Menu Tutup

Usaha Meraih Keseimbangan Hidup

balance your life

Hidup haruslah penuh dengan keseimbangan. Harapan dan usaha. Rugi dan untung. Semangat dan lelah. Tawa dan air mata. Semua terangkum dalam keseharian kita. Keseimbangan hidup, sesuatu yang di inginkan banyak orang. Dan akan selalu menjadi topik andalan kita. Balance Your Life merupakan penggambaran betapa pentingnya keseimbangan hidup. Melihat dari sudut pandang penulis tentunya.

Dalam mencapai keseimbangan kita tidak boleh menyesali sehari dalam hidup. Hari-hari baik akan memberimu kebahagiaan. Dan hari-hari buruk juga, sangat bisa memberimu petualangan dan pengalaman. Ingat! ketika kita semakin keras bekerja untuk sesuatu hal, semakin besar juga perasaanmu saat mencapainya. Jangan pernah berhenti ketika lelah tapi berhentilah ketika kamu telah selesai.


Perspektif Keseimbangan

Mencintai diri sendiri itu berarti memahami dengan sadar. Sadar bahwa kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk di katakan Baik. Untuk itu waktu kita terbatas. Jangan pernah habiskan waktu mu untuk hidup dan cita-cita orang lain. Jika kamu melakukannya, maka diperumpamakan memukuli sebuah tembok dan berharap bisa mengubahnya menjadi pintu.

  Peran Habit dan Budaya dalam Strategi Pemasaran

Sebagai contoh nyata. Dalam perspektif Islam keseimbangan adalah Tawazun. Apa itu Tawazun? Tawazun merupakan sikap kita untuk memilih titik yang seimbang atau adil dalam menghadapi suatu persoalan. Persoalan orang hidup banyak pastinya.

Ada tiga aspek penting yang harus kamu pahami dalam bertawazun yaitu kebutuhan ruh (rohani), kebutuhan akal, dan kebutuhan tubuh (jasmani).

1. Kebutuhan rohani

Sering kali kita lupa, bahwa jiwa juga memiliki kebutuhan. Kebutuhan rohani dapat terpenuhi dengan senantiasa mengingat Allah (dzikrullah). Dengan mengingat Allah, jiwa akan menjadi tenang.

“… Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”   (QS. Ar-Ra’d:28)

2. Kebutuhan akal

Akal adalah anugerah Allah kepada manusia, yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya. Dengan akal, kita dapat berpikir dan mampu membedakan antara yang baik dan buruk.

Kebutuhan akal dapat dipenuhi dengan ilmu. Lihatlah kalam Allah, dimulakan dengan “iqro” (bacalah!).

Jadi menuntut ilmu, hukumnya WAJIB. Untuk kaum muslimin. Karena dengan menuntut ilmu seseorang akan mendapatkan pengetahuan aqidah, ibadah, dan hal keduniaan lainnya. Tidak akan sama kedudukan hamba yang berilmu dan tidak berilmu.

  Dialog Dengan Allah SWT

“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu beberapa derajat.” (QS. Mujadilah: 11)

“Allah memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa di beri hikmah, sesungguhnya dia telah di beri kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang berakal.” (QS. Baqarah: 269)

3. Kebutuhan jasmani

Jasad merupakan amanah Allah yang mesti kita jaga dan rawat dengan baik. Jagalah raga kita dengan cara memenuhi kebutuhan. Kebutuhan fisiologis dan kebutuhan biologis. Perhatikan makanan dan kesehatan, itulah cara menjaga dan memenuhi kebutuhan raga kita.

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.” (QS. Al Baqarah: 168)

Untuk kesehatan raga, kita dapat memilih beragam pilihan olah raga yang bisa di lakukan. Rasulullah bahkan pernah menyuruh sahabat untuk berlatih kuda dan bergulat.

Jika ketiga kebutuhan di atas dapat kita penuhi, di sanalah ada keselarasan, keseimbangan hidup. Penuhi ketiganya, maka kita akan memperoleh kenikmatan, lahir dan batin.

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu dan untuk menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir dan batin.” (QS. Luqman: 20)

  Make Your Child Become Super Anak

Mulailah untuk berusaha menyeimbangkan ketiganya. Semoga keseimbangan hidup bukan menjadi tagline semata. Namun di wujudkan dalam keseharian. Aamiin.

Salam, DyariNotesCom

Posted in jumu'ah edition

More Options

3 Comments

  1. Feri SE

    Saran atau permintaan saya untuk penulis, tulisan selanjutnya semoga bisa diberikan contoh konkrit bagaimana sikap dan tindakan kita dalam hal menyeimbangkan apa yg kita alami dalam kehidupan sehari-hari sekaligus untuk memperdalam bahasan dalam setiap poin pada tulisan sehingga pembaca yang mungkin sedang mengalami kegamangan atau permasalahan dalam kehidupan sehari-hari bisa mengambil hikmah dan tercerahkan

Tinggalkan Balasan