Hari Ini Hari Ibu. Ingatkah Ananda?

Ibu adalah sosok yang sangat berarti bagi kita. Bagai jelmaan bidadari dari surga. Beliau juga adalah orang yang selalu ada, ketika kita merasa kesepian, kehilangan, kegagalan dan juga dalam suka maupun duka. Tapi, ingatkah kamu ananda, hari ini hari Ibu.

Arti ibu bagi kita sangatlah luas dan mendalam. Ibu adalah sosok yang memberikan kasih sayang tanpa satu syarat. Ia adalah sosok yang selalu sabar dan pengertian. Sosok yang selalu memberikan semangat dan dukungan kepada kita.

Masya Allah (ما شاء الله)

Sejarah Mencatat

Diketahui, sejarah Hari Ibu di Indonesia bermula dari Kongres Perempuan Indonesia III yang digelar di Bandung pada tahun 1928. Kongres ini dihadiri oleh 30 organisasi perempuan dari seluruh Indonesia. Kongres ini menghasilkan beberapa keputusan penting, salah satunya adalah menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Arti ibu bagi kita

Apa arti ibu menurutmu? Apakah ibu adalah seorang wanita yang selalu ada untukmu? Atau wanita yang penuh ikhlas mengomel dikala kamu nakal dan semacamnya? Setujukah kamu jika kita katakan bahwa Ibu tempat kita berlindung?

Jawab mereka:

Ia menjadi tempat berlindung bagi kita ketika kita merasa takut, sedih, atau kecewa. Engkaulah sumber kekuatan. Ibu selalu memberikan kekuatan dan motivasi kepada kita untuk menghadapi tantangan hidup.

Guru pertama yang paling pintar didunia. Ibu adalah orang yang pertama kali mengajarkan kita berbagai hal, mulai dari cara berjalan, berbicara, hingga cara berperilaku. Dirimu adalah sahabat terbaik. Selalu ada untuk ku, rumah ini, baik dalam suka maupun duka.



Sosok yang sangat penting

Kelak ada orang yang sangat dungu yang bertanya, “Peran ibu dalam keluarga ini untuk apa?”. Mmm… Sungguh kasihan si dungu karena ia tidak tahu bahwa Ibu adalah Segalanya.

Seorang ibu yang hebat adalah ibu yang memiliki lantai yang lengket, dapur yang berantakan, cucian kotor yang menumpuk, peralatan masak yang kotor, dan anak-anak yang bahagia.

Ia adalah sosok perempuan yang sangat penting dalam keluarga. Mereka adalah pilar yang menopang keluarga dan memberikan kasih sayang, kekuatan, dan dukungan kepada anggota keluarga lainnya.

Cermin yang paling jujur adalah mata seorang ibu. Kasih ibu sepanjang jalan. Kasih anak sepanjang galah. Nikmati satu keberuntungan menjadi ibu. Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas.

Ketika Ia Mampu Menempatkan Diri

Wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan di manapun dia berada. Seolah-olah ibu rumah tangga pekerjaan tanpa perlu pengetahuan, padahal menjadi seorang ibu adalah pekerjaan sulit dengan seribu tantangan.

Kamu tahu tidak, seorang Ayah mungkin saja akan pergi. Namun, setiap Ibu akan terus menemani. Pelukan ibu satu-satunya obat yang manjur, dan tidak punya efek samping apa pun. Ibu mana pun, yang baik atau buruk, tetap terluka ketika anaknya dicela, meskipun  celaan itu benar dan tepat untuk mu.



Wanita Dengan Hati Yang Sempurna

Hati ibu itu sempurna. Tak peduli berapa kali engkau menyakiti hatinya, ia selalu ada kata maaf untukmu. Ibu adalah ciptaan terindah karena di dunia yang egois ini, dia adalah satu-satunya yang selalu ingin melihatmu bahagia.

Dirimu tidak pernah memaksa anaknya untuk mencintainya. Tapi, cinta ibu ke anaknya tanpa paksaan itu untuk selamanya. Pelukan seorang ibu bertahan lama meski dia telah melepasnya. Seorang ibu sanggup memelihara 10 orang anak, tetapi 10 orang anak belum tentu dapat memelihara seorang ibu.

Izinkan aku untuk memeluk hatimu

Tidak ada masakan paling enak selain masakanmu. Aroma yang selalu kami rindukan setiap siang dan malam hari. Mengalahkan harumnya nasi padang, lembutnya durian, dan segarnya kelapa muda.

Mama, izinkan aku untuk memeluk hatimu agar aku dapat merasakan apa yang kau rasakan dari sakit yang tak mengelurkan air mata. Bidadari yang menyembunyikan sayap yang real pergi kedunia itulah engkau, ibu.

Indah, sejuk, teduh, dan lembut. Itulah hati terbaik yang pernah di ciptakan Tuhan. Semua karena hatimu, ibu. Engkau mengajarkanku untuk menjadi orang yang sabar. “Selalu memberi, tak harap kembali”. Bagai Matahari menyinari Bumi.



Dan Ini Karena Mu

Lautan yang luas ini seperti mu, ibu. Dalam dan selalu menunggu ku. Percayalah, Kami anak-anakmu mencintai ibu seperti pohon-pohon menyukai air dan sinar matahari. Engkau membantu kami tumbuh, berkembang, bernakal ria, basah karena hujan untuk bermain, dan mencapai tingkat yang tinggi hingga hari ini.

Hari di mana harusnya engkau bahagia bersama kami. Maafkan kami anakmu yang tak tahu diri ini.

Salam Dyarinotescom.

Related Posts:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kumpulan artikel lifestyle yang dikemas menarik, dengan tips dan opini, serta didesain secara kekinian untuk pembaca setia.