mengetahui dengan membeli perusahaan penyedia hosting gratis bernama Geocities pada tahun 1999 untuk mendukung program website gratis akan tetapi di 2009, anehnya malah menutup situs ini.

Berbeda hal dengan Yahoo, Team Google justru dengan percaya diri meluncurkan situs penyedia hosting gratis seperti Geocities bernama Blogger.com (Blogspot).

Dan pengguna berbondong-bondong pindah ke layanan hosting Gratis lainnya seperti Blogger.com dan WordPress.com.

 

6. Minimalisasi Kegiatan Promosi dan Ekspansi

Dalam membuat sebuah produk menjadi sangat populer salah satunya adalah dengan cara promosi, Hal ini di lakukan agar produk di kenal dan di ketahui banyak orang.

Kita ketahui bahwa walaupun nama Google sudah sangat besar, mereka masih rajin untuk berpromosi melalui Iklan, media sosial dan sebagainya. Itulah intinya Promosi.

Google juga melakukan ekspansi dengan cara membuka cabangnya dan melebarkan lini bisnisnya hampir di seluruh belahan dunia. Bravo Google dan Berjuanglah terus Yahoo. Sekedar info, yahoo mail sekarang keren lhoo …

Selain mesin pencari, Raksasa besar Google berkembang dan membuat begitu banyak aplikasi, seperti Drive, Docs, Meet, dan yang terbaru adalah BERT. Apa itu Google BERT?

Google BERT semacam teknologi di balik kecanggihan Google search. Dalam rangka meningkatkan kecangihan core bisnis nya, Google meluncurkan BERT di tahun 2019 lalu.

Tujuannya simpel yaitu agar SE Google dapat menyajikan hasil pencarian yang lebih relevan dalam berbagai bahasa. Dengan sistem algoritma BERT, Google search akan belajar dalam mengenali kata-kata secara individu.

 

Salam, Dyarinotes

One thought on “Kisah Klasik Cerita Dibalik Ya, Goo dan Se

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: