pixabay king dyarinotes

Perang Harga : Kecerdasan Milenial VS Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sudah menjadi bagian penting karena berpengaruh pada pekerjaan dan kehidupan manusia. Masyarakat Milenial saat ini sudah sangat tergantung dan menggantungkan diri menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dan terkadang hampir di semua lini.

Dalam fiksi sains yang sering kita lihat, AI umumnya di gambarkan sebagai kekuatan masa depan yang mencoba menggulingkan otorisasi manusia di berbagai bidang.

Secara garis besar, AI terbagi ke dalam dua paham pemikiran yaitu AI Konvensional dan Kecerdasan Komputasional (Computational Intelligence). Kecerdasan (Alami) Manusia pun di bagi menjadi beberapa bagian yaitu kecerdasan Intellegent, emotional, spiritual, moral dan kecerdasan adversity.

Namun sebenarnya berapa harga atau nilai dari pengembangan kecerdasan milenial (Manusia) dan berapa besaran investasi yang di tanamkan dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan?

Yang kita tahu adalah AI tidak memiliki kecerdasan moral. Kecerdasan ini di buat oleh manusia tentunya. Tapi terkadang manusia pun tidak mimiliki moral.

 

Perkembangan Teknologi Era ModernĀ 


Pesatnya perkembangan teknologi era modern sangat mempengaruhi manusia terutama kalangan milenial. Sebagai contoh, penggunaan telepon seluler tidak hanya mengubah cara manusia dalam berkomunikasi, tetapi juga mengubah cara manusia mengkonsumsi informasi.

Informasi yang kita dapat dari media tanpa kita sadari di arahkan kepada suatu bentuk dan tujuan. Bisa saja materi yang kita lihat di dalam platform Search Engine layaknya google, yahoo dan bing serta media online lainnya sudah di kendalikan oleh Artificial Intelligence (AI).

Jika hal ini benar, artinya kehidupan dan informasi yang kita dapat di kontrol oleh kecerdasan buatan (AI).

Mohon maaf, Artificial Intelligence (AI) boleh jadi bisa di gunakan untuk mesin propaganda dari permasalahan yang terjadi di negara kita saat ini. Siapa yang membuat, tergantung buyer tertinggi.

Tujuan nya pun untuk meraup keuntungan dengan nilai dan harga yang tidak murah.

Sadar atau tidak, kecerdasan buatan ini ternyata sering kita gunakan di kehidupan kita. Fitur Selfie dan Media Sosial misalnya. Media sosial menjadi program keseharian para sosialita dan milenia. Sebab, program ini telah menjadi sarana share and care masyarakat luas terutama para emak dan para gadis.

Kamu bisa menemukan teman-temanmu yang sudah lama tidak berjumpa hingga saling kirim foto dan video menggunakan Fitur Selfie. Kemudahan dan kecepatan yang di berikan oleh berbagai program media sosial ini pun menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Salah satunya adalah pertemanan berdasarkan nomor kontak. Biasanya kamu sering menemukan kontak teman kamu tanpa sengaja, padahal kamu tidak memintanya.

Bukan menakuti terkadang akses pribadi mu pun akan bisa dengan mudah di ketahui seperti rekening bank, foto, video dan akses pribadi lainnya.

 

  Ketika Dominasi WhatsApp Terancam, Yahoo Bertindak

Teknologi dan Penurunan Kecerdasan Manusia


Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi yang pesat harus betul-betul di arahkan, di manfaatkan ke arah yang positif, ke arah untuk kemajuan bangsa kita.

Kecerdasan Buatan yang di tanamkan pada media informasi hendaknya untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, menyebarkan nilai-nilai positif, nilai-nilai optimisme, nilai-nilai kerja keras, nilai-nilai integritas dan kejujuran, nilai-nilai toleransi dan perdamaian, nilai-nilai solidaritas dan kebangsaan.

Jika hal ini tidak di lakukan akan ada penurunan kecerdasan Intellegent, emotional, spiritual, moral dan kecerdasan adversity.

Menurut suatu penelitian yang di terbitkan dalam Journal of Youth, penggunaan media sosial dapat memengaruhi pola tidur remaja. Remaja memiliki dorongan untuk bangun di tengah malam guna mengetahui hal-hal yang di unggah oleh teman-temannya.

Seperti halnya berita Hoax, emosi dari masyarakat amat sangat tidak stabil saat ini. Berita hoax membuat perpecahan, adu domba dan perselisihan. Nilai dari moral yang kita junjung tinggi pun akan sirna. Cacian dan makian silih berganti. Entah buat apa!

Orang yang memiliki kecerdasan emosional tahu apa yang sedang di rasakan. Kita hampir selalu tahu apa yang sedang mengganggu pikiran kita. Kita tidak akan merasa marah tanpa alasan yang jelas.

 

Bernafaslah dengan berlahan

 

  Susu yang Rectangular VS Soft Drink yang Bundar

Berbeda dengan Kecerdasan buatan. AI tidak memiliki kecerdasan emosi. AI hanya menjalankan sesuai dengan apa yang di programkan.

Pahami Perang Harga : Kecerdasan Milenial VS Artificial Intelligence (AI). Jika kita sedikit membuka diri dan merenungi, sejatinya harga dari kecerdasan adalah Sebuah Bangsa.

 

Kecerdasan Milenial di Manjakan


Masyarakat milenial saat ini sangat di manjakan dengan belanja online. Bermodalkan telepon seluler, segala jenis kebutuhan bisa kita dapatkan dengan mudah tanpa harus keluar rumah. Sistem pembayarannya pun tidak merepotkan. Hanya dengan digital payment semua bisa di lakukan.

Perang Harga : Kecerdasan Milenial VS Artificial Intelligence (AI)

AI merupakan suatu program komputer yang di buat dan di rancang mengikuti tindakan manusia. Kehadiran AI kemudahan bagi penggunanya.

Virtual reality (VR) contohnya. Merupakan teknologi yang dapat membuat individu berinteraksi secara nyata dengan objek imajinasi hasil simulasi komputer. Teknologi ini di manfaatkan sebagai alat bantu observasi.

Ada juga mobil pintar. Belakangan ini, tengah booming di pasaran otomotif dunia, yaitu mobil pintar Tesla. Mobil di lengkapi dengan chip berteknologi AI (Artificial Intelligence) untuk menjalankan beberapa sensor. Beberapa sensor di gunakan sebagai fitur autopilot.

Salah satu penerapan teknologi AI dalam smartphone juga bisa. Di tandai dengan kamera bokeh. Pada awalnya, bokeh hanya bisa di lakukan dengan menggunakan kamera profesional.

Dengan teknologi AI pada ponsel dapat meningkatkan kemampuan lensa handphone dalam memotret, merekam, dan mendeteksi objek foto.

 

  Seputar Aplikasi Clubhouse

Harga dari sebuah Kecerdasan

Setiap manusia terlahir ke dunia dengan potensi yang unik, jika di pupuk dengan benar, dapat turut memberikan sumbangsih bagi dunia yang lebih baik. Tidak semua orang menggali dan mengenali potensi kecerdasan diri dengan maksimal.

Jika kita tahu apa potensi diri dan kecerdasan yang kita miliki, mungkin akan lebih mudah untuk mengerti cara belajar yang tepat untuk diri kita.

Harga dari sebuah kecerdasan sangat lah bernilai tinggi. Bisa juga bernilai layaknya sebuah Bangsa. Kecerdasan bisa kita tingkatkan dengan berlatih. Dengan cara apa? Berlatihlah menjadi manusia.

 

Salam Dyarinotes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: