Menu Tutup

Hal yang biasa Kita Katakan, Tapi berbahaya

All About Words. Permainan kata-kata yang diucapkan, sering kali tidak dipergunakan pada tempatnya. Bahasa motivasi, sindiran, ajakan, pertanyaan bahkan cemoohan menjadi cabangnya. Ketika satu kata di ucapkan, boleh jadi berpengaruh bagi orang lain. Dan kadang kala, perkataan tersebut seperti mencampuri kehidupan seseorang. Walaupun hanya perkataan yang sepele, bisa sangat berbahaya. Hal yang biasa kita katakan, tapi berbahaya bagi orang lain.



Kebanyakan orang berasumsi bahwa, cara hidup kita bisa diterapkan untuk orang lain. Secara sosial, kehidupan yang kita jalani, baik bagi kita tetapi belum tentu baik bagi lainnya. Kita terbiasa menjadi agen kemauan dunia kita. Dengan cara mengatakan hal-hal yang tidak perlu kita katakan. Dan bisa menjadi sumbu permasalahan bagi orang lain. Seperti dibawah ini.

Kita Katakan Itu Berbahaya

Ini bukan perkataan ancaman atau sejenisnya. Hal yang dimaksud adalah satu kata (pernyataan dan pertanyaan) yang kurang etis untuk diungkapkan. Berikut Dyarinotes berikan permisalan, seperti:

Kurang Bersyukur

Pada saat acara arisan, seorang teman bertanya: “Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit dan jelek. Secara, anak mu banyak”. “Kan kamu mampu untuk beli rumah yang gede”.

  Mind Your Own Business (MYOB)

Setelah itu, si pemilik rumah mulai merasa bahwa rumahnya sungguh sempit dan tidak nyaman untuk ditempati. Ketenangannya pun mulai hilang. Lalu ia menjual rumah tersebut dan mencoba membeli rumah yang lebih besar dengan cara kredit di bank. Sejak saat itu, yang tadinya ia hidup berkecukupan dan nyaman, kini terlibat hutang dan membuat kehidupannya menjadi tidak karuan.

Hal yang baik menjadi Tidak Baik

Seorang anak dan bapak sedang bepergian dengan seekor keledai. Mereka menunggangi keledai tersebut agar tidak lelah. Lalu ada seseorang melihat dan berkata: “Gila bener! keledai sekecil itu ditunggangi oleh dua orang”.

Mendengar perkataan tersebut sang bapak pun turun. Lalu orang lainnya, ikut berkata: “Sungguh anak tidak tahu diri. Bapak nya disuruh jalan, anaknya enak-enakkan diatas keledai”. Mendengar perkataan tersebut sang anak pun turun.



Setelah itu mereka berdua berjalan bersama keledai menuju rumah mereka yang jauh. Pada akhirnya sang bapak jatuh sakit karena kelelahan. Tidak lama dari itu, sang anak menjual keledai tersebut untuk pengobatan si bapak.

Mau Minta Lebih

Hal yang biasa kita katakan. Seorang teman bertanya: “Berapa gajimu sebulan kerja di kantor itu” Lalu Ia menjawab: “5 juta rupiah perbulan”. “Cuma segitu kamu di bayar! Murah amat untuk tugas sebesar itu!. Kasihan banget sih kamu”.

  Kompleksitas Positive-Sum Kontestasi Pasar Saham

Dan sejak saat itu, ia sangat membenci pekerjaannya. Lalu dengan tegas ia meminta kenaikan gaji pada manager kantor. Pemilik perusahaan menolak permintaannya. Tapi ia bersikeras. Ia mengganggap, dirinya telah melakukan banyak hal untuk perusahaan. Dan pada akhirnya perusahaan itu memPHK orang tersebut. Kini ia malah jadi pengangguran alias tidak punya pekerjaan.

Ingin lebih dari siapapun

Suatu hari seorang teman berkunjung ke rumah. Seminggu setelah ia melahirkan anak pertamanya. “Hadiah apa yang suami mu berikan, setelah melahirkan anak pertama. Pastinya hadiah yang mahal dong”.

Lalu ia menjawab: “Tidak ada. Hanya membeli perlengkapan bayi kami. Itu pun secukupnya”. “Kok bisa sih. Suami ku saja, memberikan hadiah cincin berlian. Padahal tidak ada acara spesial”.

Setelah saat itu, sang istri mulai meminta hal yang berlebihan dari sang suami. Karena tidak mendapatkan apa yang di inginkan, sang istri pun mulai bertingkah tidak karuan. Dan pada akhirnya mereka berpisah.

Merasa Sedih dan Terluka

Seseorang bertanya kepada kakek tua: “Kek, berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan” Si kakek menjawab: “2 minggu sekali”. Percakapan pun berlanjut: “Wah, keterlaluan sekali anakmu itu. Masa di usia kamu yang sudah tua, mereka jarang berkunjung. Harusnya mengunjungi mu lebih sering”.

  Sisi Lain Kehidupan di Rumah

Pikiran sang kakek pun mulai layu dan sangat sedih. Padangannya menjadi sempit. Sang kakek menjadi sering melamun dan menangis. Hal ini membuat keadaan nya menjadi kurang baik. Kondisi kesehatannya memburuk dan sering sakit.

NOTES

Apa sebenarnya maksud dan tujuan, ketika kita bertanya dan mencampuri kehidupan orang lain. Jangan pernah mengecilkan dunia mereka. Tidak baik mencampuri urusan mereka. Hindari menanamkan rasa kebencian kepada mereka. Apalagi mendikte tentang kehidupan dan penghasilan seseorang. Senang melihat orang susah. Susah melihat orang senang.


Banyak hal yang biasa kita katakan, tapi bisa jadi berbahaya bagi orang lain. Kita akan menjadi agen dari kerusakan di muka bumi. Dengan cara apa? Dengan cara mengatakan hal-hal yang tidak pantas dan tidak perlu. Jangan menjadi sumbu akan permasalahan orang lain. Dosanya begitu besar untukmu.

Salam, DyariNotesCom

Posted in various

More Options

Tinggalkan Balasan