Menu Tutup

Kemampuan Menghadapi Fear Mongering

Kemampuan Menghadapi Fear Mongering

Fear Mongering – Pernahkah kita dengar isu akan terjadi sesuatu pada bulan atau tahun depan, di perkuat dengan kalkulasi para ahli. Di publikasikan oleh pihak yang berkompeten, berupa Rumor yang meresahkan, dan kita tidak mempunyai kesiapan untuk menghadapinya.

Pesan persuasif semacam ini, apakah termasuk gerakan ‘Market Intelligence‘? Benar akan terjadi? Jika pun iya atau tidak, haruskah masyarakat di beritahu. Dan tak kalah pentingnya, bagaimana cara menghadapi ‘desas desus’ semacam ini?

Apa itu Fear Mongering

Apa itu Fear Mongering

Fear Mongering adalah teknik manipulasi menggunakan suatu romor atau isu yang bisa sangat meresahkan dengan melebih-lebihkan sehingga menyebabkan rasa takut. Secara sederhana fear mongering bisa kita katakan kampanye propaganda dengan produk keluaran menjual ‘ketakutan’.

Kampanye ini tentu sangat meresahkan bagi kita. ‘Tools’ ini bisa sangat berpengaruh, karena rasa takut dan dapat mengendalikan perilaku maupun keputusan yang kita ambil. Seseorang yang telah terpengaruh dari manipulasi ini, akan mengerahkan power yang ada, untuk menghindari rumor yang tersampaikan dan mengabaikan ancaman lainnya.

Seperti halnya isu tentang resesi. Banyak orang pada akhirnya menjadi enggan dalam mengeluarkan uang. Hold dulu belanja barang. Alasan nya logis, yaitu agar dapat bertahan pada saat krisis datang. Dan secara masif justru membuat roda ekonomi di suatu wilayah akan berhenti berputar. Masyarakat mulai berbondong-bondong untuk keep the money di bawah kasur.


Dampak Fear Mongering

Apa dampak yang terjadi ketika fear mongering ini di publish ke publik?

Kita sebagai bagian dari masyarakat tentu akan meningkatkan kewaspadaan. Waspada terhadap apa yang akan terjadi di hari depan. Boleh jadi kampanye ini efektif dan baik untuk mengingatkan kembali kesadaran kita. Kesadaran akan ancaman.

  Algoritma, Media Sosial dan Buzzer

Tapi, tidak semua orang perduli akan isu yang terjadi, termasuk isu tentang resesi ini. Walaupun di rasa berlebihan dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran, ramainya isu tentang gelapnya 2023 berhasil menarik perhatian semua orang, termasuk kami DyariNotesCom.

Al Hasil, semakin banyak dari kalangan masyarakat mencari tahu mengenai apa itu resesi, kegelapan yang seperti apa di tahun 2023 nanti, apa yang bisa di jadikan pegangan menurut para ahli rekomendasikan, bagaimana kehidupan kami nantinya, dan strategi apa yang tepat dalam menghadapi ancaman ini.

Akibat dari rumor atau isu yang di konsumsi publik

Semua Dipertaruhkan

Akibat dari rumor atau isu yang di konsumsi publik, permainan logika pun di pertaruhkan. Pihak yang mengambil keuntungan akan membesar-besarkan tema ini sebagai bahan diskusi yang menarik. Para pengamat mulai unjuk diri dan melebarkan gigi serta mengkaji dari berbagai sisi. Dan permasalahan lain yang nyata adanya, terlupakan.

Gajah di Depan Mata Tidak Terlihat, Semut di Ujung Dunia Menjadi Sasaran.

Mereka sadar bahwa masyarakat harus di cerdaskan, di beritahu dan di sadarkan. Karena bagaimanapun juga mereka bagian dari masyarakat. Tapi ada juga pihak yang tugas nya hanya mengkritik tanpa memberi masukan dan solusi. Hit and run.


Terkadang manipulasi rumor semacam ini, membuat kita menjadi sedikit kurang rasional. Keputusan yang kurang rasional di hasilkan oleh rasa takut yang berlebihan, seperti orang lari terbirit-birit karena di kejar setan.

Ada baiknya masyarakat mengulik kembali berbagai informasi yang ada, sebagai obat penjernih pikiran dan kecemasan. Jangan pula kita cenderung untuk mencari informasi yang justru mendukung bahwa isu tersebut bakal dan akan terjadi. Tapi sungguh aneh, ‘kita orang’ lebih mudah percaya dengan berita bohong daripada menilai sesuatu keadaan secara objektif.

Cara Menghadapi Fear Mongering

Cara Menghadapi Fear Mongering

Bagaimana cara menghadapi fear Mongering?

Serangan panik yang di sebabkan oleh manipulasi suatu romor akan sangat berbahaya jika tidak kita tangani dengan benar. Lugas, tepat dan bersahaja. Benar yang artinya mendekati logika, bukan menurut katanya.

  Kebutuhan Mendahului Jawaban : What's In It for Me?

Menjadikan diri kita siap seutuhnya dengan apa yang terjadi merupakan langkah awal yang baik. Aku Siap, Kami Siap. Kita sebagai masyarakat modern, jangan pernah mau tergiring oleh isu yang sesat dan menyesatkan, seperti gerombolan besar kerbau yang di giring oleh sekawanan anjing kecil.



Berfikir positif dengan apa yang terjadi sungguh amat sangat membantu. Membantu dalam artian bahwa kita memiliki nalar untuk menciptakan tujuan. Mengapa harus takut jika itu hanya kalkulasi. Dan lagipula kita tidak sendiri di dunia ini, walaupun kita tahu bahwa ketika kita jatuh dan sengsara pastinya sendiri. Tidak ada satu pun orang yang akan mau ikut bersama kita.

Kesiapan kita itulah inti dari pikiran positif. Siap untuk rugi, tenang dalam menghadapi masalah dan bersedia untuk memulai kembali ketika semua ini akan hilang. Kadang kita gagal bukan karena kita tidak mempunyai potensi, tetapi karena kurangnya kesiapan.

Kita patut bersyukur bahwa tubuh kita termasuk hati dan otak, mempunyai mekanisme pertahanan. Pertahanan akan sesuatu yang tidak benar seperti kebohongan publik. “Rasa-rasanya ini tidak betul”.

Ini bukan rumor atau isu seperti apa yang di publikasikan. Tetapi ketika seseorang takut akan penderitaan, sebenarnya ia sudah menderita dari apa yang ia takutkan. Dan itu dimulai dari kamu.

Menelusuri Fear Mongering

Menelusuri Fear Mongering

Suatu isu yang di bangun pasti ada tujuan dan maksud. Untuk apa, bagaimana dan siapa targetnya? Kapan di luncurkan ke publik, adakah keterkaitan satu dengan yang lain, apa yang terjadi sebelumnya dan kepada siapa isu tersebut condong berpihak?

Berkembangnya terknologi membawa kita ke ranah keterbukaan yang sebenarnya. Terbuka untuk setuju dan tidak, open terhadap apa yang menjadi kendala dan sadar bahwa sesuatu itu bisa di telusuri atau bisa di cari asal usulnya.

  Merdeka!



Percaya atau tidak, rumor atau isu yang di publish biasanya merupakan estimasi, yang artinya hitung-hitungan dan kalkulasi. Mereka yang menggelontorkan Fear Mongering berupa rumor, pasti akan berharap umpan balik.

Umpan balik yang di maksud bisa berupa reaksi. Bisa saja perubahan pola nalar dari masyarakat, perbaikan habit dari beberapa kalangan dan lain sebagainya. Semua ini karena ada maksud dan tujuan. Bisa saja baik dan bisa juga sangat buruk.

Membendung isu yang menyesatkan itu baik, agar tidak menyebarluas dan menjadikan kita sebagai perpanjangan tangan dari rumor tersebut. Masyarakat terkadang latah dan dengan mudahnya menjadi buzzer tak bertuan menutupi jejak asal dari produsen.

Notes

Kemampuan Menghadapi Fear Mongering sama pentingnya dengan kemampuan daya nalar dari komunal. Masyarakat sebagai bagian dari komunal harus jeli dan bisa membedakan mana yang hitam dan mana pula yang putih.

Mungkin kita tidak bisa menjahit kancing di mulut tentangga kita, tapi paling tidak, kita bisa diam dan menunggu sampai datangnya informasi yang akurat. Rumor itu terkadang seperti halitosis pikiran, Berbau dan tidak bisa hilang akibat dari kesehatan yang buruk.

Informasi yang akurat itu, jelas bunyinya.

Pendekatan rasa takut sebagai strategi pesan persuasif banyak di lakukan di beberapa negara saat ini, sebagai konklusi tanpa logika. Umpan balik terhadap pesan yang disampaikan, akan sangat membantu untuk menilai seberapa efektif isu ini di sebarluaskan. Media pun ikut berperan dan menjadi bagian di dalamnya, di bantu dengan para ahli yang katanya perduli. Bisa saja baik jika itu memang baik.

Salam DyariNotesCom


Posted in marketing

More Options

Tinggalkan Balasan