Materi ini sering dikait-kaitkan dengan hal magic atau takhayul. Padahal, sederhananya intuisi merupakan bentuk pengetahuan yang bisa muncul begitu saja. Informasi yang datang seketika tanpa perlu pertimbangan yang jelas, layaknya sixth sense. Intuisi setengah jalan, merupakan perumpamaan betapa kita harus menghargai suatu pertanda. Intuisi itu bisa di maknai sebagai firasat. Suatu petunjuk ilustrasi yang menjadi wujud dari pikiran alam bawah sadar. Intuisi bisa menjadi progress setengah jalan dari proses action kita.

Alam bawah sadar atau sering orang katakan pikiran bawah sadar, terdiri dari proses dalam pikiran yang terjadi secara mendadak. Spontan adanya. Alam bawah sadar itu tidak ada dalam wawas diri dan juga tidak melewati proses, ingatan, motivasi pikiran dan minat. 60 persen kegagalan dari kita, biasanya dari intuisi yang buruk.

The Beginning to Success –

Dalam dunia bisnis, intuisi sangat penting peranannya. Awal kesuksesan itu bisa saja berasal dari ide yang muncul secara tiba-tiba. Sebagai satu contoh, “Haruskah kita membuka restoran Padang?”. Ide ini biasa muncul jika orang sedang membuka suatu bisnis untuk pertama kali nya. Dan jawaban dari seorang yang pesimis dari diskusi ini, biasanya berkata “Mengapa kita membuka rumah makan Padang, bisnis semacam ini sudah sangat menjamur”. Bla, bla bla . . .

Ide-ide seperti ini harus dengan bijak kita renungkan. Bukan berarti kita harus membuka rumah makan. Atau juga masakan Padang yang akan kita pasarkan. Tetapi lebih jauh lagi kita melihat, mengapa rumah makan Padang yang begitu menjamur terus tumbuh dan semakin berkembang. Sebagai bagian dari seorang yang ingin menjadi individu entrepreneur, kita harus berani mencoba sesuatu. Melakukan hal yang berbeda untuk membuktikan, dan sanggup mengambil keputusan yang tepat. 

  Sisi Lain Kehidupan di Rumah

Tantangan bisnis di masa mendatang, relatif berbeda dengan jaman now. Tantangan saat ini dengan tingkat turbulensi yang tidak menentu, membuat intuisi kita semakin berperan dalam setiap mengambil keputusan.

Menentukan siapa yang tepat menduduki posisi di perusahaan kamu. Bidang apa yang akan menjadi core bisnis nya. Sistim manajemen seperti apa yang akan kita bangun, dan target-target pencapaian apa yang menjadi dasar kesuksesan dalam membangun suatu bisnis.

DyariNotesCom membagi intuisi menjadi empat tingkatan, yaitu: Fisik, Emosi, Mental dan Spiritual. Ada banyak juga cara mengembangkan intuisi yang bisa kita pelajari, seperti: terjun langsung ke dalam pengalaman, mengerahkan segala kemampuan lebih banyak dan berfikir terbuka terhadap segala kemungkinan. Mengatasi rasa takut, harus juga kita pelajari dan yang paling penting lagi, mengenali atau mencari untuk mengatasi apapun yang menghalangi.

Kemampuan intuisi, dalam proses pengambilan keputusan dapat berlangsung dengan lebih cepat dan tepat. Hal ini juga mengungkapkan bahwa, kemampuan intuisi berasal dari pengalaman yang berulang kali yang kita lakukan. Di ikuti dengan penghayatan atau pemaknaan terhadap pengalaman, tentunya.

Intusi dalam mengambil keputusan –

Menurut catatan DyariNotesCom, Intuisi dalam mengambil keputusan di dasarkan beberapa banyak faktor, di antaranya: penilaian individu, pribadi, posisi, masalah, situasi kondisi, time line, emosional dan rasional. Penilaian personal mengambil peran yang besar dalam mempengaruhi aspek terjadinya suatu putusan.

  Becoming an Optimist : Cara Tepat Membangun Sikap

Intuisi dalam hal keuangan juga bisa di terapkan. Jangan kita kira, berbicara tentang keuangan akan sangat rumit. Sistem manajemen keuangan menduduki posisi strategis dalam suatu pengembangan bisnis. Jika keuangan tidak sehat, maka dapat di pastikan bisnis yang kita jalankan akan tidak sehat pula.

Jauhkan manajemen keuangan satu kantong. Manajemen satu kantong mungkin tidak di kenal. Tapi sebagian orang melakukan hal tersebut. Percayakan keuangan bisnis kamu kepada seseorang yang bisa dipercaya dan detail dalam berakuntansi dan juga paham dalam mendesain program-program kedepan.

Dalam berintuisi, mengasah kepekaan dan ketangguhan intuisi dalam menghadapi krisis yang sedang kita derita di butuhkan saat ini. Perekonomian 2022 mulai mengalami blue trend. Dan itu di rasa baik bagi kita pelaku bisnis. Kondisi perekonomian sudah makin membaik, selaras dengan terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia. 

Decision Making Dalam Mengaplikasikan Intuisi –

Sebagian besar orang lebih memilih memutuskan berdasarkan data dari pada menggunakan intuisi. Menurut mereka, intuisi adalah pengetahuan kita terhadap ketepatan jawaban dan segala sesuatu tanpa melakukan sejumlah analisis lebih dalam.

Intuisi sering di remehkan dan tidak di jadikan sebagai metode dalam Decision Making yang utama. Padahal, intuisi sering sekali benar. Jika di terapkan pada lingkungan yang stabil, teratur dan mudah di prediksi. Intuisi dapat di gunakan sebelum memutuskan perlu atau tidaknya penggunaan data sebelum membuat sebuah keputusan, khususnya ketika melihat tren dan segmentasi dari berbagai kasus.

Ada sebuah fenomena yang dikenal sebagai Attribute Substitution atau atribut substitusi. Secara gamblang, jika sebuah pertanyaan sulit dalam menemukan jawaban dengan cepat, maka intuisi dapat digunakan. Mungkin cara ini merupakan anugerah dan dapat juga menjadi suatu kutukan bagi institusi besar.

  Overthinking

Attribute Substitution membuat kita mampu dengan cepat menyimpulkan dan memutuskan berdasarkan informasi seadanya. Kamu melakukan analisis/ heuristik untuk membuat penilaian sebelum pengambilan keputusan yang bisa kita tingkatkan dari masa ke masa.

Menilai Kebenaran Intuisi –

Melakukan penilaian kebenaran terhadap intuisi menjadi hal yang tidak mudah. Sebagian individu memiliki kemampuan yang cukup baik dalam membuat penilaian. Tapi problemnya, dalam meta-analisis study menunjukkan, kita tidak pandai menilai kebenaran naluri. Jangan kira, kita merasa senior, keputusan kita sudah pasti benar.

Ketika naluri mengarahkan ke satu arah, ada baiknya kita menilai situasi itu dengan kepala dingin dan logika cepat. Mungkin akan bias dan membuat kita tersesat. Untuk mencari kebenaran dengan cepat harus bisa mengidentifikasi opsi-opsi yang kita yakin bahwa itu salah.

Semua keputusan pasti ada resikonya –

Kita harus benar-benar yakin bahwa keputusan yang diambil tidak terburu-buru. Atau dengan maksud hanya karena ingin segera terselesaikan. Kesalahan insting pertama mungkin akan terjadi. Seperti dalam ujian pilihan ganda. Jadi pilih yang mana? Aku atau Dia.

Salam DyariNotesCom

2 Responses

Tinggalkan Balasan