Budak Banyak Gaya

Artikel ini menceritakan sekelumit dari kisah seorang pria yang terlalu banyak gaya dan sombong atas keberhasilan orang lain dan memanfaatkannya serta memperoleh keuntungan dari keadaan tersebut. Dan sifat tersebut mungkin banyak sekali disekitar kita.

Mengapa Budak. Dalam bahas melayu budak itu menunju kepada seseorang, panggilan seperti kau, kamu atau mereka. Bukan hamba sahaya atau semacam merendahkan seseorang.

 

Langsung saja.

 

Kita sebut “Sani” si pria pemburu proyek atau lebih tepat nya Budak banyak gaya. Pada awalanya dia berkenalan dengan seorang disebuah cafe tempat Sani biasa nongkrong. Sani masuk ke cafe tersebut dan seperti biasa dia memesan kopi kesukaannya “kopi no sugar, please”.

Tanpa menunggu lama, kopi pesanan Sani pun datang. Diantar oleh seorang gadis pelayan dengan paras cantik ala kebarat-baratan. Senyum hangat ditebar sambil menaruh kopi Sani diatas meja berikut dengan tambahan lainnya.

Tanpa Ia (Sani) sadar ada seorang laki-laki yang duduk di sebelah meja yang Ia duduki sambil membaca sebuah buku. Pria tersebut terlihat sangat familiar, dengan perawakan yang lumayan Kece, Dengan Belahan rambut kesamping nan kian mengkilap seperti jalan aspal di siang hari.

Sani pun terkejut melihat pria tersebut karena yang dilihatnya adalah seorang sastrawan penulis terkenal yang sudah lama dikagumi oleh anaknya yang baru remaja. Tidak memakan waktu lama Sani menyapa pria klimis tersebut dengan remah nya.

  Kebiasaan Yang Ditinggalkan Setelah Remaja dan Dewasa

 

Sani Beraksi

 

“Kamu penulis terkenal itu kan?” seraya bertanya dengan sang penulis. “Yaa… Yaa begitu lah” jawab pria tersebut dengan ekspresi terkejut.

Dan sontak Sani langsung memegang tangan sang penulis dengan senyum lebar, mata bersinar, ekspresi muka merah seperti pengantin pria seraya berteriak “Amazing, amazing, amazing”.

Semua orang di cafe tersebut terkejut mendengar teriakan Sani. Ada apa sih, ada apa sih… dengan kebingungan saling berbisik satu sama lain sambil menatap dengan mata penasaran di ruangan cafe yang begitu nyaman.

Sani tanpa malu nya berbicara dengan sang penulis dan mengatakan bahwa anak nya sangat mengagumi karya sang penulis. “Hebat!! Hebat!! kata anak saya kamu heebbaatt banget. Karya kamu sungguh cerdas dan canggih.

Kamu tinggal dimana sih? Oooh yaa kapan buku berikut nya terbit kembali? Calling saya yaa.. kita buat project besar. Dan bawa keuntungan buanyak bagi kita” Kata Sani dengan Serius nya.

 

 

Banyak Cara

 

Sang penulis hanya mengganguk dan tersenyum seraya berkata “ya, yaa, ok, bagus”. Kemudian Sani meminta bersama sang penulis untuk berfoto dengan menggunakan handphone keluaran terbaru miliknya yang baru di beli kemarin malam di sebuah Mall tempat dimana dia biasa cuci mata.

Setelah beberapa saat mereka ngobrol bersama, Sani langsung pamit untuk pergi ke tempat nongkrong dia lainnya di kawasan berbeda di mana banyak para trader dan bos-bos besar nongkrong membicarakan project milyaran sambil ngopi. ”Ok. aku caw dulu ya bro. Ada meeting dengan teman bicarakan project Amerika. sampai ketemu lagi yaa.” ucap Sani.

  Cerita Iblis Jahat Asal Romania

Sani pun bergegas cabut dan pergi ketempat lain yang memang sudah di rencanakannya. Sambil menggunakan Merci Tua yang di beli dari hasil pemberian temannya lantaran bisa merekomendasikan jabatan.

 

Semua Karena Koneksi

 

Tau sendiri, Sani ini adalah orang yang luwes dan banyak sekali teman nya sehingga untuk menjadi calo jabatan begitu sangat mudah baginya. Usut punya usut, Sani adalah adik ipar dari mantan pejabat di daerah tempat dia tinggal.

Setibanya di cafe langganan dia pun langsung masuk. Dengan membawa sebuah foto hasil jepretan dengan sang panulis, Sani menghampiri teman-temannya yang biasa Ia olah untuk memperoleh uang dengan alibi rekomendasi jabatan, project milyaran atau bahkan untuk sekedar mengumpulkan sumbangan untuk hajatan para pejabat.

“Bro, aku baru saja tandatangan kontrak besar dengan penulis terkenal lhoo… “, sambil memperlihatkan foto yang ada di kamera nya.

“Keren kan… Kabarnya sih dia sepupu menteri bla bla bla… Ini project besar aku … Dia memohon dengan memelas- melas minta kontrak untuk sponsor novel terbarunya”. Sombong Sani.

“Mantap kan…” Ohh yaa kasus kamu yang kemarin gimana? “jadi kamu di mutasi?”. Sini aku bantu. Cincai lah kalo soal itu” Ucap Sani bagai penguasa.

  Stop Abusive Act!

Begitu seterusnya. Begitu cara Sani memperoleh uang dari kecemasan dan kekawatian terkait masalah yang sedang di hadapi orang lain. Gaya adalah yang paling penting yang harus di jaga oleh Sani.

 

Budak banyak Gaya itulah Sani.

 

Kreatifitas dan bakat ngomong adalah modal Sani mencari makan dan penghidupan. Memadupadankan seseorang dengan orang lainnya yang di kait-kaitkan dan di bumbui dengan sebuah foto bersama adalah modal kerja.

Modal yang membuat seorang Sani bisa begitu sangat hebat, terlihat pintar tanpa harus bekerja sangat keras untuk membuat sesuatu atau keberhasilan akan sesuatu yang bisa di banggakan.

Mungkin adakala nya bagus juga kita menjadi seorang Sani. Bukan untuk menipu atau menjadi penipu tetapi untuk melancarkan project-project yang sedang kita garap. Apalagi dengan birokrasi cincai… Semua mudah dan semua bisa di atur asal saling mengerti dan saling memahami.

 

Mengerti apa? Memahami apa?

 

Mengerti bahwa cuap-cuap kotor pun bisa menghasilkan uang dan memahami bahwa foto, situasi dan orang yang tepat kita temui sangat bermanfaat dan bisa di manfaatkan untuk memperoleh keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: