Menu Tutup

Frugal Living, Do and Get Better with Less

Frugal Living, Do and Get Better with Less

Tren frugal living menjadi gaya hidup yang digemari kaum muda saat ini. Gaya hidup sederhana, hemat dan cermat. Namun, masih banyak orang yang salah persepsi mengenai definisi frugal dan menyamakannya dengan pelit.

Frugal living adalah gaya hidup yang menekankan kesadaran saat membelanjakan uang (mindful), memprioritaskan sesuatu yang benar-benar penting (discipline), serta meningkatkan kualitas hidup dan nilai (valuable).

Jadi, frugal living bukan semata-mata hidup hemat dengan cara berburu diskon, kupon, dan promo serupa lainnya. Bukan pula hidup kita sengsara karena terlalu irit, pelit, apalagi kikir. Frugal living adalah hidup sederhana dan secukupnya.

Benefits

Ada banyak manfaat frugal living. Berikut beberapa diantaranya:

1. Lebih cermat mengelola uang

Sadar untuk apa dan ke mana uang Anda pergi. Bisa menabung dengan tetap menikmati hidup.

2. Lebih cerdas dalam belanja

Bukan hanya sekedar tahu kapan harus menahan tidak belanja. It’s okay untuk belanja barang secondhand atau garage sale yang berkualitas, memanfaatkan diskon, tidak ngopi di kedai kopi mahal (Fancy coffee adalah latte factor penyebab boros), pilih bayar tunai daripada kredit.

  Jangan Marah, Bagimu Surga

3. Lebih kreatif

Selalu mencari alternatif lain. Sebagai contoh: lebih mudah untuk makan siang di luar, tapi lebih ‘frugal’ jika membawa bekal dari rumah. Masak sendiri, tidak harus ke restoran. Olahraga tidak harus ke tempat gym. Tetap bisa modis dan stylish dengan cara mix and match pakaian lama.


Be Aware

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan jika kita ingin menerapkan frugal living:

  1. Stop and count to ten sebelum mengunjungi situs belanja daring setelah mendapatkan notifikasi diskon belanja.
  2. Think before buying. Belilah payung saat musim hujan. Prioritas. Tidak ganti gawai kecuali rusak. Menurut Global e-waste monitor, 2020, Indonesia menjadi penyumbang sampah elektronik tertinggi di Asia Tenggara.
  3. Observe and ask yourself, mengapa harus beli gawai yang mahal jika ada yang sama canggihnya dengan harga yang lebih terjangkau?

Ternyata, Frugal living menjawab larangan israf (sifat berlebih-lebihan) dan larangan tabzir (boros). Keduanya adalah perbuatan tercela.

So, is frugal living worth it? The answer is an overwhelming YES.

Salam DyariNotesCom

  Korean style, Di tinggalkan atau Di ikuti


Posted in lifestyle

More Options

3 Comments

Tinggalkan Balasan