Columbus: Keyakinan Menjadikan Semua “Mungkin Saja”

Pada abad ke-15, Eropa sedang mengalami masa penjelajahan dunia. Masa dimana semua negara ingin menunjukkan kelasnya. Para penjelajah berambisi menemukan rute baru ke Asia untuk berdagang. Berdagang berbagai macam komoditas. Salah satu komoditasnya adalah rempah-rempah. Banyak tokoh yang berkibar pada masa itu, termasuk seorang italia bernama Christopher Columbus. Dengan satu keyakinan membuat semua bisa di mungkinkan.

Christopher Columbus adalah seorang penjelajah dan navigator asal Italia yang terkenal dengan penemuannya akan benua Amerika pada tahun 1492. Ia lahir di Genoa, Italia, pada tahun 1451.

Keyakinan Membuat Semua Menjadi Mungkin

Sejak kecil, Columbus sudah tertarik dengan laut dan navigasi. Ia belajar navigasi dari ayahnya, seorang pedagang wol. Columbus percaya bahwa “Bumi itu berbentuk bulat” dan jika “berlayar ke barat, akan sampai ke Asia”.

Bermaksud membuktikan apa yang diyakininya, seorang Columbus mengajukan proposal kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella dari Spanyol untuk mendanai pelayarannya. Namun sayangnya, proposal Columbus awalnya ditolak.

Orang tidak percaya bahwa bumi itu berbentuk bulat. Columbus tidak pernah menyerah. Ia terus meyakinkan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella hingga akhirnya mereka setuju untuk mendanai pelayarannya.



Pelayaran Yang Awalnya Hanya Coba-Coba

Semua berawal disini. Berlayar untuk mencari sesuatu yang awalnya hanya coba-coba. Columbus berangkat dari Spanyol pada tanggal 3 Agustus 1492 dengan tiga kapal, yaitu Nina, Pinta, dan Santa Maria.

Setelah berlayar selama 61 hari, Columbus dan awak kapalnya akhirnya sampai di sebuah pulau di Samudera Atlantik. Mereka mengira bahwa pulau tersebut adalah bagian dari Asia, tetapi ternyata itu adalah sebuah pulau di Benua Amerika.

Satu Pulau Ditemukan

Satu pulau di temukan. Penemuan Columbus ini mengubah mata dunia. Peta peradaban pun berubah. Ia membuka jalan bagi penjelajahan Eropa ke Amerika, yang kemudian menjadi awal dari kolonisasi Amerika.

Columbus melakukan empat kali pelayaran ke Amerika. Pada pelayarannya yang keempat, Columbus di tangkap oleh Portugis dan di penjara selama satu tahun. Ia di bebaskan pada tahun 1504 dan kembali ke Spanyol. Columbus meninggal pada tahun 1506.

Columbus adalah seorang tokoh yang kontroversial. Ia di anggap sebagai penemu benua Amerika, tetapi juga di anggap sebagai penjajah yang membawa penderitaan bagi penduduk asli Amerika.



Jejak Sang Pembawa Penderitaan

Christopher Columbus di cap sebagai pembawa penderitaan bagi penduduk asli amerika. Kenyataan mengerikan tentang Christopher Columbus yang sebenarnya bukan pahlawan penemu benua Amerika.

Banyak sekali sumber yang mengatakan bahwa kelompok penjajah Colombus berlabuh di benua Amerika dengan menjalin hubungan harmonis dengan suku Indian, suku Amerindian, atau suku Pribumi Amerika. Tapi pada kenyataannya Columbus melakukan genosida gila sehingga populasi Amerika turun drastis. Dari 300.000 sampai jumpa 500 orang (katanya).

Satu kisah yang populer adalah: ketika Columbus merintahkan anjing pelacak untuk memburu para Suku Indian yang kabur ke gunung. “Ini cuma buat hiburan”. Para kaum hawa pun menjadi santapan para anjing-anjing berkumis si Columbus.

Para wanita di jadikan budak. Columbus juga memerintahkan semua suku yang ada di benua tersebut memakai rantai tembaga yang di ikatkan pada leher. Sebagai bentuk penghinaan dan Tirani. Demi menjaga kehormatan, Suku Indian lebih memilih bunuh diri di banding hidup di bawah ketiak colombos yang busuk.



Catatan dan Hikmah

Cerita Christopher Columbus mengajarkan kita bahwa kita harus berani mengejar mimpi kita. Coba dan coba, bahkan jika mimpi itu tampak mustahil. Columbus tidak menyerah pada tantangan yang di hadapinya, dan akhirnya ia berhasil mewujudkan mimpinya.

Pesan moral yang bisa kita petik, yaitu: Berani mengejar mimpi, Jangan menyerah pada tantangan, Pentingnya kerja sama. Siapapun tidak akan bisa menyeberangi samudera, kecuali dia punya keberanian kehilangan kontak pandang dengan garis pantai.

Dengan menang besar atas semua penaklukkan, kekuasaan, dan merampas kebebasan, seseorang dapat tiba pada satu tujuan yaitu kejayaan. Walaupun pada gilirannya, sejarah menyebut itu sebagai Tirani.

Salam Dyarinotescom.

Related Posts:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kumpulan artikel lifestyle yang dikemas menarik, dengan tips dan opini, serta didesain secara kekinian untuk pembaca setia.