Menu Tutup

Teknologi Baru, What For?

Pertanyaan yang muncul, ketika Teknologi Baru di lahirkan. Untuk apa teknologi baru? Masalah apa yang teratasi dengan munculnya teknologi ini? Penting gak sih? Beginilah jika teknologi baru muncul kepermukaan. Sesadarnya, kita tidak dapat menghentikan kemajuan jaman, berikut teknologi yang dibawanya. Dan menempati urutan teratas yang menjadi suatu ancaman dan juga berita baik. Teknologi baru, What For?

Begitu tertanamnya kepasifan refleksif kita, sehingga kita berhenti untuk mempertanyakan seberapa penting teknologi baru bagi kehidupan sekarang. Dan ini yang terjadi. Kita memberikan restu kepada teknologi yang nanti akan menggantikan kita di masa mendatang. Semua diatasi dengan teknologi. Bye bye human.



Teknologi Membutakan Manusia

Kita sedang menghadapi titik kebutaan, dimana secara otomatis menganggap teknologi baru itu baik. Karena itu teknologi dan karena itu baru. Kita secara sukarela menyerahkan pilihan kita dan mengurangi rasa kemanusiaan kita untuk menurut dan digiring oleh teknologi. Disuruh angkat tangan mau ajah. Nunduk berjam-jam, okey juga.

Ada beberapa pekerjaan yang nantinya akan digantikan oleh teknologi, seperti: sopir & pilot, pekerja pabrik, kasir & pegawai bank, resepsionis & operator, bartender, serta analis & peneliti. Semua kegiatan tersebut nantinya akan di gantikan ‘Robot’ anaknya teknologi. Mungkin pasangan juga bisa.



Melawan teknologi itu seperti melawan makanan. Terkadang tanpa teknologi kita hanya bisa makan nasi doank. Tidak bisa menikmati enaknya makan biscuit dan lainnya. Tidak bisa pula memeriksa kesehatan kita, pengelolaan sampah kota, transportasi umum dan banyak lainnya yang menggunakan kekuatan teknologi.

  Fitur Aplikasi : Dari Manfaat Hingga Merusak

Ada beberapa pertanyaan yang mungkin harus terjawab, seberapa penting teknologi baru itu kita buat. Berikut DyariNotesCom rangkum, di antaranya:

Masalah apa yang menjadikan teknologi sebagai solusi

Ketika kita terpesona dengan momentum di mana teknologi baru muncul, kita terkadang sering mengabaikan pertanyaan penting ini. Apa masalah yang di pecahkan oleh produk inovasi ini. Dan apakah layak untuk di pecahkan.

Sebagai contoh anti biotik. Jelas adanya, obat ajaib ini memecahkan masalah infeksi bakteri serius dan terkadang fatal. Sama pentingnya dengan Vaksin Corona.


Atau kereta cepat jakarta bandung. Di bangunnya kereta cepat yang mengangkut penumpang dari jakarta bandung, bisa di katakan kurang tepat. Tapi berbeda jika kita membangun transportasi cepat untuk barang bukan orang. Penghematan biaya angkut bisa teratasi.

Bukanlah suatu alasan yang memadai untuk mengejar teknologi baru. Dan juga bukan karena alasan itu baru. Teknologi itu di rancang, untuk memberikan efek kemudahaan bisa secara langsung dan juga bisa berkaitan.

Tanpa Teknologi, Apakah ada cara lain

Banyak yang berasumsi, semua masalah yang terjadi, baik itu masalah besar atau kecil bisa di atasi dengan adanya teknologi. Mobil listrik di ciptakan oleh industri otomotif dengan klaim ramah lingkungan. Tujuannya dapat mengatasi isu lingkungan. Seperti polusi udara dan menipisnya energi. Penggunaan sepeda juga bisa.

  Waktu Akan Terus Berjalan

Misalnya lagi ketika penggunaan fasilitas pos surat yang sudah di tinggalkan dan di gantikan dengan surat elektronik atau email. Teknologi bisa menawarkan suatu solusi yang lebih baik dan lebih cepat.



Apakah Teknologi Bias

Tidak ada teknologi yang netral. Semua teknologi mengandung bias tertentu. Semisal bias teknologi kecerdasan buatan (AI). Bias teknologi AI bisa terjadi, karena masalah algoritma dan data yang di gunakan di dalamnya. Algoritma AI mencerminkan pemikiran manusia. Dan orang yang berada di belakangnya.

Penting sekali untuk memasukan data atau pemikiran yang lengkap dan seimbang. Maksud, tujuan dan sasaran dari sang engineer. Saat kita di haruskan memilih untuk mengadopsi teknologi tertentu atau tidak, tanyakan pada diri: Apa biasnya? Cenderung kemana si teknologi ini. Dan apakah kita membutuhkan nya?

Konsekuensi apa yang kita dapatkan

Semua teknologi yang di munculkan, akan menghasilkan konsekuensi berbeda bagi kita si pengguna. Tidak ada satu pun teknologi yang bebas dari konsekuensi. Penggunaan antibiotik secara berlebihan pun, dapat menyebabkan bakteri menjadi lebih tahan dan kuat serta kebal terhadap obat-obatan.

Sama halnya, penggunaan Air Conditioner (AC) di Kota-kota besar yang dapat meningkatkan suhu luar ruangan meningkat. Efek penggunaan plastik makanan yang berlebihan pun, menjadi balasan dari penggunaan teknologi.



Kadang kala konsekuensi yang kita terima secara seimbang, bisa kita terima. Walaupun segala nya sudah dapat di perkirakan efek sampingnya. Hal tersebut karena kesalahan kita juga. Tidak perduli akan isu lingkungan. Tidak perduli akan eksistensi peradaban manusia. Kita ini mau nya berpendapat, tapi tidak mau di debat.

  Social Engineering Semakin Canggih

Siapa yang di Untungkan

Pernahkah kamu berpikir siapa yang di untungkan jika teknologi baru ini tersedia secara luas? Kita tidak harus berpendidikan tinggi dan tidak juga harus cerdas, untuk mengetahui bahwa teknologi itu tidak demokratis.

Teknologi akan menguntungkan satu kelompok dari kelompok lainnya. Dan para pengguna teknologi di buat nyeleneh. Sorry to say! demi eksistensi, seorang pemuka agama, berTik-Tok ria. Tidak ada masalah akan hal tersebut, mungkin di rasa kurang, eee..gimana gitu.



Kita sang pengguna tidak akan berhenti menggunakan dan mempertanyakan, “siapa sih yang di untungkan?”. Having fun ajah lah. Tidak begitu penting untuk dibahas. Sampai terbukti akibat yang di timbulkan dan siapa yang di untungkan.

Hanya karena sesuatu itu, tidak melakukan apa yang kita rencanakan, bukan berarti hal itu tidak berguna. Dan terkadang, teknologi yang tepat untuk satu alasan yang salah. Semangat manusia harus menang dari rutinnya teknologi.

Salam, DyariNotesCom

Posted in technology

More Options

10 Comments

  1. Afghan EP

    Benar teknologi makin kesini makin canggih, kita sebagai manusia harus terus belajar untuk mengikuti jaman yang cepat berubah ini, apalagi banyak berita bahwa akan beberapa pekerjaan yang akan menggantikan manusia dalam pekerjaan dengan robot.

    Walaupun robot bisa bisa melakukan apa saja yang dilakukan manusia tapi masih ada kekurangan, yaitu robot tidak memiliki moral dan keinginan seperti manusia. Jadi manusia harus bisa terus terbiasa atau beradaptasi jika ada teknologi baru.

Tinggalkan Balasan