Kompromi Memberikan Umpan Balik: Kunci Komunikasi Efektif

Komunikasi yang efektif tidak hanya sekadar menyampaikan pesan dan kompromi, tetapi juga memastikan bahwa message tersebut telah diterima dengan akal sehat dan dipahami kalbu oleh penerima. Umpan balik bisa menjadi kunci untuk memastikan bahwa pesan tersampaikan sesuai maksud, dan dipahami dengan tujuan. Haruskah begitu?

Begini maksud kami om Toni, dalam kehidupan pribadi, misalnya. Komunikasi memungkinkan kita menjalin hubungan dengan keluarga, anak, istri, hingga teman. Melalui komunikasi, kita dapat saling mendukung, mengingatkan, dan berbagi kebahagiaan. “Sampaikan itu walau hanya dengan satu kata baik”.

Dalam kehidupan profesional juga, komunikasi memungkinkan kita membangun kerja sama dengan rekan kerja, team, atau pun pimpinan. Melalui komunikasi, kita dapat menuntaskan satu target, banyak tugas, program kerja, demi mencapai maksud dan tujuan bersama.

Opening Feedback

Umpan balik (feedback) itu sendiri adalah respons atau tanggapan yang diberikan oleh penerima pesan (komunikan) kepada pengirim pesan (komunikator) sebagai reaksi atas pesan yang diterimanya. Feedback dapat berupa verbal, nonverbal, atau keduanya.

Umpan balik verbal disampaikan melalui respons yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Misalnya, seorang manajer memberikan umpan balik kepada bawahannya tentang kinerjanya. “Bulan depan kamu dapat bonus besar”, misalnya.

Umpan balik nonverbal adalah respons yang disampaikan tanpa menggunakan kata-kata. Misalnya, seorang anak memberikan umpan balik kepada orang tuanya dengan ekspresi wajah atau bahasa tubuh. Muka muram, bibir doer, hidung membesar, kuping memerah, danmasih banyak lagi lainnya.

Yang menarik dan serunya lagi bahwa Umpan balik (feedback) juga bisa kita lakukan dengan mengkombinasikan diantara keduanya. Bagai Yin dan Yang. Lalu, seberapa penting umpan balik dalam komunikasi dua arah, dan bukan komunikasi seperti kita dikacangin tetangga.



Pentingnya Umpan Balik

Bisakah jika kami (Dyarinotescom) berpendapat bahwa Feedback itu sangat penting? Boleh saja. Umpan balik memiliki peran penting dalam setiap tahapan komunikasi. Umpan balik dapat berfungsi sebagai satu penilaian, pemahaman, penguatan dan juga koreksi.

Dalam hal Penilaian, umpan balik dapat digunakan untuk menilai apakah pesan yang disampaikan telah diterima dengan benar dan dipahami dengan baik oleh penerima pesan. Bukan sesuatu yang membingungkan atau jelimet.

Begitu juga dengan Pemahaman. Umpan balik dapat membantu penerima pesan untuk memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator. Bisa saja pesan itu meresahkan bagi si penerima pesan. “Mainan kamu akan Mama ambil! Jika kamu tidak belajar”, misalnya.

Dalam hal Penguatan, umpan balik dapat digunakan untuk memperkuat pesan yang disampaikan oleh komunikator. Penguatan ini merupakan tambahan dan penekanan atas pesan yang kita sampaikan. “Jika kamu tidak mengakui kejahatan itu, kamu akan saya laporkan ke polisi” sebagai contoh.

Untuk urusan Koreksi, umpan balik dapat digunakan untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi dalam komunikasi. Memberikan panduan bahwa si penerima pesan telah melakukan kesalahan yang diketahui oleh penyampai pesan. Satu error yang terdeteksi.



Kombinasi Umpan Balik yang Efektif

Umpan balik yang efektif adalah umpan balik yang bersifat konstruktif dan bermanfaat bagi kedua pihak, yaitu komunikator dan komunikan. Umpan balik yang konstruktif adalah umpan balik yang memberikan informasi yang relevan dan berharga, serta dapat kita gunakan untuk meningkatkan komunikasi.

Kombinasi umpan balik yang efektif adalah kombinasi antara umpan balik verbal dan nonverbal. Umpan balik verbal dapat memberikan informasi yang lebih jelas dan rinci, sedangkan umpan balik nonverbal dapat memberikan pesan yang lebih mendalam secara emosional. Dengan sentuhan dan pelukan, misalnya.

Menghasilkan Sesuatu yang Diinginkan

Umpan balik dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang kita inginkan dalam komunikasi. Misalnya, seorang manajer dapat memberikan umpan balik kepada karyawannya untuk meningkatkan kinerjanya. Umpan balik yang di berikan oleh manajer tersebut haruslah bersifat konstruktif dan bermanfaat bagi karyawan.

Ada banyak contoh dalam memberikan umpan balik dan tentunya dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang kita inginkan. Berikut adalah contoh umpan balik yang di berikan oleh manajer kepada karyawannya:

Umpan balik positif. “Saya sangat senang dengan kinerja kamu dalam proyek ini. Kamu telah bekerja dengan sangat baik dan hasilnya sangat memuaskan.”

Umpan balik negatif. “Saya melihat bahwa kamu sering terlambat datang ke kantor. Sebaiknya kamu bisa lebih disiplin dalam waktu.” – “Kamu di pecat!”

Umpan balik perbaikan. “Saya melihat bahwa kamu masih belum lancar memahami cara menggunakan software baru ini. Okey, Saya akan membantu kamu untuk mempelajarinya.”



Tips Jitu dalam Memberikan Umpan Balik

Tidak ada satu rumus yang keberhasilannya bisa 100 persen utuh. Begitu juga dalam komunikasi demi memberikan umpan balik. Kami mencoba memberikan beberapa tips yang boleh jadi itu bermanfaat bagi kamu. Berikut adalah beberapa tips jitu dalam memberikan umpan balik:

1. Secara Spesifik

Jangan memberikan umpan balik yang terlalu umum atau abstrak. Berikan umpan balik yang spesifik dan terukur. Salah satu cara untuk memberikan umpan balik yang efektif adalah dengan memberikan informasi yang jelas dan dapat di tindaklanjuti oleh penerima.

Fokus pada perilaku atau hasil yang dapat di amati. Misalnya, alih-alih mengatakan “Kamu berbicara terlalu banyak”, lebih baik mengatakan “Saat kamu berbicara, kamu sering menyela orang lain.”

Contoh lain nya seperti: “Kamu melakukan presentasi yang buruk”, lebih baik mengatakan “Saat kamu melakukan presentasi, kamu sering berbicara terlalu cepat, dan tidak memberikan beberapa contoh yang jelas.”

2. Secara Tepat Waktu

Berikan umpan balik segera setelah kita mendeteksi dan melihat sesuatu yang perlu diperbaiki. Memberikan umpan balik secara tepat waktu untuk memastikan bahwa kita merespon dengan cepat.

Manfaatnya juga jelas karena “perilaku atau hasil yang ingin di komentari” masih segar di ingatan penerima. Penerima umpan balik juga lebih mungkin untuk mengingat apa yang telah mereka lakukan. Penerima lebih mungkin mengambil tindakan untuk memperbaiki diri.



3. Secara Konstruktif

Berikan umpan balik yang bersifat membangun dan bermanfaat bagi penerima pesan. Cirinya mudah kita deteksi, seperti: Berfokus pada perilaku atau hasil yang dapat di amati, Berikan contoh spesifik, Fokus pada solusi, bukan masalah, sifatnya tidak pribadi.

Bisa di mulai dengan pujian yang spesifik. Pujian yang spesifik dapat membantu penerima umpan balik untuk merasa di hargai dan termotivasi untuk mendengarkan umpan balik yang kita berikan. Jika pun itu menyentuh pada ranah privasi seseorang, lakukan itu dengan tertutup.

4. Secara Pribadi

Berikan umpan balik secara pribadi, bukan di depan umum. Bukan juga dengan maksud mempermalukan seseorang. Jelasnya, sebagian orang akan sangat terhina jika koreksi di depan umum. Pun termasuk juga seorang anak kecil akan sangat marah jika itu kita lakukan.

5. Secara Terbuka

Bersikaplah terbuka untuk menerima umpan balik dari penerima pesan. Salah satu cara jitu untuk meningkatkan komunikasi dan kepercayaan. Umpan balik yang terbuka di sampaikan secara jujur dan transparan, tanpa takut akan konsekuensinya.

Jika kamu memiliki hubungan yang baik dengan penerima umpan balik, mereka akan lebih cenderung untuk menerima umpan balik secara terbuka. Jangan takut untuk mengatakan apa yang kamu pikirkan, tetapi lakukan dengan cara yang sopan dan hormat.



Closing tentang Ini

Umpan balik bisa kita katakan salah satu unsur terpenting dalam komunikasi. Umpan balik yang efektif dapat membantu komunikator untuk memastikan bahwa pesannya telah di terima jelas dan di pahami dengan benar, dan targetnya tak lain demi meningkatkan kualitas komunikasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara memberikan umpan balik yang efektif serta bagaimana langkah kamu dalam mengombinasikannya.

Dengan memahami pentingnya umpan balik dan cara memberikan umpan balik yang efektif, kami dan kamu dapat meningkatkan kualitas komunikasi. Komunikasi yang akan menghasilkan pertautan dan keterkaitan yang lebih baik dan hasil yang lebih menguntungkan. Itu pun jika kamu ingin menjadi orang yang beruntung.

Salam Dyarinotescom.

Related Posts:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kumpulan artikel lifestyle yang dikemas menarik, dengan tips dan opini, serta didesain secara kekinian untuk pembaca setia.