menjadi-individu-yang-bahagia

Kemampuan Untuk Menjadi Bahagia

Seberapa bahagia kah kamu? Apakah kamu memiliki kendali dan kemampuan untuk menjadi bahagia.

Apakah menurut kamu kebahagiaan adalah soal kekayaan atau kekuasaan. Mungkin juga sebagian orang berpendapat bahwa kebahagiaan adalah ketenaran, di kenal banyak orang, di sanjung, di hormati, dan dielu-elukan.

Berbicara soal kebahagiaan, pasti juga menyentuh kepada cara memperoleh dan juga cara mempertahankan. Berbicara tentang rahasia, Menjadi Pribadi yang Optimis patut untuk di coba.

Kekayaan di artikan kebanyakan orang adalah memiliki rumah, mobil, tas mewah, uang yang berlimpah dan juga bisnis yang maju. Jika kamu sadari kekayaan bisa lenyap dalam sekejap, bisa hilang di bawa malam.

Padahal dalam hitungan buku besar kita, tidaklah mungkin kekayaan yang sudah kita miliki akan hilang.

Sejatinya mempertahankan kekayaan tidak semudah memperolehnya. Makanya orang kaya biasanya kikir dan pelit karena takut miskin, takut uangnya habis. Tetapi itu bukan kamu. Kamu mungkin orang kaya yang baik, suka menolong dan rendah hati. Haha…

Berbicara soal ketenaran, yakinkah kita bisa sepenuhnya mempertahankan ketenaran kita. Popularitas yang sudah kita peroleh bertahun-tahun kita bangun dengan susah payah itu pun bisa lenyap dalam sekejap mata seperti halnya kepala daerah di tangkap KPK atau juga artis terkenal yang terkena skandal.

Ada juga kebahagiaan akan persahabatan. Persahabatan itu melibatkan orang lain. Maka dari itu persahabatan tidak bisa kita kendalikan. Kita hanya bisa bersikap jujur, menghargai dan menghormati teman kita.

Begitu juga dengan kesehatan. Di masa pandemi saat ini kesehatan menjadi sangat penting. Takut keluar rumah karena virus yang merajalela. Takut untuk bersalaman dan bercengkrama dengan kolega. Teman kerja pun di bilang pembawa.

 

  Tak Diduga, 5 Hal Ini Bisa Picu Sakit Kepala

Kemampuan Membentuk Mental Individu Yang Bahagia


Kemampuan untuk menjadi bahagia itu bisa di tingkatkan dengan berbagai cara. Mengendalikan mental sama juga mengendalikan emosi baik itu emosi positif dan negatif.

Terkadang kita membeli suatu barang yang mahal itu untuk mengesankan orang lain bukan sesuai dengan kebutuhan kita. Berpakaian serba brand!. Makan siang di tempat yang berkelas, shopping di mall ternama dan juga membeli barang-barang lainnya yang terkadang tidak kita butuhkan tetapi mengesankan.

Mengesankan siapa? Mengesankan ego dan para pengamat kita.

Kebahagiaan bisa juga terkikis dengan kekhawatiran. Kekhawatiran pastinya ada di pikiran kita. Di marahi mertua karena masakan tidak enak contohnya. Itu sebabnya para menantu lebih suka membeli makanan jadi untuk di bawa ke mertua di bandingkan memasak sendiri.

Contoh lainnya seperti anak kita kawin lari dengan pasangan yang tidak baik. Banyak orang tua sangat resah anak perempuan nya mendapatkan pasangan yang nggak jelas hidupnya. Berpakaian compang-camping, pekerjaan nggak jelas dan juga sopan santun yang sangat kurang.

Pada dasarnya semua keresahan yang menghasilkan emosi di picu oleh penilaian, opini dan persepsi kita. Emosi negatif bisa menghasilkan stres. Stres itu sendiri bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Hal ini bisa terjadi jika kita mendapatkan perlakuan kasar – stop abusive act

Harus kita tekankan pada diri kita bahwa tidak ada yang baru di dunia ini. Semua peristiwa yang terjadi saat ini pasti pernah terjadi sebelumnya. Saran penulis yaitu banyak mendengar nasehat dari orang yang lebih tua.

Banyak orang membesar-besarkan kesedihan dan duka. Hati tercabik-cabik oleh cinta yang membara di masa lalu atau lelah menghadapi kegagalan usaha.


  Faktanya, Kebiasaan Makan Kita Mengganggu Pencernaan

 

Bangkit Anak Muda, Perut Bukan Halangan

Kesusahan yang tak kunjung sirna di makan keringat yang sudah membeku. LUPAKAN LAH. Semua akan berlalu sehabis kamu membaca artikel ini.

Jika kita mendapatkan masalah apa lagi masalah itu masalah sepele kuncinya tidak perlu di cari solusinya. Cukup di hindari. “Mungkin itu di rasa lebih baik” Ujar ku pada mu.

Sebenarnya sumber masalah ada pada pikiran kita sendiri. Jika suatu masalah menimpa kita, tidak perlu di sesali itu semua sudah menjadi rencana illahi.

 

Salam, Dyarinotes

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: