Menu Tutup

Empat Hal Pembangun Tawakal

Muhammad bin Abu Imran dalam Sifatush-shahwah mengisahkan, Hatim Al-Asham di tanya seseorang, “Wahai Hatim, atas dasar apa engkau membangun tawakalmu kepada Allah?”. Hatim menjawab, “Aku membangun tawakalku kepada Allah di atas empat perkara:

  1. Karena aku tahu rezekiku tidak mungkin akan di makan oleh selainku, maka dari itu jiwaku selalu tenteram;

  2. Karena aku tahu pekerjaanku (kewajibanku) tidak mungkin akan di kerjakan orang lain, maka aku akan selalu sibuk mengerjakannya sendiri;

  3. Karena aku tahu bahwa kematian akan datang kepadaku dengan tiba-tiba tanpa sepengetahuanku, maka dari itu aku selalu mempersiapkan diri untuk menjemputnya;

  4. Dan karena aku tahu bahwa aku tidak akan mungkin lepas dari penglihatan Allah, di mana saja aku berada, sebab itulah aku selalu merasa malu kepada-Nya.”

Di atas kertas, empat hal di atas terlihat mudah, namun bagi sebagian orang, termasuk penulis, cukup sulit mengaplikasikannya. Bisa di terapkan, tentu! Namun, konsistensi yang menjadi PRnya.

Di kala kita alpa, jangan mencari beragam dalih, cukup ingatkan diri kita

Bila langkah kaki kita salah, kita sendirilah yang akan bertanggung jawab. Jika karya kita buruk, kita sendirilah yang akan di hisab. Saat perut kita serakah, kita sendirilah yang akan memuntahkannya kelak di akhirat.

  Kisah Sang Hujan

Kalau hati kita lengah, kita sendirilah yang akan meratapinya nanti di hari kiamat. Semoga kealpaan kita tidak terus berulang, dan konsistensi kita bisa terus terjaga. Tanamkan kesungguhan tekad, agar kita mampu masuk dalam golongan insan yang tawakal. Insya Allah, Aamiin.

Salam, DyariNotesCom

Posted in jumu'ah edition

More Options

4 Comments

  1. Pingback:Lepaskan Masa Lalu dan Kegagalan - Dyarinotes

  2. Pingback:Sembilan Mata Air Keberanian - Dyarinotes

  3. Farhan

    Trims. Jadi reminder.
    1. Suka hilaf, jealous klu yg laen dpt lebih
    2. Suka males, ngarep ada yg bantu ngerjain
    3. Suka lupa, berasa mau hidup 1000 thn lg
    4. Suka gak tau malu dan nganggep gak ada yg bakal tau

Tinggalkan Balasan