Menu Tutup

Adopsi Budaya Bahagia ‘Hygge’

denmark-style

Apakah kamu bahagia? Atau sebaliknya. Apakah kamu sering mengalami Bete yang datang tetiba? Tahukah kamu alasan mengapa orang diluar sana seperti Negara Denmark, dinilai sebagai orang yang paling bahagia di dunia. Bagaimana cara kita untuk bisa mengadopsi budaya bahagia yang menjadi suatu nilai kehidupan bermasyarakat disana?

Denmark bukanlah negara asing bagi kita. Negara mereka juga memiliki ragam budaya. Sama seperti kita. Berbentuk kerajaan yang terletak di Eropa. Tepatnya disebelah Utara. Salah satu budaya mereka yang membuat negara lain iri yaitu budaya Hygge. Apa itu Budaya Hygge?

Hygge adalah suatu kebiasaan bersantai atau berkumpul bersama dengan keluarga, kolega dan orang yang kita cintai. Jangan sampai salah mengeja, Budaya Hygge di baca huga “hoo-gah” bukan “hi-ge“.

Hygge adalah prinsip hidup. Prinsip dimana kita menciptakan suasana hangat dan menikmati hal-hal baik dalam hidup bermasyarakat dan juga bersama orang-orang yang kita sayangi. Menonton film bersama keluarga, misalnya. Jika kita melakukannya pasti akan terasa seru dan sangat berkesan.

  Surat untuk Penimbun Barang (Hoarder)

Atau bisa juga mengobrol dengan para sahabat. Membicarakan hal-hal kecil hingga besar di taman yang indah dan sejuk. Bukan di tempat yang banyak sampah berserakan seperti di Jack-arta atau juga selokan bau karena tersumbat seperti di depan rumahmu. Eehh.. Maaf, maksud saya rumah tetangga ku.

Nilai Budaya dan Rahasia Sukses dalam Kehidupan Bermasyarakat

Hygge sebenarnya cerminan nilai-nilai masyarakat di Denmark layaknya kesetaraan dan kesejahteraan setiap orang. Dalam budaya Hygge, adu mulut atau argument selalu di hindari karena bisa merusak suasana. Mungkin, hygge itu tidak mudah untuk kita jabarkan. Secara, budaya yang berbeda bisa menjadi pembeda.

Budaya berkumpul biasanya mereka terapkan selama musim dingin di mana waktu malam berlangsung kurang lebih sekitar 17 jam.

Sahabat DyariNotesCom, berikut kami rangkum beberapa manfaat yang bisa didapat dari budaya Hygge yang di lakukan masyarakat Denmark yang mereka pecayai sebagai pemicu kebahagian, diantaranya:

1. Berkumpul bersama

Bersantai berkumpul bersama pada masyarakat Denmark sudah menjadi budaya. Banyaknya waktu yang di habiskan Bersama teman dan kolega menjadi penentu kesejahteraan dan kebahagiaan. Saling tertawa sembari menikmati makan malam bersama bisa menjadi media. Pada musim panas biasanya mereka berkumpul di taman, barbeque bersama, bahkan nonton bersama juga bisa.

  Deep Issue Menjadi Senjata Ampuh. Benar atau Salah?

2. Melupakan masalah

Budaya ini sangat bisa membantu kita melupakan masalah yang ada baik secara pribadi maupun komunal. Keadaan di buat senyaman mungkin agar kita bisa menenangkan fikiran. Menatap api unggun membuat semua larut dalam keheningan dan kehangatan. Seraya menunggu matangnya hidangan makan malam.

3. Menjalin ikatan sosial

Hubungan sosial yang erat menjadi ikatan yang bisa menjadikan kita bahagia. Ikatan ini juga bisa meningkatkan hubungan kerjasama. Budaya Hygge juga mengajarkan tentang menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing setiap individu. Menghabiskan sepanjang hari dengan smartphone sangat di hindari. Membeli suatu barang hanya untuk terlihat gaya itu pun mereka tinggalkan.

Notes

Belajar dari budaya orang Denmark, bahagia itu bisa di sederhanakan bila kita selalu bersama dalam suasana tanpa menyela. Tanpa membandingkan umurmu berapa, siapa sih kamu, kamu dari mana, agama apa yang kamu anut, ataupun semacamnya.

Sanggupkah kita menjadi bahagia?

Warna dari bahagia juga akan sangat sederhana jika kamu mau sedikit mensyukuri, mencintai dan menjaga apa yang kita miliki hari ini. Berkumpul bersama dan menjalin tali silaturahmi akan memperbaiki harga hidup dari diri. Jangan sedikit-sedikit tersinggung dan menjadi api. Berkumpul dan mencari solusi itu paling berarti. Karena kita masyarakat yang cinta tanah air yaitu NKRI.

  Fenomena Gaijin Sakura dan Bule Rempah

Salam DyariNotesCom

Posted in art & culture

More Options

2 Comments

Tinggalkan Balasan