Dyarinotescom

Home 
About
Contact
Privacy Policy
Terms Conditions
Disclaimer
Newsletter

Pencarian Sebelumnya ...

Waspada Breadcrumbing, Jangan Jadi Korban Apalagi Pelakunya

Breadcrumbing

Berburu soulmate secara online kini di lakukan oleh kebanyakan orang untuk mencari pasangan terbaik. Jika pun kamu salah satunya, kami sarankan jangan mudah tergoda dengan bujuk rayu dan perhatian orang lain di dunia maya karena bisa jadi itu hanyalah aksi Breadcrumbing. Waspada breadcrumbing, jangan sampai kamu menjadi korban apalagi pelakunya. Siapa itu?

Breadcrumbing Apaan Seeh

Breadcrumbing adalah perilaku seseorang yang sengaja mencari, mencuri dan menggali perhatian kita ‘korban’ untuk memikat dan bukan untuk memiliki atau lebih-lebih menjalin hubungan yang serius. Poinnya, memanipulasi emosional kamu. “Kenanya tuh disini

‘Si Pelaku’ akan terus dan terus menggoda dengan kata-kata manis, rayuan seribu bintang, agar kamunya tertarik dan merasa diinginkan. Padahal nyatanya Zero, ini semua hanyalah permainan tiki taka cinta. Pelaku tidak berniat menjalani hubungan keterikatan yang serius.

Siapa yang melakukan Breadcrumbing kepadaku?



Menjadi Pelaku Breadcrumbing

1. Menjalankan Aksi

Pelaku akan menarik dan mengulur korban ke dalam hubungan romantisme semu, dengan fasilitas online. Ini media paling mudah dan lebih sering digunakan. Mereka mendesain seolah terpikat kemudian menghilang. Aktif mengirimkan ‘perhatian’ secara kontinu kepada kamu, dengan harapan bahwa ‘si kamu’ termakan bujuk rayu dan mempunyai harapan lebih.

Mungkin terlihat sama antara breadcrumbing dengan ghosting, namun berbeda. Mereka akan menggoda dengan mengirim pesan singkat “kamu dimana, kamu ngapain, tes ajah”, melakukan panggilan telepon hingga menunjukkan beragam perhatian yang terlihat meyakinkan lewat daring agar kita menjadi baper.


2. Tanda Ia Seorang Breadcumber

Tidak membalas pesan atau obrolan selama beberapa hari atau pekan, misalnya. Lalu, mengirim beberapa pesan panjang tanpa menjelaskan mengapa tiba-tiba hilang, gak jelas gitu. Awalnya terlihat antusias banget deh, cerita tentang pengalaman, hobi yang sama untuk memperkuat koneksi. “Kita sama yaa” Menyiratkan “aku benar-benar tertarik”, tetapi selalu mengelak jika ditanya lebih jauh.

– Mau dibawa kemana hubungan kita –

Cenderung mengirim ‘pesan musiman’ alias di waktu-waktu tertentu saja, misalnya. Tiba-tiba menghubungi kamu setelah menghilang selama berhari-hari. Dan tiba-tiba marah atau menghindar jika kamu mulai membicarakan kelanjutan hubungan. Ketika ada orang lain menyukai mu, ia akan berusaha meyakinkan melalui kata-kata dan tindakannya.

Secara kasatmata, Breadcrumbing itu muncul karena pribadi yang kurang dewasa. ‘Orang seperti ini’ takut berkomitmen dan lebih suka menikmati sensasi dikejar-kejar oleh orang yang menyukainya.


Breadcrumbing juga bisa di lakukan oleh seseorang yang belum bisa move on dari mantan kekasihnya yang dahulu. Mungkin akan mengirimkan pesan teks dan melakukan interaksi media sosial seperti memberikan komentar atau like di postingan sang mantan.

Breadcrumbing juga biasanya dilakukan oleh orang yang narsistik. Haus akan perhatian dan ingin orang lain menyukainya. Akan tetapi, ia tak mau membalasnya dengan perasaan yang sama, bahkan tidak peduli.

– Mengatakan “Love You” bukan karena ingin ucapan itu berbalas. Tapi, aku hanya ingin memastikan kamu mengetahuinya –

Selain enggan memberi alasan “mengapa tingkahmu seperti itu”, pelaku breadcrumbing akan bersikap biasa saja seolah “gak ada apa-apa gitu”. Padahal, kamu mungkin sudah merasa dekat dan menanti kabar.

Mereka sering kali melihat dan menyukai postingan sosial media kita, tanpa menanggapi dan tetap mengabaikan pesan yang sebenarnya. Berkomunikasi lewat foto, meme, atau emoji untuk menunjukkan bahwa “Aku mau sama kamu” tetapi tidak tertarik bertemu secara nyata.

Dan pasti lebih sering membahas hal yang remeh, tidak penting, dan tidak menunjukkan minat pada kehidupan keseharian targetnya. Ayoo, siapakah itu? Kamu atau kamu?

3. Mengapa Mereka Melakukannya

Tentunya mereka melakukan hal tersebut karena belum siap berkomitmen dan takut menjalin hubungan yang serius. Bisa saja karena ada rasa ketakutan jika berpisah darimu seraya berkata “Aku takut kehilanganmu, jika kamu meninggalkan ku”.

Ada beberapa orang juga melakukan ‘Breadcrumbing’ karena merasa kesepian yang mendalam. Pernah patah hati dan sakit banget deeh. Dan pada akhirnya kita hanya dijadikan cadangan, bukan pemain inti. Lalu jika sudah begini, bagaimana?



Cara Menghadapi

Butuh keberanian untuk mengungkapkan apa kita rasakan kepada seseorang yang melakukan breadcrumbing. Sampaikan dengan ‘jelas dan perlahan’ tentang bagaimana hubungan yang kamu harapkan. Apa maksud mu dan mintalah ia untuk berterus-terang. “Kamu maunya apa?”.

Mempertahankan seseorang yang sudah tidak ingin bersama, tentu sangat membuang-buang waktu. Jika ia hanya ingin memberi harapan palsu, segera tinggalkan. Jangan pernah lagi bertanya tentang bagaimana kelanjutannya. Itu akan sia-sia saja. Hargai waktumu kawan.

Jika masih penasaran tentang apa tujuan pelaku mendekati kita, jadwalkan waktu untuk bertemu. Tanyakan langsung kepadanya, jangan berimajinasi apalagi berspekulasi karena akan membuat kamu makin bingung dan harap-harap cemas.

Biasanya tepat! apabila ia tidak ingin bertemu atau membatalkan rencana di menit-menit terakhir tanpa alasan yang masuk akal, mungkin ia benar ‘si pelaku’ dengan seribu harapan palsu alias Breadcumber.


Catatan

Jika seseorang memang benar-benar berkeinginan untuk menjalin hubungan, pasti ia akan menjaga komunikasinya dan silaturahmi dengan baik. Selalu waspada jika ia jarang menghubungi saat melakukan pendekatan.

Kamu tidak pernah tahu kapan mereka akan menghubungi. Akibatnya, hubungan tersebut akan berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Breadcrumbing bahkan hanya menghubungi mu saat larut malam karena merasa kesepian dan butuh teman ngobrol saja.

Breadcrumbing sangat hobi memberi harapan, membuat kamu merasa sangat ia inginkan karena membanjiri kamu dengan perhatian, kasih sayang, dan rayuan, itu pun secara online. Kemudian bisa berubah sedingin es hingga kamu merasa bukan siapa-siapanya.

Oleh sebab itu, jangan baper jika kalian belum meresmikan hubungan. Jadilah baik sesuai dengan cara kita menanggapi niat baik seseorang. Jalani pendekatan hubungan dengan senormal mungkin sampai tiba saat di mana konfirmasi perasaan itu tiba kepadamu. Sampai tiba ia utarakan apa yang ingin ia niat baikkan.

Kamu sebagai ‘korban breadcrumbing’ sudah tahu kan, ada yang tidak beres dengan orang ini. Menyadari telah di gantung, di permainkan karena tak kunjung mendapat kejelasan. Tapi berusaha mempertahankan hubungan tanpa status karena terlanjur ‘kesengsem’. Dengan terus berharap, menunggu tanpa batas waktu.

Salam Dyarinotescom.


Share :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *