Balance Your Life

Keseimbangan hidup, sesuatu yang diinginkan hampir semua orang dan selalu menjadi topik andalan beberapa pengampu training self-help.

Dalam perspektif Islam keseimbangan adalah tawazun. Tawazun merupakan suatu sikap seseorang untuk memilih titik yang seimbang atau adil dalam menghadapi suatu persoalan.

Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam bertawazun yaitu kebutuhan ruh (rohani), kebutuhan akal, dan kebutuhan tubuh (jasmani).

 

1. Kebutuhan rohani

Terkadang kita lupa bahwa jiwa juga memiliki kebutuhannya sendiri. Kebutuhan rohani dapat terpenuhi dengan senantiasa mengingat Allah (dzikrullah).  Dengan mengingat Allah, jiwa akan menjadi tenang.

 

“… Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”   (QS. Ar-Ra’d:28)

 

2. Kebutuhan akal

Akal adalah anugerah Allah kepada manusia, yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya. Dengan akal, kita dapat berpikir dan mampu membedakan antara yang baik dan buruk.

Kebutuhan akal dapat dipenuhi dengan ilmu. Lihatlah kalam Allah, dimulakan dengan “iqro” (bacalah!).

Jadi menuntut ilmu, wajib hukumnya bagi kaum muslimin. Karena dengan menuntut ilmu seseorang akan mendapatkan pengetahuan aqidah, ibadah, dan hal keduniaan lainnya. Tidak akan sama kedudukan hamba yang berilmu dan tidak berilmu.

  Jiwa yang Mulia dan Jiwa yang Hina

“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu beberapa derajat.” (QS. Mujadilah: 11)

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa di beri hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang berakal.” (QS. Baqarah: 269)

 

3. Kebutuhan jasmani

Jasad merupakan amanah Allah yang mesti kita jaga dan rawat dengan baik. Oleh karena itu, jagalah raga kita dengan cara memenuhi kebutuhannya, kebutuhan fisiologis dan kebutuhan biologis.

Perhatikan makanan dan kesehatan, itulah cara menjaga dan memenuhi kebutuhan raga kita.

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.” (QS. Al Baqarah: 168)

Untuk kesehatan raga, kita dapat memilih beragam pilihan olahraga yang bisa di lakukan. Rasulullah bahkan pernah menyuruh sahabat untuk berlatih kuda dan bergulat.

 

Jika ketiga kebutuhan di atas dapat kita penuhi, di sanalah ada keselarasan, keseimbangan hidup. Penuhi ketiganya, maka kita akan memperoleh kenikmatan, lahir dan batin.

 

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan untuk menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin.” (QS. Luqman: 20)

  Jujur Pengantar ke Surga

 

Mulailah untuk berusaha menyeimbangkan ketiganya.

Dalam kurun kurang dari dua minggu lagi, kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan.

 

Ramadhan adalah medan terbaik untuk me-recharge rohani kita, menempa jasmani kita, dan mengisi akal kita dengan ilmu-ilmu keagamaan maupun ilmu keduniaan.

 

Semoga dengan Ramadhan, keseimbangan hidup bukan semata tagline, namun mewujud maknanya dalam keseharian.

Aamiin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: