Pentingnya Pembelajaran Life Skill untuk Anak Usia Dini

Dalam artikel Life Skills Education for Children and Adolescents in Schools yang diterbitkan WHO, disebutkan bahwa life skill adalah kecakapan hidup. Yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan berperilaku positif, yang memungkinkan individu untuk menghadapi tuntutan kehidupan sehari-hari secara lebih efektif.

Cakupan life skill tersebut meliputi kemampuan dalam pengambilan keputusan, keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, keterampilan hubungan interpersonal, komunikasi yang efektif, juga termasuk kesadaran diri, empati, mengelola emosi, dan mengatasi stres.

 

Mengapa anak-anak perlu diajarkan life skill sejak usia dini?


Mengajarkan life skill sejak dini pada anak akan membantu mereka menjadi pribadi yang mandiri, berani menghadapi berbagai tantangan di masa depan, dan mampu berperilaku positif.

 

Bagaimana melakukannya?

Orangtua dapat melakukannya di waktu-waktu menyenangkan ketika bersama si kecil, seperti di saat sedang bermain, dengan tujuan agar anak lebih mudah memahaminya.

Berikut lima life skill yang perlu di ajarkan pada anak sedari sejak dini:

 

  Pembelajaran yang sudah ditinggalkan

1. Komunikasi

Luangkan waktu untuk mendengarkan dan menanggapi saat anak bercerita. Ajarkan anak cara berkomunikasi yang baik, sehingga dia mampu mengekspresikan diri secara verbal maupun non verbal. Anak yang mempelajari komunikasi yang baik akan mampu mengungkapkan pendapat dan keinginan, juga kebutuhan dan ketakutannya.

 

2. Empati

Mulailah memberi anak pemahaman tentang emosi dan bagaimana cara mengidentifikasinya: perasaan bahagia, sedih, dan rasa marah. Agar memudahkan anak memahaminya, perlihatkan contoh nyata bagaimana berempati kepadanya dan kepada orang lain.

Sikap empati akan membantu anak untuk memahami dan menerima orang lain yang berbeda dari dirinya.

 

3. Kebersihan dan Kesehatan

“Kebersihan sebagian dari iman”, begitu bunyi salah satu hadis.

Kenalkan dan ajarkan tentang kebersihan dan kesehatan sejak anak berusia dini. Pengenalan di mulai dengan metode mencontohkan dan berikan juga penjelasan mengapa penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Mulai dari hal-hal kecil seperti mencuci tangan, mandi, dan menyikat gigi.

Setidaknya di masa pandemik ini, orangtua sedikit lebih mudah dalam mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.

 

  Stop Abusive Act!

4. Manajemen waktu

 Konsep waktu dan keteraturan juga merupakan life skill yang harus dikenalkan dan diajarkan sejak dini pada anak. Di harapkan dengan bertambahnya usia anak dapat mengelola waktunya dengan baik, karena sudah menjadi kebiasaan sejak kecil.

Mulai dari jam tidur dan waktu bangun. Melakukan suatu pekerjaan yang tepat waktu. Kapan bisa bermain, dan kapan waktu makan. Kebiasaan teratur akan memudahkan anak mengatur waktu saat sudah bersekolah dan satu langkah untuk pengajaran kedisiplinan.

 

5. Berpikir Kritis dan Pengambilan Keputusan

Salah satu cara terbaik untuk membiasakan si kecil untuk berpikir kritis adalah melalui permainan yang memberikan ruang bagi buah hati untuk berkreasi sebebas mungkin. Contohnya permainan peran (dokter-dokteran, Ibu-anak), bermain lego, main masak-masakan, atau permainan fisik di luar rumah seperti petak umpet.

Melalui permainan tersebut, anak-anak belajar membuat keputusan dengan memilih jenis permainan apa yang akan di mainkan, apa saja yang di butuhkan untuk bermain, menganalisa, mengambil risiko, mencoba ide-ide baru, dan membuat kesalahan.

Dari hal tersebut mereka belajar menemukan solusi, yang merupakan salah satu elemen penting dalam membangun pemikiran kritis.

Saat anak-anak menginjak usia sekolah dasar, mereka dapat mulai belajar mengenali mana keputusan yang baik dan apa manfaatnya, serta konsekuensi dari keputusan yang buruk. (AW)

 

  Kebiasaan Yang Ditinggalkan Setelah Remaja dan Dewasa

Salam Dyarinotes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: