Kekisruhan sistem zonasi PPDB tahun 2023 ini

Sistem zonasi dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) mengatur proses penerimaan siswa baru berdasarkan pada wilayah geografis atau zona tertentu. Tujuan apa? Tujuannya memastikan akses pendidikan yang lebih merata dengan basis ‘keadilan’ bagi peserta didik. Lalu apakah sistem zonasi PPDB tahun 2023 berjalan lancar, atau malah menyebabkan kekisruhan?

Apa Maksud Dari Semua Ini

Sistem zonasi PPDB 2023 ini, tentu dalam penerapannya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi yang pasti, setiap zona memiliki sekolah-sekolah yang menjadi ‘pilihan utama siswa’ yang tinggal pada wilayah tersebut.

Lalu, Apa yang kita kejar dari sistem ini?

Oleh karena sistem zonasi PPDB mengacu pada konsep geografis, Penerimaan siswa baru dilakukan dengan memberikan prioritas kepada siswa yang tinggal di dalam zona, sebelum membuka pilihan kepada siswa dari zona lain.



Apa maksud dari semua ini? Satu yang kami tangkap dari sistem ini, yaitu mengurangi kesenjangan antara sekolah-sekolah yang dianggap “sekolah unggulan” dan sekolah-sekolah di daerah yang minim peminat.

Dengan itu diharapkan lebih banyak anak-anak memiliki chance untuk mendapatkan pendidikan yang baik, berkualitas, tanpa harus jauh sekali pindah sekolah dari tempat tinggal mereka. Kasihan juga para emak-emak.

Apa masalah yang bisa muncul?

Masalah seeh sebenarnya ada saja. Setiap program pendidikan pasti menemukan masalah. Maksimum kuota penerimaan, misalnya. Semua ini tergantung pada kondisi dari setiap daerah, serta bagaimana aturan itu bisa dilaksakana. Bagaimana ini diterapkan, serta bagaimana pula mekanisme yang tepat agar ini bisa terlaksana dengan baik. #AturSajaLah.



Kelemahan

Boleh jadi satu sistem memang memilki kelamahan yang menjadikannya kurang efektif. Dan kelemahan itu kudu diperbaiki. Sistem zonasi dalam PPDB memiliki beberapa kelemahan yang dapat menjadi sumber tantangan bagi para penggiat pendidikan. Beberapa dari kelemahan tersebut, meliputi:

1. Kualitas Sekolah Masih Belum Merata

Jika kualitas sekolah tidak merata, tentu ini menjadi masalah. Pastinya mengakibatkan siswa yang tinggal di zona tersebut tidak mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang baik. Sistem ini membatasi peserta didik untuk masuk pada sekolah-sekolah unggulan.

2. Kapasitas

Dalam beberapa kasus, sekolah-sekolah di zona-zona tertentu mungkin menghadapi masalah kelebihan kapasitas. Seperti: overcrowding yaitu jumlah siswa melebihi kapasitas sekolah. Peserta didik di suatu sekolah menjadi padat pada wilayah-wilayah yang memang pada penduduknya. Menggangu? Tentu ini menggangu. Kualitas pembelajaran dan lingkungan belajar menjadi kurang ideal, dan pastinya menyebabkan beban berlebih pada tenaga pengajar maupun staf sekolah.



3. Kemampuan dan Minat Peserta Didik Terabaikan

Kemampuan dan minat siswa baiknya kita salurkan. Dan sistem zonasi semacam ini mengabaikan hal tersebut. Minat dan bakat mereka mungkin lebih sesuai dengan program sekolah yang berada diluar zona, misalnya. Siswa kehilangan peluang untuk mengembangkan potensi mereka secara penuh.

4. Manipulasi

Sistem zonasi sangat rentan terhadap manipulasi dan kecurangan. “Negeri Konoha Gitu Lho”. Beberapa orang mungkin akan mencoba dan berusaha untuk memanipulasi. Alamat palsu misalnya. Secara, untuk mendapatkan akses ke sekolah yang di inginkan semua bisa ‘cincai’. Hal ini tentu merugikan siswa-siswa yang memang berhak mendapatkan tempat di sekolah tersebut. Mudah-mudahan tidak lah yaa.

“Ndang puna hepeng luhut ndang saut”.

5. Kondisi Sosial dan Ekonomi

Sistem zonasi cenderung kurang mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga dari para siswa. Keadaan sosial dan ekonomi peserta didik tidak semuanya sama. Siswa dari latar belakang ekonomi menengah kebawah, tidak memiliki kemampuan dalam memilih sekolah mana yang cocok dikantong.

Sistem zonasi mungkin tidak selalu merespons kebutuhan siswa dengan kebutuhan khusus atau tantangan belajar tertentu. Sekolah-sekolah dengan fasilitas dan sumber daya yang lebih baik untuk mengatasi kebutuhan ini mungkin terletak di zona yang berbeda.

Apalagi untuk keluarga yang sering berpindah-pindah karena alasan pekerjaan atau lainnya. Ini mungkin akan menghadapi kesulitan, seperti: memastikan akses pendidikan dan kebijakan zonasi yang berbeda di setiap tempat tinggal baru.



Keunggulan

Sistem zonasi dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) memiliki beberapa keunggulan yang dapat menjadi alasan mengapa lembaga pendidikan memilih untuk menerapkannya. Beberapa dari keunggulan tersebut, antara lain:

1. Pemerataan

Tujuan dari sistem zonasi PPDB adalah untuk memastikan bahwa akses pendidikan yang merata. Memberikan prioritas kepada siswa yang tinggal di zona tertentu, sistem ini dapat membantu mengurangi kesenjangan antara sekolah-sekolah yang berkualitas dan sekolah-sekolah di daerah yang mungkin kurang terlayani.

2. Mengurangi Kompetisi dan Menciptakan Stabilitas

Bangsa kita suka sekali dengan kompetisi. Suka bersaing dan menyaingi. Menertawakan yang lemah dan berbangga kepada apa yang mereka punya. “Jangan gitulah, Tak baik”. Dalam ‘sistem lama’ yang tanpa zonasi, sering kali terjadi kompetisi sengit, antara: siswa dan orang tua. Berlomba-lomba memasukkan anak-anaknya pada sekolah-sekolah tertentu yang di anggap lebih baik, dan lebih berkelas.



Dengan adanya sistem zonasi, semua bisa di hindarkan. Kompetisi di turunkan dan persaingan di anggap selesai. Skala prioritas di berikan penuh kepada siswa yang memang tinggal di lingkungan atau kawasan tersebut.

Sistem zonasi juga dipercaya dapat membantu menciptakan stabilitas dalam hal jumlah siswa yang bersekolah. Hal ini menjadi dorongan bagi sekolah untuk merencanakan fasilitas, guru, dan sumber daya lain kedepannya agar bisa lebih baik, demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih stabil.

3. Mendukung Kebijakan dan Daerah Terpencil

Linenya adalah mendukung kebijakan pada keadilan dunia pendidikan. Dengan memberikan prioritas kepada siswa yang tinggal di zona sekolah, sistem zonasi dapat membantu mendukung prinsip keadilan dalam pendidikan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang kurang berkembang.

Sekolah-sekolah di daerah terpencil atau kurang di minati dan panstinya cenderung memiliki jumlah siswa yang lebih sedikit. Dengan sistem zonasi, sekolah-sekolah ini dapat tetap beroperasi. Dengan adanya siswa dari zona tersebut, tak perlu bergantung pada siswa dari luar zona. “Intinya, jangan sampai deh Ibu Guru kita menangis, lantaran peserta didik baru tidak ada disekolah mereka”.



4. Perkuatan Komunitas Lokal

Sistem zonasi dapat memperkuat ikatan antara sekolah dan komunitas-komunitas yang ada pada wilayah tersebut. Siswa yang bersekolah di dekat tempat tinggal bisa secara aktif terlibat dalam aktivitas di komunitasnya, sehingga dapat memperkuat interaksi antara sekolah, peserta didik, dan orang tua.

5. Administratif Menjadi Mudah

Sistem zonasi dapat mengurangi ribetnya urusan administratif, dalam proses penerimaan siswa baru. Pengelolaan pendaftaran dan alokasi siswa dapat lebih mudah di lakukan. Dengan adanya pembagian wilayah yang jelas, tentu itu bisa lebih memudahkan urusan administrasi.

Dengan sistem administrasi yang menjadi mudah, dapat mengurangi kemungkinan perpindahan siswa. Siswa yang tinggal di zona sekolah biasanya lebih cenderung tetap berada di sekolah tersebut, karena mendapatkan prioritas dalam penerimaan. Ini dapat mengurangi tingkat perpindahan siswa antar-sekolah yang dapat mengganggu keberlanjutan pendidikan.



Catatan Tepi

Penting untuk diingat bahwa implementasi dan keberhasilan sistem zonasi PPDB dapat bervariasi tergantung pada kondisi, regulasi dan implementasi, serta konteks wilayah dari masing-masing zona. Keunggulannya kita pertahankan dan kelemahan itu bukan batu sandungan dalam melangkah kedepan.

Tantangan dalam dunia pendidikan dan aspek-aspek lainnya pasti nyata dan ada pula jalan keluarnya. Sebelum lebih jauh melangkah dalam mengambil keputusan, cari tahu, rembukkan dan putuskan mana yang baik, jika itu memang baik, lakukan itu bersama kita. #KeluargaDyarinotescom

Investasi dalam dunia pendidikan akan selalu membayar madu terbaik. Pendidikan itu pasportnya masa depan, karena esok hari dan nanti, semua ini milik mereka yang mempersiapkan apa yang baik di pagi ini. Dan hanya pendidikanlah yang bisa menyelamatkan masa depan bangsa. Tanpa pendidikan bisakah Negeri ini bertahan?

Salam Dyarinotescom.

Related Posts:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kumpulan artikel lifestyle yang dikemas menarik, dengan tips dan opini, serta didesain secara kekinian untuk pembaca setia.