Dialog Dengan Allah SWT

Manusia, sadar atau tidak, setuju atau tidak, adalah makhluk yang penuh ketergantungan dengan Penciptanya. Namun, banyak yang melupakan fakta ini.

Di kala terpuruk, mencari bantuan dan pelarian kepada yang lain. Padahal sudah dijanjikan Allah, “Berdoalah kepada-Ku, pasti Aku kabulkan untuk kalian. (QS. Ghafir: 60)”

Allah SWT menyukai hamba yang berdoa kepada-Nya, karena itu panjatkanlah permohonan kepada-Nya. Janganlah bersikap angkuh, merasa tidak membutuhkan Allah dan tidak pernah berdoa kepada-Nya, karena Allah akan murka, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah SAW.

 

Mengapa Doa Begitu Penting?

Karena doa bukan hanya sekedar permohonan, tapi juga merupakan sarana kita untuk berkomunikasi langsung dengan Allah. Berdialoglah dengan Allah. Sampaikan segala keluh kesah, kepenatan hidup kepada-Nya, niscaya Allah akan bukakan pintu solusi.

Semua akan dijawab oleh Sang Khaliq.

Saat kita mengeluh: Allah menjawab:
Aduh lelahnya … “Dan Kami jadikan tidurmu sebagai istirahat.” (QS. 78:9)
Sedihnya … “Janganlah kamu bersedih. Sesungguhnya Aku bersama kalian.” (QS.9:40)
Ah, mana mungkin … “Jika Aku menghendaki, cukup Ku berkata “JADI”, maka jadilah.” (QS. 36:82)
Stres, panik, gelisah “Hanya dengan mengingatKu, hati akan menjadi tenang.” (QS.13:28)
Yang kulakukan sia-sia saja … “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah sekalipun,   Niscaya dia akan mendapat balasannya.” (QS. 99:7)
Berat banget, enggak sanggup “Aku tidak membebani seseorang, melainkan sesuai  kesanggupannya.” (Qs. 2:286)

 

  Sabar dan Nikmatnya Hidup

Mari kita mulai perbanyak doa kepada Allah SWT, menjalin komunikasi yang lebih intim, sekali pun hanya sekedar untuk mengadukan permasalahan remeh. Karena semakin kita berusaha merapat kepada Allah, maka Dia akan mendekat pada kita.

Ingatlah senantiasa pada-Nya, niscaya Dia akan ingat pada kita. (Qs. 2:152)”

 

Wallahu a’lam.

4 thoughts on “Dialog Dengan Allah SWT

  1. Janganlah bersikap angkuh sesungguhnya kita harus selalu rendah diri dan tak boleh angkuh dalam bersikap.
    Ingatlah pribahasa “diatasi langit masih ada langit”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dyarinotes is protected
%d bloggers like this: