Dyarinotescom

Yang Lelet Di Tinggal! Era Kecepatan Informasi dan Distorsi

Yang Lelet Di Tinggal! Era Kecepatan Informasi dan Distorsi

Ini adalah era dimana kecepatan informasi dan distorsi saling mengambil peran. Dan jika kamu lelet pasti di tinggal. Ini masa dimana informasi dapat diakses dan dibagikan dengan satu kedipan mata, cepat, dan mudah. Era yang kami tandai tumbuhnya pohon teknologi, mengakar kedalam serapan informasi, dicabang ranting komunikasi, yakni: internet of things, black hole sosial media, dan mobile device yang menggebu.

Pada era kecepatan cahaya, informasi tidak lagi diperuntukkan satu atau dua kalangan tertentu, tetapi dapat diakses oleh siapa saja, di mana, dan kapan saja. Membawa warna perubahan dalam kehidupan satu nusa satu bangsa, untuk hal-hal yang baik maupun kepentingan yang buruk.

Bukan iklan, yang Dyarinotescom bicarakan ini soal kecepatan. Sama cepatnya dengan: Kereta Cepat Jakarta-Bandung, alias WHOOSH. “Cepat juga yaa, sampainya” kata Yenni. Melintas dengan kecepatan tinggi, ketepatan waktu, dalam mendukung mobilisasi aktivitas masyarakat lokal.



Era Kecepatan Informasi

Berbicara tentang kecepatan informasi, tahukah kamu apa saja efek samping yang diakibatkan jika ini kita terapkan? Bukan cinema korea untuk 18 tahun keatas, plus-minus yang mereka akibatkan jika kita menggunakan nya, seperti:

1. Dampak Plus era kecepatan informasi

Sejujurnya, kecepatan informasi sudah ada sejak dahulu kala. Tapi kita belum bisa saja mengonsumsinya kala itu. “Keterbatasan teknologi pastinya”. Tapi yaa sudahlah. Nikmati saja apa yang ada.

Kita hanya bisa menikmati nilai-nilai yang diberikan kala kita menggunakannya. Yaitu manfaat positif yang menjadi batas jual. Dampak positif era kecepatan informasi yang bisa kita nikmati jika itu kita manfaatkan itu, yakni:

a. Peningkatan aksesibilitas informasi

Semua bisa kita akses. Era kecepatan informasi telah meningkatkan aksesibilitas informasi bagi masyarakat. Informasi yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu, kini dapat diakses oleh siapa, di mana, dan kapan saja. Hal ini telah membuka peluang bagi masyarakat untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

b. Peningkatan kecepatan penyebaran informasi

Cepatnya seperti hembusan nafas kala hujan. Era kecepatan informasi telah meningkatkan kecepatan penyebaran informasi dan gairah belajar. Informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui: internet, media sosial, dan perangkat seluler. Hal ini telah memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkini dari berbagai sumber.

c. Peningkatan inovasi dan kreativitas

“Masih bisa buntu akal?”. Internetan dong mas bro. Kreativitas dan inovasi, pastinya. Unik, menarik dan berbeda apa yang kita bisa buat. Era kecepatan informasi telah mendorong manusia untuk lebih berinovasi dan berkreativitas. Informasi yang tersedia secara luas telah menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk menciptakan hal-hal baru, menarik dan menjadi pembanding.



2. Dampak Minus era kecepatan informasi

Satu belahan berbulu hitam telah terhendus yaitu sisi negatif. Kecepatan informasi memiliki kelemahan dan dampak negatif yang boleh jadi akan sangat menyusahkan jika kita tidak ketahui, diantaranya:

a. Penyebaran informasi yang tidak akurat

“Tipu-tipu ilmiah”, kata Indra. Era kecepatan informasi telah memudahkan penyebaran informasi yang tidak akurat, seperti berita bohong (hoax) dan disinformasi. Menyesatkan, pastinya. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan kepanikan di masyarakat.

b. Adiksi teknologi

“Menunduk, diam, dan terpaku”. Bagai bius yang membuat mati rasa, mati pula akidah. “Lupa dengan segala-galanya” Asik dengan mainan, dan mereka tertawa karena itu kamu beli mahal, lalu dijadikan budak tak bertuhan.

Era kecepatan informasi telah meningkatkan risiko adiksi teknologi. Masyarakat dapat menghabiskan banyak waktu untuk menggunakan teknologi, sehingga mengabaikan kegiatan-kegiatan lain yang penting.

c. Peningkatan polarisasi

Era kecepatan informasi telah meningkatkan polarisasi masyarakat. Informasi yang tersedia secara luas dapat digunakan untuk menyebarkan propaganda dan kebencian, sehingga memecah belah masyarakat.



Distorsi informasi Yang Menggerus Kebenaran

Era kecepatan informasi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah meningkatnya risiko distorsi informasi. Distorsi informasi mencakup kedalam perubahan atau penyimpangan informasi dari kebenaran. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti: bias, agenda, atau kepentingan tertentu.

Pada era kecepatan informasi, distorsi informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan mudah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

1. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi

Teknologi informasi dan komunikasi, “internet dan media sosial”, telah memudahkan penyebaran informasi. Informasi dapat diproduksi dan dibagikan oleh siapa saja, tanpa perlu melalui proses verifikasi yang ketat. “Di karang-karang lalu di publish

2. Kurangnya literasi media dan informasi

Kurangnya literasi media dan informasi membuat masyarakat sulit membedakan informasi yang akurat dari informasi yang menyesatkan. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat mudah termakan oleh informasi yang salah dan terjerumus kedalam kekeliruan. “Bagai kitab yang dikarang-karang”.

3. Munculnya fenomena echo chamber

Echo chamber adalah fenomena di mana seseorang hanya terpapar oleh informasi yang sesuai dengan keyakinannya. Kekosongan akal sehat. Bukan buta huruf tapi termakan tipu daya.

Tepatnya seperti mati rasa. Hal ini dapat menyebabkan seseorang menjadi semakin terpolarisasi dan sulit menerima informasi yang berbeda dari keyakinannya. “Makin hari makin menjadi bodohnya”.



Pecah Dalam Kebodohan

Distorsi informasi sungguh sangat menyusahkan. Ditargetkan untuk kalangan dengan pengetahuan terbatas, akses terbatas, dan pendidikan yang minim. Distorsi informasi dapat menimbulkan berbagai dampak yang buruk. Dyarinotes jabarkan, seperti:

1. Munculnya kebingungan dan kepanikan di masyarakat

“Kami bingung! Mana yang benar dari ucapan kalian” kata mereka “Mana yang pendusta, mana yang benar-benar fakta”. Distorsi informasi dapat menimbulkan kebingungan dan kepanikan di masyarakat, karena masyarakat tidak dapat membedakan informasi yang akurat dari informasi yang tidak akurat. Terlebih untuk wilayah yang jauh dari kemudahan akses informasi.

2. Pemutusan hubungan sosial

Kehidupan sosial masyarakat akan mudah di adu domba. Apa lagi kita semua sadar, keragaman masyarakat kita sungguh berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya. Distorsi informasi dapat menyebabkan membuat buruk hubungan sosial, karena masyarakat menjadi saling curiga dan saling menyalahkan. “Kalian dalang dari semua ini!”.

3. Kemunduran demokrasi

Demokrasi itu menjunjung tinggi nilai dari satu pendapat mewakili kalangan masing-masing. Jika informasi yang didapatkan salah atau keliru, “Bagaimana kita bisa menghasilkan satu argumen yang tepat?” Al hasil menghambat proses demokrasi, karena masyarakat menjadi sulit untuk membuat keputusan yang tepat.



Dengarkan Kami

Informasi bisa dicerna dalam satu akal sehat yang dicucurkan kedalam satu rentetan kejadian. Akal sehat bisa sangat sehat jika mendengarkan berbagai nasehat dan memilah-milah informasi.

Ini bukanlah bentuk penyelesaian, tapi hanya beberapa tips untuk meningkatkan ketajaman dalam menilai literasi media dan informasi, antara lain:

1. Sumber informasi

“Sumber informasi dari mana?”, “Siapa yang mengatakannya?” Periksa sumber informasi yang kamu baca atau dengar. Pastikan informasi tersebut berasal dari sumber yang terpercaya, seperti: lembaga, media massa yang tidak memihak, atau organisasi non-profit yang memiliki reputasi baik. Satu informasi yang benar adalah “Orang botak, belum tentu pintar”.

2. Kejelasan dan akurasi informasi

Periksa dan periksa kembali apakah informasi tersebut jelas, mendekati benar, dan akurat. Informasi yang jelas dan akurat biasanya di sajikan dengan bahasa yang mudah di pahami dan di lengkapi dengan data atau bukti yang mendukung. “Orang putih belum tentu wangi dan bersih”, misalnya.

3. Keterpihakan dan agenda

Periksa apakah informasi tersebut memiliki keterpihakan atau agenda tertentu. Agenda yang menyesatkan dan hanya menguntungkan diri pribadi. Informasi yang memiliki keterpihakan atau agenda tertentu biasanya di sajikan dengan cara yang bias atau menyesatkan.

4. Pemverifikasian

Jika kamu sekalian ragu dengan kebenaran informasi, kita dapat melakukan verifikasi dengan mencari informasi dari sumber lain. Kamu juga dapat menggunakan fitur fact-checking yang tersedia di berbagai media massa. Dan itu bisa terjadi jika kita berfikir kritis akan satu hal.



5. Berpikir terbuka

Berpikir terbuka berarti menerima informasi yang berbeda dari keyakinan yang sedang kita yakini. Jangan langsung menolak “Aku tidak, Aku sudah meyakini ini dari dahulu”. Boom!! akibatnya kebodohan dunia siap melahapmu.

Informasi itu bisa saja berbeda dari keyakinan kita selama ini, sebelum kamu memeriksa kebenarannya. Coba bayangkan, alangkah naifnya kita tidak mencari satu kebenaran dan menikmati satu kebohongan itu di dalam diri kita.

6. Analisis informasi

Analisa itu bisa saja mengandung prinsip kewajaran. “Ini wajar jika di lakukan oleh seseorang yang butuh”, misalnya. Analisis informasi berarti memeriksa informasi secara kritis, dengan mempertimbangkan sumber informasi, kejelasan dan akurasi informasi, keterpihakan dan agenda, serta pemverifikasian.

7. Pertanyaan kritis

Tanyakan pertanyaan kritis kepada diri sendiri atau kepada orang lain, tentang informasi yang kamu baca atau kamu dengar. Pertanyaan kritis dapat membantu kita memahami informasi secara lebih mendalam dan mencari terangnya kebenaran.

Dengan meningkatkan kemampuan hipotesa literasi media dan informasi, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kamu, kita sebagai bagian dari masyarakat dapat lebih cerdas dalam mengonsumsi informasi dan menghindari jebakan-jebakan distorsi informasi.

Tantangan era kecepatan informasi

Era kecepatan informasi telah membawa banyak tantangan bagi masyarakat, baik secara individu maupun sosial. Untuk menghadapi tantangan tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kemampuan membaca, menganalisa dan menterjemahkan makna dari satu literasi media dan informasi, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis.

Masyarakat perlu bijak dalam menggunakan teknologi, serta menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat. Informasi ini hanya satu petunjuk, dari petunjuk-petunjuk lainnya, dan mungkin itu adalah kebenaran yang selama ini telah kamu cari.



Catatan Saku

Ini bukan tulisan si botak yang mengaku-ngaku sebagai orang pintar. Ini satu tulisan yang mengingatkan kita tentang: “Siapkah kamu untuk terus berenang kedalam pembodohan dan kesalahan informasi?”, lalu, “Siapkah kamu untuk terhanyut dan terus tenggelam pada satu kesalahan dan ‘distorsi informasi’ yang di karang-karang oleh keburukan manusia?”.

Informasi adalah satu kunci pintu utama rumah yang hilang di saku celana. Informasi telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita. Perubahan yang berdampak buruk jika kamu terlalu curiga, Dan baik jika itu ada pembandingnya. “Apa ini benar? Apa itu salah?”.

Salam Dyarinotescom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *